MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
BIMBANG


__ADS_3

8 jam kemudian.....


"Ini sudah jam 4.40, kok suami ku belum pulang juga ya, apa mungkin dia masi sibuk kali ya? aku tunggu aja 20 menit lagi" Ucap Haura dalam hatinya.


1...2...3...4...5...6...7...8...9...10...11...12...13...14...15...16...17...18...19...20


20 menit sudah berlalu suami Haura belum kunjung datang untuk menjemput nya


"Ya sudah lah aku nunggu di resto aja, kasihan juga suami ku jauh-jauh menjemput ke mari"


Sebelum Haura berangkat ke restoran dia memberi pesan singkat ke pada suaminya itu untuk tidak perlu menjemput nya lagi.


****


Setelah mobil di parkiran, Hans dan sekretaris nya Linda memasuki sebuah restoran yang sudah mereka sepakati untuk bertemu dengan klaen.


Saat hendak memasuki ruang VIP untuk bertemu Kline tiba-tiba seseorang yang terdiri di samping nya itu menyapa nya.


"Hay... kita bertemu lagi" Sapa Jessica mengagetkan Hans


"Kamu....! kamu ngapain ada di sini jangan-jangan kamu ngikutin aku ya" Tanya Hans dengan mengangkat satu alisnya


"Maaf sebelumnya pak Hans sebelumnya tidak memberitahu bapak kalau sebenernya Kline yang akan kita temuin itu adalah Ibu Jessica" Ucap Linda


"Kenapa harus dia Lin?" Tanya Hans kepada sekretaris nya itu


"Karena perusahaan Indocement tunggal memberi banyak inves dana untuk pembangunan kita yang ada di London pak dan pada saat ini kepemimpinan Indocement tunggal di pimpin oleh Ibu Jessica"


"Ada apa pak Hans, apa perusahaan bapak tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan kami?, kalau memang bapak tidak bersedia saya cari perusahaan lain saja " Tanya Jessica sambil mengancam CIO perusahaan HartHans yang bergerak di bidang properti itu.


"Saya tidak pernah berkata bahwa perusahaan kami tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan anda"


"Oke, baik lah mari kita masuk"


Hans dan Jessica masuk secara bersamaan dengan di susul sekretaris masing-masing


Di dalam ruangan VIP itu telah di sajikan makanan terbaik yang ada di restoran itu



"Silahkan di cicipin hidangan nya pak Hans"


"Terima kasih"


Setelah mereka selesai makan, mereka kembali membahas mengenai kontrak kerjasama perusahaan mereka.


Jam menunjukkan pukul 9 malam

__ADS_1


Seperti nya Hans lupa dengan janji nya untuk menemani istrinya makan seafood di restoran nelayan


"Hans, Eh.. maksudnya pak Hans !" Panggil Jessica yang membuat Hans menoleh ke arah nya "Bisa kah Bapak mengantar saya pulang, karena saya takut untuk pulang sendiri ini sudah sangat larut"


"Maaf saya tidak Bisa" Ucap Hans sambil keluar dari ruangan itu


"Tunggu Hans, kenapa kamu selalu menghindari ku" Jessica ikut keluar dari ruangan VIP itu


Dengan sangat sengaja nya Jessica memeluk tubuh Hans dari belakang karena melihat istrinya Hans menuju ke arah mereka


"Aku sangat merindukan mu Hans, l love you somach" Jessica semakin mempererat pelukannya


Hans yang sadar bahwa istrinya sedang melihat wanita lain memeluk nya itu langsung melepas paksa tanggan wanita itu


"Sayang" Panggil istrinya dengan suara kecil karena menahan tangis


"Maaf sayang ini tidak seperti apa yang kamu lihat, aku bisa jelasin"


"Oh.... jadi ini wanita yang sudah merebut kamu dari aku" Ucap Jessica sambil mengelilingi tubuh Haura


"Dengar ya baik-baik aku ini adalah tunangan nya, karena sebuah musibah kami batal menikah, perjalanan cinta kami juga sudah sangat jauh lalu kamu seenaknya mengambil dia dari ku, tidak akan ku biar kan kamu merebut nya dengan semudah itu" Anjam Jessica


"Maaf ya Mbak Jessica, saya dan suami saya sudah menikah dan tindak ada yang akan memisahkan kami selain maut, satu lagi dengar baik-baik ya Mbak Jessica yang terhormat saat ini saya sedang mengandung anak dari Hans suami saya jadi tolong hargai pernikahan kami biar kan kami bahagia, ayok sayang kita pergi dari sini" Ucap Haura sambil menarik tangan suaminya itu


Saat dalam perjalanan pulang pasangan suami istri itu tidak mengeluarkan satu kata pun dari mulut mereka..


