MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
LAMPU KUNING UNTUK LILY


__ADS_3

"Kamu mau ngapain, Jagan macam-macam ya" Ucap Haura sambil berusaha kabur dari dekapan Hans


"Seperti ini sebentar" Hans memeluk erat tubuh Haura kemudian hendak ingin mencium bibir Haura tapi di halang in oleh tangan Haura


"Kenapa?" tanya Hans


"Kita Udah putus" jawab Haura


"Enggak ada putus-putusan" Hans menarik tangan Haura kemudian menyenderkan nya di dinding, Menciumi bibir Haura dengan lembut


"Hans hentikan, kamu enggak malu kalau tiba-tiba Lily kebangun" bisik Haura di telinga Hans namun Hans tidak menghiraukan ucapan Haura dia malah semakin menjadi, kini ciuman itu tidak hanya mendarat di bibir Haura saja


"Hans Hentikan" pinta Haura sekali lagi dengan nafas terbata bata tetapi tetap saja Hans tidak menghiraukan ucapan Haura


"Hans" teriak Haura yang membuat Hans terkejut dan mengakhiri ciuman mereka


"Ada apa?" tanya Hans lugu


"Mending Sekarang kamu pulang" pinta Haura


"Oke, aku pulang " Tidak lupa Hans mencium kening Haura "Mmuuuach, aku pulang ya sayang"


"Iya" jawab Haura dengan singkat


Keesokan harinya langit pagi terlihat sangat indah pagi itu Lily sudah berdiri di depan jendela kamar apartemen nya


"Eh kamu udah bangun Liy" Sapa Haura yang masih setengah sadar


"Seperti yang kamu lihat"


"Karena hari ini hari Minggu, Joging yok sekalian cari udara segar untuk kesehatan kandungan kamu juga."


"Ya udah ayok"


"Yee, tunggu sebentar ya aku belum cuci muka belum ganti baju juga!"


"Ya udah sana cuci muka dulu, aku juga mau ganti baju"


Setelah beberapa menit bersiap-siap saat nya mereka berangkat untuk joging


"Cepat an dong Liy jalan nya"


"Kamu lupa ya aku lagi hamil"


"Hehehehe, sorry-sorry"


"Ya udah kamu duluan aja Joging nya aku nyusul dari belakang Sambil menikmati suasana pagi"


"Ya enggak mungkin aku ninggalin kamu sendirian"


"Aku enggak apa-apa Ura"


"Ya udah aku duluan ya"


"Iya"


Tidak beberapa lama Haura teringat dengan kejadian tadi malam" Bisa aja anak itu nekat lagi mau menggugurkan kandungan nya ini enggak bisa di bairin" batin Haura dan akhirnya Haura memutuskan untuk balik lagi ke belakang dan pada saat itu Haura mendapati Lily seperti sedang memperhatikan seseorang


"Kamu lihat siapa?" tanya Haura mengejutkan Lily


"Bukan siapa-siapa, kita pergi aja yok"

__ADS_1


"Oh ada kak Joy, ternyata dia lagi sama kekasih barunya itu dasar laki-laki enggak bertanggung jawab lihat saja nati akan ku beri pelajaran"


"Kamu Jagan macam-macam ya Ra, aku enggak mau kamu terlihat dalam Maslah ku"


"Tenang aja Liy aku tau harus berbuat apa"


"Hay kak Joy" sapa Haura yang tiba-tiba datang menghampiri mereka


"Haura!, kamu ngapain di sini"


"Dia siapa?" tanya wanita yang sedang bersama Joy itu


"Dia, dia taman aku iya dia teman aku" Jawab Joy gugup


"Oh teman ternyata, kenalin aku Mila calon tunangan Hart" Ucap Mila sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan


"Iya" Balas Haura tanpa membalas jabatan tangan Mila


Mila yang mendapat perlakuan yang memalukan itu merasa sangat jengkel kemudian dia semakin memanas- manasiin Haura


"Oh ya, karena kamu teman nya Hart aku mau ngundang kamu untuk datang ke acara tunangan kami nati malam"


