
Setelah Hans keluar dari dalam kamar rawat Haura , Lily hanya terlihat diam
"Liy kamu kenapa diam aja" tanya Haura
"Enggak ada ko, bisa aja" jawab Lily sambil tersenyum
"Joy mana?"
"Dia lagi ada urusan"
"Oh, aku udah bisa pulang kan bosan disini"
"Udah ko"
"Ya udah aku siap-siap biar kita pulang"
"Iya"
Waktu berlalu dengan begitu cepat, Haura sudah mulai bekerja seperti biasa nya
namun saat ini dia terlihat tidak seperti biasanya Haura seakan sedang memikirkan sesuatu Samapi-sampai dia hampir menabrakkan diri nya ke dinding dan untung nya ada pak Al menarik tangan Haura yang membuat Haura memeluk tubuh pak Al tidak di sangka ternyata Hans sedang mengamati Haura, dia kelihatan begitu marah
"Hey, kamu kalau berjalan itu yang fokus" ucap pak Al
"Maaf pak, maaf" Haura yang tersadar lagsung meminta maaf
"Kamu kenapa jalan sambil melamun, lagi ada masalah lah ya" tanya pak Al
"Enggak ko pak, saya permisi dulu ya pak"
"Iya, jangan melamun lagi kalau jalan"
"Baik pak" jawab Haura
dring dring dring
Bunyi ponsel Haura dan ternyata itu pesan dari Hans
H: segerah datang ke ruangan saya
Dengan segera Haura mendatangi ruangan Hans
tok tok tok
"Permisi pak, saya Haura"
"Masuk"
"Iya pak, ada apa manggil saya ada yang harus saya kerjakan?" tanya Haura
Hans sendiri tidak tau mau berkata apa karena dia memanggil Haura tanpa tujuan
"Emmm, bagimana kabar kamu" tanya Hans basa- basi
"Sudah lumayan baik pak"
"Oh, bagus lah"
__ADS_1
"Iya pak"
"Tolong kamu buatin kopi untuk saya"
"Baik pak"
5 menit kemudian
"Ini kopi nya pak, saya permisi dulu" saat Haura hendak ingin pergi Hans menarik tangan Haura
"Kamu kenapa tidak bersemangat hari ini" tanya Hans
"Saya baik-baik aja pak"
"Kamu enggak seperti biasa nya,coba cerita ada apa siapa tau saya bisa bantu"
tok tok tok
"Permisi pak saya Lily"
Haura yang mengetahui Lily akan segera masuk dia lagsung bersembunyi
"Pak saya harus bersembunyi" Haura sibuk mencari tempat persembunyian Hans langsung menarik tangan nya dan menyuruh nya bersembunyi di bawa meja kerja nya
"Hufff, iya silahkan masuk"
"Saya mau mengantar laporan ini ke bapak"
"Iya maksi"
"Saya permisi pak"
"Iya"
"Huff"
"Kamu kenapa menghindar dari teman kmu?"
"Soal nya dia enggak suka aku dekat-dekat sama bapak"
"Hemm kenpa?"
"Ya karena bapak adalah bos kami terus bapak dari keluarga terpandang sedangkan kami hanya orang biasa terus bapak juga " belum selesai Haura berkata Hans lagsung mencium bibir Haura dengan lembut yang membuat Haura terdiam dan tersipu malu
"Jagan pernah perkata seperti itu lagi, paham"
Haura hanya mengangguk tanda ia mengerti
"Saya keluar dulu pak" Haura keluar dari ruangan pak Hans dengan senyum-senyum sendiri
"Kamu ngapain senyum-senyum sendiri Ra"tanya Lily
"Enggak, siapa yang senyum-senyum udah ah aku mau fokus kerja dulu"
"Ra kamu udah baca belum pengumuman"
"Belum , emang apa pengumuman nya "
__ADS_1
"Ni baca" Lily memberikan ponsel nya kepada Haura
"Pengumuman bahwasanya besok adalah hari ulang tahun perusahaan kita jadi di harapkan ikut berpartisipasi kita akan mengadakan party night dan memilih karyawan terbaik untuk mendapatkan reward dari perusahaan, Wah keren ni " ucap Haura
"Keren si, tapi kita harus..."