"Seharusnya kamu tidak berkata seperti itu kepada nya" Ucap Hans memulai pembicaraan mereka


"Apa kamu marah kepada ku, karena aku berkata seperti itu kepada nya?"


"aku tidak tahu, apa begitu kamu memperlakukan orang yang baru saja selamat dari komanya" .


Suara Haura terhenti karena tak kuasa menahan tangis. Hatinya terasa pedih sekali suaminya tidak membela nya


"Kalau kamu mau besok pagi aku akan datang menemui nya untuk meminta maaf langsung kepada nya" Ucap Haura di sela isak tangis nya


"Terserah"


Haura menjatuhkan dirinya ke atas kasur mereka sambil menahan tangisnya di bawah selimut yang dia kenakan


Hati nya benar-benar sangat sakit, belum sepenuhnya ingantan suaminya itu pulih tapi suaminya itu sudah memperlakukan nya dengan cara tidak adil.


"Aku sadar seharusnya aku tidak berada di sini di tengah-tengah hubungan mereka, aku bodoh jelas-jelas dia tidak mencintai ku aku hanya pelampiasan nya" Haura mengutuk in dirinya sendiri sambil memukul-mukul dadanya yang sangat sakit itu


"Apa kamu sudah makan?" tanya Hans yang baru saja masuk ke kamar tidur mereka


"Apa pentingnya aku bagimu, aku makan atau pun tidak itu enggak penting kan bagi mu, aku ini bukan siapa-siapa kan bagi mu"

__ADS_1


"Aku tidak ingin anak-anak ku kenapa-kenapa Karen kamu tidak ingin makan"


Lagi-lagi perkataan suaminya itu sangat menyakiti hati nya


"Aku tidak ingin makan"


"Kamu harus makan, aku sudah pesan pizza ke suka an mu"


"Sudah ku bilang aku tidak ingin makan, apa kamu tidak mendengar nya"


Tiba-tiba Hans menarik selimut yang di kenakan istrinya itu melemparnya ke sembarang tempat, kemudian mengendong paksa istrinya itu


"Turunin aku Hans, turuni....." Teriak Haura


Hans medudukan istrinya itu di meja makan yang sudah tersaji pizza


"Cepat makan" Pinta Hans


"Aku tidak ingin memakanya"


"Apa kamu ingin di paksa"


Mendengar ancaman suaminya itu Haura lagsung memakannya sambil meneteskan air mata.


"Udah enggak usah nangis lagi" Hans mengusap setiap air mata yang jatuh ke pipi Haura kemudian mencium keningnya


"Aku sudah kenyang, aku tidak ingin memakannya lagi"


"Terserah kamu, aku mau izin keluar ada urusan penting"


Dengan riflek Haura bertanya "Apa kamu ingin bertemu dengan kekasih mu itu"


"Apa yang ada di pikiran mu hanya tentang itu, aku dengan dia hanya sebatas rekan kerja tidak lebih"


"Ini sudah pukul 23.00 malam, perusahaan mana yang masih bekerja?"


"Tadi Jessica menelfon ku, katanya seperti ada yang mengintai rumah nya jadi dia ketakutan dan meminta tolong kepada ku"


"Keluarga nya kan ada, lagian dia orang kaya tidak mungkin tidak memiliki bodigat untuk menjaga keamanan nya"


"Keluarga nya saat ini sedang berlibur di luar negeri".


"Oh seperti itu, ya udah silahkan kamu pergi untuk menemui dia, lebih penting bagi mu menemui dia yang kata mu dia hanya rekan kerja di banding menemani istri mu yang sedang mengandung"


"Tidak seperti itu"


"Silahkan kamu pergi, aku tidak ingin melihat wajah mu lagi dan mulai besok aku akan pergi meninggalkan rumah ini".

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2