MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
MENIKMATI MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Setelah Joy selesai berpakaian dia mendatangi Haura dan Lily yang sudah menunggu di luar


Lily yang tidak berani menatap wajah Joy yang saat ini berdiri di hadapannya itu mendapat pertanyaan dari Haura


"Why?, kenapa kalian berdua kelihatan sangat canggung?" tanya Haura yang sedang memperhatikan sikap mereka berdua


"Enggak kenapa-kenapa Ra, ya udah yok kata nya mau makan bersama" ucap Lily


"Emang nya ini ada acara apa" tanya Joy


"Gini loh ka, hari ini Bos kami datang untuk mampir jadi dia tadi membawa makan yang banyak makannya kami mau ngajakin kakak untuk makan bareng" jawab Haura.


"Oh gitu, yaudah ayok kebetulan kakak belum makan"


"Ya ayok ko diam aja " ajak Haura


"Maaf Udah nunggu lama ya pak Al " ucap Haura


"Tidak masalah"


"Ini kakak kalian yang kamu ceritain tadi?" tanya Al


"Iya pak kenalin ini kakak saya ka Joy "


"Saya Al " ucap Al sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan


"Saya Joy, saya adalah kakak mereka berdua" ucap Joy sambil membalas jabatan tangan Al


"Ya udah, karena perkenalkan nya udah selesai makanan nya juga udah siap mari kita makan" ajak Haura


Haura duduk berhadapan dengan Al sedangkan Lily duduk berhadapan dengan Joy yang membuat Lily merasa tidak nyaman.


"Selamat makan" Ucap Haura.


Mereka sangat menikmati makan yang di masak oleh Haura


"Eemm, ini enak banget kamu pinter banget masak Ra" Puji Al


"Udah biasa mask saya pak"


"Pantesan aja rasanya enak banget"


"Terima kasih atas pujiannya pak"


"Adik saya ini emang istri idamkan para lelaki" Ucap Joy


"Iss.. enggak juga lah " elak Haura yang membuat mereka sama -sama tertawa


Setelah mereka selesai makan Lily mulai mengantar piring kotor dan mencucinya


"Aku bantuin ya Liy "tawar Haura


"Enggak usah Ra, hari ini kan emang jadwal aku nyuci piring kamu temani pak Al sama ka Joy aja cerita"


"Iya Liy"


"Aku permisi ke toliet dulu ya" pamit Joy padahal dia mau bertemu Lily untuk ngejelasin semua nya .


"Liy" panggil Joy

__ADS_1


"Iya ka, ada yang perlu aku bantu"


"kakak minta maaf atas kejadian tadi, kakak benar-benar tidak bermaksud seperti itu, kamu mau kan maafin kakak?"


"Iya aku tau itu tidak sengaja, kakak enggak perlu minta maaf "


"Jadi apa kita bisa seperti dulu, ketika bertemu tidak merasa canggung dan apa kamu masih mau jadikan aku sebagai kakak kamu ?"


"Tentu, kepada tidak ya udah kakak ke sana gih temani mereka ngobrol"


"Makasih ya Liy "


"Heeemm"


Dring.... dring....


Getar ponsel Haura dan ternyata Hans yang sedang menelfon Haura segerah berlari ke toilet untuk menjawab telfon dari Hans


"Hallo, sayang" ucap Haura


"Sayang aku udah sampai di London"


"Bagus lah kalau gitu"


"Kamu kenapa ngomong nya kayak orang lagi bisik-bisik"


"Enggak ko biasa aja, ni ya dengari aku ngomong biasa aja kan"


"Ya udah kalau kayak gitu, kamu istirahat ya di sana ya Jagan lupa makan nati aku menghubungi kamu lagi bay sayang Mmuaach.. "


"Bay juga sayang"


"Saya permisi pulang dulu ya Ra, soal nya ini udah larut malam" pamit Al


"Iya pak, saya akan mengantar bapak ke depan"


"Enggak usah Ra saya sendiri aja, terima kasih ya atas makanan nya"


"Seharusnya kami yang berterima kasih kepada bapak"


"Tidak masalah, lain waktu kita makan bareng lagi ya"


"Pasti pak"


"Ya udah saya pulang duluan ya Ra, Joy, saya pamit dulu Liy "


"Iya pak, hati-hati di jalan Jagan bosan-bosan kemari " Saut Lily dari dapur


"Oke Liy"


"Kalau begitu kakak pamit juga ya"


"Oke ka Joy, bay... selamat malam"


"Selamat malam juga Haura, Liy kakak pulang ya"


"Iya ka"


mmuueekhh....

