MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
TEROR


__ADS_3

Setelah Hans mengantar Haura pulang ke apartemennya dia kembali ke rumahnya untuk menganti pakaian kemudian dia berangkat ke kantor nya


"Selamat pagi pak" sapa sopir Hans


"Iya selamat pagi juga pak Jony, kita berangkat sekarang ya pak" balas Hans


"Baik pak"


Beberapa menit kemudian Hans sudah tiba di kantor. Lily yang melihat Hans yang baru tiba di kantor langsung menghampiri nya


"Di mana Haura, kenapa kalian tidak pulang kemarin" tanya Lily


"Oke-oke saya akan menjelaskan nya Haura sekarang sudah di apartemen kemarin ada musibah yang membuat kami tidak bisa untuk pulang dan kami menginap di hotel" jelas Hans


"Hotel...? apa kalian tidur bersama?" tanya Haura penasaran


"Emmm, saya duluan ya" Jawab Hans kemudian dia berjalan meninggalkan Lily yang masih penasaran"


"Dasar.. sementang Bos, sesuka hatinya pergi ketika orang sedang bertanya padanya" Ucap Lily kesal


****


Dreettt....Dreettt.....


Getar ponsel Haura notifikasi panggilan dari Nomor


yang tidak di kenal


"Iya hallo ini siapa" tanya Haura Kepada si penelpon yang tidak di kenal itu


"Kamu tidak ingat suara saya?" jawab si penelpon


Setalah Haura mendengar suara si penelpon itu dia langsung mematikan ponsel nya


"Kenapa dia selalu meneror aku, siapa sebenarnya dia?"


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu dari luar kamar apartemen Haura


"Siapa itu, jangan-jangan si penelpon itu lagi karena aku enggak mau ngikutin omongan dia jadi dia ingin menyakiti ku"


Haura perlahan berjalan untuk mengetahui siapa yang sedang mengetuk pintu kamarnya itu saat Haura membuka pintu kamar nya dia hanya mendapati sebuah kotak kecil kemudian membawanya masuk.


"Apaan ya isinya ini" Haura yang merasa penasaran membuka kotak itu dengan kaget nya dia, dia melihat foto Lily yang berlumuran dengan darah


Dreettt....Dreett....


Mendengar ponselnya bergetar Haura dengan segera menjawab nya

__ADS_1


"Kamu yang ngirim kotak yang isi nya foto sahabat aku yang di berlumuran darah ayam itu kan" tanya Haura dengan nada tinggi


"Itu peringatan kedua untuk kamu, sudah saya peringatkan sebelumnya tinggalkan Hans kamu dan sahabat mu akan selamat"


"Jagan mimpi kamu, saya tidak akan meninggalkan Hans"


"Oh, baik kamu lihat apa yang bisa saya lakukan terhadap sahabat kamu saya akan melukai orang-orang yang terdekat dengan mu" ancam si penelpon


"Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin aku meninggalkan Hans tapi aku juga tidak mau sahabat aku menjadi korbannya " Ucap Haura dalam frustasinya


Dreettt....Dreett....


Ponsel Haura kembali bergetar


"Apa lagi yang kamu mau ha" tanya Haura dan ternyata itu bukan dari nomor yang menerornya


"Kamu kenpa sayang marah-marah?, aku ada salah sama kamu ya tapi kaya nya tadi kita baik-baik aja" jawab Hans


"Eh maaf sayang tadi itu ada nomor yang enggak di kenal nelfon-nelfon terus kata nya si dari kurir pengantar barang, secara aku kan enggak ada pesan barang apa-apa"


"Oh gitu, emang si sekarang ini banyak penipuan kalau misalkan kamu mau belanja pake kartu Kredit aku aja ya"


"Enggak mau ah, Aku enggak mau di bilang sama orang-orang cuma manfaatin kekayaan kamu"


"Kenpa harus dengerin kata orang si syang bentar lagi kan kamu mau jadi istri aku"


