MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
HEZEKIAH LEONARDUS GAVARIEL


__ADS_3

"Pagi sayang" Ucap Hans membuka kedua matanya sambil mencium istri nya yang masih berbaring di tempat tidur mereka


"Pagi juga suamiku" Balas Haura


"Bangun yok, kita kan mau lihat baiy nya kak Hart"


"Iya sayang, tapi malas bangun"


"Mau mandi bersama?" Tanya Hans, yang mendapat respon tatapan tajam dari istrinya itu


"Mandi aja sendiri"


"Ya udah aku mandi dulu ya sayang, kamu juga harus siap-siap"


"Iya, segera lah mandi"


Dua puluh menit berlalu, mereka sudah selesai dengan aktivitas pagi mereka dan saat ini mereka akan segera berangkat ke rumah orang tua Hans


"Segera lah turun sayang, kita akan berangkat"


"Iya sayang, aku hendak mencari sepatu"


"Jagan lama-lama"


"Ini udah siap, ayok kita berangkat"


"Kamu cantik sekali sayang" Puji Hans kepada istrinya itu


"Gombal, ayok cepat pergi"


"Iya sayang"


Lima belas menit perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di rumah orang tua Hans


"Eehh ada anak mama sama mantu mama yang datang, duduk sini sayang" Ucap mama Joy


"Mama apa kabar?" Tanya Haura dan Hans sambil mencium tangan mama nya itu


"Baik dong sayang, kalian gimana sehat juga kan?"


"Sehat dong mah, papa di mana?" Tanya Hans


"Papa kamu ada meeting pagi ini sebentar lagi juga pulang"


"Oh begitu, ya sudah kami lihat bayi nya ka Hart dulu ya mah"


"Iya sayang" Jawab mama Joy


"Ayo sayang" Ajak Hart kepada istrinya nya itu


"Uuueeek...." Haura segera berlari ke kamar mandi dia merasa dirinya ingin mual terus


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Hans panik


"Mungkin asam lambung ku kambu sayang"


"Kalau begitu kamu duduk di sini dulu ya sayang, aku ambil in sarapan untuk kamu"


"Iya sayang"


"Kamu baik-baik aja sayang?" Tanya mama Joy


"Seperti nya Haura kurang enak badan mah, dari kemarin Haura mual terus"

__ADS_1


"Benar kah?, itu bagus dong sayang"


"Bagus apa nya si mah, menantu nya sakit malah di bilang bagus"


"Kamu jangan salah paham dulu dong sayang, dengan istri kamu mual-mual begini ke mungkinkan istri kamu sedang hamil"


'Hamil?" Ucap Hans dan Haura serentak


"Iih kalian buat mama terkejut deh"


"Maaf mah"


"Kan mama bilang mungkin, segera lah cek ke dokter"


"Iya mah, ini sayang kamu makan dulu ya" Hans menyuapi bubur ayam kepada istrinya itu


"Aku bisa sendiri kok sayang, kamu enggak usah suapin aku kaya gini malu sama mama"


"Ya udah mama kembali ke depan aja lah"


"Iiss karena kamu ni"


"Aku cuma mau memanjangkan istri ku apa kah salah"


"Terserah kamu aja sayang" jawab Haura smabil melahap setiap suapan yang di berikan Hans


"Aku berusaha akan selalu ada untuk kamu sayang, sebelum kita tidak saling mengenal lagi" Ucap Hans dalam hatinya


"Dah selesai, kamu minum dulu ya"


"Iya sayang"


Setelah Haura selesai makan mereka langsung bergegas menuju ke kamar bayi Hart dan Lily


"Hallo juga paman" Balas Hart smabil memberikan baiy mereka untuk di gendong Hans


"Bagaimana keadaan kamu Liy?".


"Udah baik kan ko Ra"


"Enggak nyangka ya kamu udah punya anak saja, rasanya waktu cepat sekali berlalu"


"Iya Ra, rasanya baru kemarin kita wisuda sekarang Kita sudah memiliki jalan hidup masing-masing"


"Apa kalian sudah memberikan nama untuk jagoan kecil kita ini"


"Udah dong, namanya HEZEKIAH LEONARDUS GAVARIEL"


"Wow nama kamu keren sekali jagoan kecil"


"Iya dong paman, harus keren".