__ADS_1


"Ra kamu kenpa?, kenpa kamu mual-mual? jangan-jangan kamu hamil lagi aku harus segera menghubungi pak Hans aku yakin itu anaknya"


"Emmm, pook....." Haura yang mendengar kata-kata Lily memukul kepala nya


"Aduh sakit, kan aku cuma bercanda"


"Enggak lucu "


"Isss Ngembak ni cerita nya "


"Enggak " Jawab Haura singkat dan langsung meninggalkan Lily pergi ke tempat tidur


****


"Selamat pagi semua, karena pak Hans sedang keluar negeri untuk menyelesaikan pekerjaan jadi saya sebagai Sekretaris nya pak Hans saya di minta untuk mengurus segala yang berhubungan dengan pak Hans " ucap Linda


"Ibu Linda.., kapan dia mulai masuk bekerja? " tanya Haura dalam hatinya.


"Selamat pagi Haura, kamu bisa ikut saya ke ruangan pak Hans"


"Selamat pagi juga Bu , Baik bu saya akan segerah menyusul "


"Oh itu yang buat Nyonya Hans dari kemaren kelihatan murung" goda Lily


"Kepo...." Ucap Haura sambil mencubit pinggang Lily


"Beeekk" Lily menjulurkan lidahnya dan berlari meninggalkan Haura


"Ngeselin banget jadi orang, udah ah.. daripada mikirin omongan Lily mending aku ke ruangan Hans untuk bertemu ibu Linda"


Tok..tok.. tok...


"Permisi Bu saya Haura"


"Iya masuk aja Haura"


"Ada apa ibu memanggil saya"


"Saya sudah tau hubungan kamu dengan pak Hans "


"Haah, ibu tau dari mana?" tanya Haura tidak percaya ada yang mengetahui hubungan mereka


"Saya tau dari pak Hans sendiri, sebelum pak Hans berangkat ke luar negeri pak Hans datang menemui saya dan meminta saya untuk bekerja lagi Supaya kamu ada yang jagain"


"Saya? di jagain , di jagain untuk apa saya kan nggak kenapa-kenapa"


"Entah lah, pak Hans sebelum dan sesudah amnesia emang seperti itu Setiap pak Hans pergi keluar negeri untuk bertemu Kline.


pak Hans meminta saya supaya saya menjaga dan memenuhi segala keperluan almarhum ibu Jessica, saya mau cerita sedikit walau pun pak Hans kelihatan dingin dan cuek kepada semua orang tapi dia lelaki yang romantis untuk wanita yang dia cintai nya ada suatu peristiwa di mana waktu itu pak Hans pergi keluar negeri untuk bertemu Kline tiba-tiba pak Hans mendapat kabar bahwa ibu Jessica sedang di rawat di rumah sakit karena kaki ibu Jessica keseleo saat hendak mengunakan heels yang terlalu tinggi


Kamu tau enggak apa yang terjadi?, pak Hans rela ninggalin Kline nya demi untuk melihat kondisi ibu Jessica, saya berfikir waktu itu mereka adalah pasangan yang sangat romantis saya aja iri di buat mereka berdua


tapi sekrang ibu Jessica sudah meninggal semua nya akan jadi kenangan bagi saya dan pak Hans sekarang kamu lah yang akan mengisi kehidupan pak Hans selamat ya kamu akan jadi wanita yang sangat beruntung udah dapatin laki-laki seperti pak Hans.


"Terima kasih atas dukungan nya ibu Linda"


"Ya udah saya sudah cerita panjang lebar, mungkin Kamu sudah jenuh mendengar celotehan saya sekarang kamu kembali bekerja".


"Baik bu"

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2