"Nanti malam??" tanya Haura lebih jelas


"Iya nati malam, Jagan lupa datang ya Sekalian bawa teman kamu tu yang di sana" tunjuk Mila ke arah Lily


"Aduh mampus aku, ngapain juga tuh cewek pake nunjuk ke arah aku lagi" gumam Lily dalam hatinya


Joy yang melihat Haura dan Mila sedang beradu mulut pergi meninggalkan mereka


"Ngapain di sini?" tanya Joy kepada Lily


"Cuma jalan-jalan pagi aja" jawab Lily dengan singkat tanpa memandang ke arah Joy


"Enggak perlu, ada Haura yang nemani aku"


"Lihat tuh dia masih asik ngobrol "


"Iya aku akan nungguin dia di sini"


"Kakak anterin pulang aja ya, kasihan dedek baiy nya kecapean karena kamu berdiri terus" Ucap Joy smabil mengelus-elus perut Lily yang masih datar


"Udah deh mending kakak anterin pulang calon istri kakak itu "


"Dia bukan pacar kakak apa lagi calon istri yang calon istri kakak itu kamu" Ucap Joy yang berhasil membuat pipi Lily memerah "Lihat tu pipinya merah, buat gemes" Joy sekilas mencubit pipi Lily kemudian mengelus nya


"Apansi kak"


"Ya udah kakak antar kamu ya sampai depan apartemen"


"Tapi gimna dengan Haura"


"Udah biarin aja lagian dia kan udah gede bisa pulang sendiri"


"Ya udah deh"


Joy menarik tangan Lily kemudian menggenggam nya dengan erat mereka berjalan bersama seperti sepasang kekasih yang baru di mabuk asmara


"Kamu bersabar sebentar ya, kakak pasti akan bertanggung jawab"


"Maksi ya kakak"

__ADS_1


****


"Loh Lily di mana?" tanya Haura kepada dirinya sendiri


"Hart juga di mana?"


"Jangan-jangan mereka pergi bersama lagi" tebak Haura


Tit....Tit....Tit....


Bunyi klakson mobil yang datang menghampiri mereka dan ternyata yang ada di dalam mobil itu adalah Hans


"Hans" Panggil Haura dan Mila


"Kalian saling kenal?" tanya Hans


"Enggak" jawab mereka serentak


"Dia siapa?" tanya Haura


"Dia kakak sepupu aku yang tinggal di London, kak Hart mana bukan nya dia di suruh untuk menjemput kak Mila di bandara ya"jelas Hans


"Hah" Haura melotot kan mata nya tidak percaya bahwa orang yang dia ajak aduh mulut itu ternyata kakak sepupu Hans"


"Dia siapa?" tanya Mila sambil menunjuk ke arah Haura


"Dia pacar aku"


"Hah pacar kamu?, mending kamu cari yang lain aja Kakak punya teman yang cantik-cantik lebih sopan lagi dari pada dia, nati kakak kenalin deh sama teman-teman kakak"


"Enggak kak makasi ya, aku udah bahagia kok memiliki dia"


"Terserah kamu deh, mending kamu anterin kakak ke rumah dulu"


"Enggak bisa kaya nya kak, aku ada perlu sama pacar aku"


"Terus kakak pulang nya sama siapa, si Hart juga enggak tau di mana"


"Yee manja benar, pulang sendiri lah"


"Kakak laporin sama Tante, kalian nati ya"


"Ayok sayang naik" Ucap Hans sambil membukan pintu mobil nya untuk kekasihnya itu "Duluan ya kak, bay"


"Dasar bocah-bocah sialan" Teriak Mila


Pada saat Haura sudah di dalam mobil Hans


Dia kembali bertanya mengenai Mila lebih jelas


"Kamu lupa ingatan kok bisa mengenali Kakak sepupu kamu itu, kan aneh"


"Kamu Ingat enggak waktu aku pergi ke London untuk menyelesaikan pekerjaan yang bermaslah kemaren"


"Iya"


"Ya udah aku kenal dia di sana, kata mama ada keluarga di London ya aku coba mencari alamat mereka dan ketemu"


"Oh gitu"


"Iya"

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2