"Istri?" tanya Haura tidak percaya


"Bukan nya ini terlalu cepat ya"


"Aku ingin selalu bersama mu saat mata ku terlelap dan saat aku membuka mata, aku ingin selalu membuat mu bahagia di saat kamu merasa sedih aku ingin kau menjadi orang yang yang terakhir di hati ku,tanpa ada nya kamu di sisi ku sedetik saja aku merasa hampa dan kehilangan" Hans membaca kan Haura puisi


"Ooh, so sweet nya Bos ku, dapat puisi dari mana dari google ya atau minta ibu Linda untuk menuliskan nya"


"Iss, itu kata-kata yang terlahir dari lubuk hati ku yang paling dalam bukan dari siapa pun"


"Ternyata seorang Bos itu bisa romantis juga ya"


"Ya bisa lah, Bos juga manusia kan jadi gimana kamu mau kan nikah sama aku"


"Bukan nya enggak mau, tapi apa keluarga kamu mau menerima aku yang status sosial nya tidak sebanding dengan status sosial keluarga kamu "


"Aku akan membicarakan nya kepada mereka, kamu Jagan khawatir"


"Iya my pacar".


"Ya udah ya syang aku kan pergi menemui Kline dulu nati kita sambung telepon "


"Oke sayang baik-baik kerja nya ya"

__ADS_1


"Mmuaach 😘 , enggak ada balasannya ni"


"Udah ah sana nati telat lagi ketemu Kline nya"


"Iya sayang"


Haura mengakhiri telponan mereka


"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang Hans ingin segerah menikah dengan ku, aku ingin sekali menikah dengan nya tapi si tukang teror itu meminta aku meninggalkan Hans"


"Pagi siang malam ngelamun aja kerjaan anak satu ini" Ucap Lily yang tiba-tiba muncul


"Lily kamu bisa enggak, enggak ngagetin orang sekali aja kalau misalkan tadi aku punya penyakit jantung tadi giman"


"Yee, kalau aku tau kamu punya penyakit jantung enggak akan aku ngagetin kamu, habis nya dari tadi aku pencet bel kamu nya enggak dengar ya udah aku masuk aja kirain kamu ketiduran gitu habis jalan ya kan"


"Nyindir ya"


"Enggak nyindir ko, situ ngerasa ya" Ucap Lily nyinyir kepada sahabatnya itu


"Terserah mu lah"


"Gimana honeymoon nya kemarin " tanya Lily


"Siapa juga yang honeymoon ngada-ngada kalau ngomong" Jawab Haura sambil memalingkan kepalanya


"Iya deh"


"Tapi ngomong-ngomong kamu enggak kenapa-kenapa kan ada enggak orang lain yang mau nyakitin kamu ?" tanya Haura


"Enggak emang nya kenapa Ra?"


"Kamu ingat enggak yang nelfon aku kemarin itu, yang minta aku untuk ninggalin pak Hans "


"Iya ingat, emang nya dia ngancem kamu lagi Ra ".


"Iya Liy kata dia kalau aku enggak ninggalin Hans juga, dia bahkan ngejahatin kamu"


"Udah kamu tenang ya, aku bisa jaga diri ko kamu enggak usah dengar orang enggak jelas itu"


"Tapi Liy aku enggak mau buat kamu dalam bahaya karena aku".


"Kamu lupa di tubuh aku sekarang ada racun yang berbahaya jadi siapa yang berani macam-macam sama aku tinggal sentuh aja mereka pasti jatuh juga kan "


"Iya juga si"


"Tapi kamu tetap hati-hati ya, aku enggak mau kamu kenapa-kenapa apa lagi itu di karena aku


"Baik lah Nyonya Hans yang terhormat aku akan menuruti perintah mu"

__ADS_1


"Hahahahah" tertawa mereka bersama


bersambung.......


__ADS_2