"Belanja" ucap Haura dan Lily secara bersamaan
"Kamu cepat selesai kan kerjaan kamu biar kita langsung pergi belanja" ucap Lily
"Okeyyy" jawab Haura dengan semangat
Setelah Haura dan Lily menyelesaikan pekerjaan nya mereka langsung menuju pusat perbelanjaan atau mall yang berada tidak jauh dari kantor perusahaan mereka bekerja
"Liy ini cocok enggak sama aku" tanya Haura
kepada Lily
"Cocok aja si, kamu udah cantik pake apa aja bagus ko" jawab Lily
"Aaa kamu bisa aja deh, tapi aku kurang suka" Haura kembali menggantungkan pakaian itu
Satu jam bagi mereka berdua untuk berbelanja adalah waktu yang singkat dan Akir nya mereka sudah menemukan pakaian apa yang cocok untuk party besok malam
Keesokan harinya suasana di kantor berjalan seperti biasanya dan orang-orang sibuk mengurus untuk acara nanti malam tidak terkecuali Hans yang sangat sibuk dengan urusannya Haura yang dari tadi memperhatikan Hans merasa kasihan dan lagsung menghampiri Hans sambil membawa bekal untuk makan bersama
tok tok tok tok
"Saya Haura pak"
"Iya silakan masuk" Ucap Hans tanpa melihat ke arah Haura yang membuat Haura jengkel
"Apa bapak sudah makan" tanya Haura
"Belum, kerjaan saya masih banyak saya sibuk" jawab Hans
"Sesibuk-sibuk nya bapak Jagan sampai lupa makan" Haura segerah mengeluarkan dan menghidangkan makanan yang di bawahnya tadi dan segera menyuapi Hans
"Aaa baiy gede ku makan yang banyak ya "ucap Haura yang sedang menyuapi makan Hans
Hans yang mendapat perlakuan seperti itu merasa tersentuh
"Bapak kenapa melihat saya seperti itu"
"Kamu kenpa perhatian kepada saya" tanya Hans
"Ya karena saya kan karyawan bapak terus saya perhatikan bapak dari tadi sibuk terus jadi saya pikir bapak pasti belum makan saya sebagai karyawan yang baik mau membantu bapak"
Hans menarik tangan Haura Samapi-sampai Haura terjatuh ke pangkuan Hans mereka saling tatap-tapan begitu lama saat Hans ingin mencium Haura tiba-tiba ada yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu yang membuat mereka terkejut dan ternyata itu Erica sahabat nya almarhum Jessica
"Maaf saya mengganggu kalian, saya permisi"
Erica merasa geram kepada Hans dan Haura baru saja Jessica meninggal dia langsung mencari pengganti sahabatnya itu tidak hanya itu saja bertahun-tahun Erica menyimpan perasaan kepada Hans namun pada saat itu Hans sudah berpacaran dengan Jessica
flashback
Hans, Jessica dan Erica adalah sahabatan sejak mereka duduk di bangku SMA apa saja mereka selalu melakukan nya bertiga namun dalam persahabatan itu ada yang saling menyukai Erica menyukai Hans sejak mereka duduk di bangku SMA kelas 1 namun rasa suka nya itu tidak berani ia ungkapkan kepada Hans ia takut apa bila ia mengatakan bahwa diri nya menyukai Hans maka persahabatan itu menjadi kacau akibat diri nya, suatu ketika acara
__ADS_1
Perpisahan Mereka Hans meminta bantuan kepada Erica untuk membantu nya mengatakan cinta nya kepada Jessica , Erica yang mendengar itu merasa marah dan kecewa namun dia tetap membantu Hans pada waktu itu, ia tidak mau persahabatan nya hancur karena ego nya dan pada waktu itu lah Hans dan Jessica berpacaran Erica berusaha membuang jauh-jauh perasaan nya itu namun apa daya sampai saat ini dia masih menyukai Hans