"Oh ya Liy ini dari kami hadiah untuk Hezekiah


"Aduh jadi ngerepotin kan"


"Enggak ko, apa si yang enggak buat ke ponakan kita ini, iya kan sayang"


"Tentu sayang" Balas Hans menyerah kan Hezekiah kepada Haura untuk di gendong


"Hay... keponakan Tante, lucu banget si kamu" Ucap Haura mencium pipi kana dan kiri keponakan baru nya itu


****

__ADS_1


Pagi sekali Haura berbelanja di pasar dan, dia diantar oleh sopirnya. Haura memasuki sebuah toko serba ada. Tanpa sepengetahuan Haura sejak tadi dia diikuti oleh dua orang laki-laki. Dari jauh dua orang laki-laki itu harus mengikuti ke mana pun Haura pergi


Hura mendekati toko kue itu lalu memesan kue yang hendak ingin di belinya.


"Mbak kue ini untuk suami saya, jadi saya pesan kue yang terbaik yang ada di toko ini"


"Baik Bu" Pemilik toko kue mengangguk-angguk tanda maksud pembelinya


"Apakah ada tambahan Bu"


"Oh ya, Jagan lupa ya di tulis Selamat ulang tahun suami ku yang ke 26"


"Baik Bu,apakah ada tambahan yang lain"


"Tidak ada Mbak" Haura memberikan kartu alamat rumah nya." Di antar ke alamat ini ya Mbak jam 5 sore" Pemilik toko kue berjanji akan mengirim pesan Haura tepat pada waktunya.


Ketika Haura melangkah keluar dari toko kue baru lah ia sadar seperti nya ada seseorang yang hendak mengikuti nya


Haura menoleh ke belakang namun dia tidak menemukan siapa-siapa


"Sepertinya hanya perasaan ku saja" Haura kembali berjalan ke arah mobil nya yang masih terparkir


"Saya bantu Nyonya muda" tawar pak Jaka sopir keluarga Hans yang telah bekerja 8 tahun di keluarga mereka.


"Terima kasih pak"


"Iya sama-sama Nyonya".


****


"Maaf Bos kami kehilangan jejak target" Ucap anak buah David


"Dasar bodoh, wanita sekecil itu tidak bisa kamu tangkap"


"Maaf Bos"


"Saya sendiri yang akan turun tangan untuk menculik dia, saya akan membalas kan dendam anak saya pada keluarga itu, saya tidak akan membiarkan mereka bahagia dengan begitu saja"


"Baik Bos kami pergi untuk berjaga dulu"


"Saya mohon jangan sakiti anak saya, dia tidak bersalah sama sekali, sedari dia kecil sudah banyak menderita jadi sekali ini biar kan dia bahagia saya mohon kepada mu" Ucap pak Joko memohon.


"Diam Kau laki-laki tua Bangka seharusnya kau juga sudah mati" Bentak Papa David samabil melempar kan satu sepatu nya ke arah pak Joko yang membuat hidung pak Joko mengeluarkan darah akibat sepatu yang mengenai hidupnya itu.


"Bunuh saja aku David asalkan Jagan sakit anak ku"


"Kau pikir aku ini bodoh, cueeh...." lagi-lagi papa David meludah tepat di depan pak Joko


"Untung bukan wajah mu yang saya ludah in"


"Saya berharap suatu saat kamu mendapatkan karma"


"Karma kamu bilang?, karma saja takut kepada saya lihat diri mu sekarang tidak berdaya jadi karma seperti apa yang kau maksud hah?"


"Tuhan lah yang akan membalas"


"Diam....saya tidak meminta kau berbicara kamu ingin anak kamu kan?, baik saya akan mempertemukan kalian, sabar"


"Jagan sakiti anak ku David bajingan, aku akan menghajar mu"


"Kau ingin menghajar ku silahkan ini pukul cepat pukul" Ucap David menampar pipi nya sendiri


"Sialan....."

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2