
Pagi-pagi Susana di kantor sudah di buat heboh karena mereka mendengar sebuah Rumor
ternyata pas Hans tidak sengaja bertemu Haura di toilet ada salah satu karyawan yang melihat Mereka ya itu teman kerja tim nya Haura yang bernama Nia, tidak hanya itu saja Nia itu juga menguping pembicaraan Hans dan Haura.
Dia merasa kaget dan tidak percaya bahwasanya seorang bos berpacaran dengan karyawan biasa tidak terima hal itu Nia memfoto Hans dan Haura secara diam-diam dan membuat sebuah rumor bahwa Haura sudah menggoda bos besar mereka, dia juga berkata Haura adalah wanita murahan yang hanya memanfaatkan kekayaan Hans tidak hanya sampai di situ saja Nia juga membuat akun palsu dan menyebabkan Rumor itu ke group perusahaan mereka
sebelum nya Nia memang tidak menyukai Haura karena diam-diam lelaki yang sudah lama di sukai Nia ternyata menyukai Haura yang baru saja dia kenal
flashback...
Nia dan Rafi sebelum adalah teman dekat bahkan mereka sama-sama berjuang untuk masuk ke dalam perusahaan ini, pada suatu ketika Nia jatuh sakit Rafi lah yang selalu merawat nya di karenakan orang tua Nia berada jauh di kampung, pada saat itu lah Nia mulai menyukai
Hari ini rencananya Nia ingin mengungkapan cinta nya kepada Rafi dia tidak mau menunggu terlalu lama lagi
"Rafi, kamu sibuk enggak aku mau ngomong serius sama kamu"
"Enggak ko, aku juga ada yang mau aku omongin"
"Ya udah kamu aja duluan" Kata Nia
"Sebenarnya aku menyukai seseorang, tapi aku enggak berani mengungkapkan nya " ucap Rafi
Mendengar hal itu Nia merasa bahagia, dia berfikir bahwa ternyata Rafi juga menyukai diri nya kerena setau Nia hanya diri nya lah selama ini berada di dekat Rafi Dengan perasaan berseri seri Nia berkata
"Udah kamu ungkapin aja, nati kamu kalah telat loh"
"Benarkah, apa sebaiknya aku mengungkapkan sekrang ya"
"Iya, lebih cepat lebih bagus"
"Ya udah aku pergi dulu ya" Rafi lagsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan untuk menghampiri Haura namun hal itu di hentikan Nia
"Tunggu" ucap Nia
"Oh iya aku lupa ya mau dengerin kamu ngomong
emang kamu mau ngomong apa sepertinya serius"
__ADS_1
Dengan perasaan sesak di dalam hati nya Nia berkata"Enggak penting ko, lupain aja oh ya kamu belum ngasih tau siapa perempuan yang kamu sukai itu"
"Kamu tau ko siapa orangnya"
"Siapa tu ?? iss masih aja main tebak-tebakan aku serius ni nanyak"
"Eeemm kasih tau enggak ya, dia Haura teman satu tim kerja kamu"
"Oh, Ya udah pergi sana ungkapan perasaan kamu sebelum ada yang lebih dulu tapi tunggu dulu dasi kamu harus rapi dong perempuan itu menyukai laki-laki yang rapi dan harum" ucap Nia sambil merapikan dasi Rafi namun dalam hati nya sangat hancur
"Nia" Panggil Rafi
"Emm ada apa lagi"
"Maksi ya kamu memang teman aku yang baik dan pengertian, sangat beruntung laki-laki yang dapatin kamu nantinya"
"Santai aja, Udah ah sana" Nia mendorong badan Rafi untuk berjalan tidak tahan menahan air mata nya Nia berlari ke toliet untuk menumpahkan air mata nya
"Hiks...hiks...hiks... kamu jahat fi, aku yang selam ini berada di sisi kamu sudah senang kita jalanin bersama aku juga menolak semua laki-laki demi kamu, tapi kamu malah memilih perempuan itu apa lebih nya dia di bandingkan aku fi? hiks...hiks.. hiks..." Ucap Nia dalam hati smabil menangis dia menyandarkan badan nya ke dinding toilet karena dia tidak mampu rasanya berdiri .
"Kamu udah baca enggak Lily, Rumor tentang Haura " tanya rekan kerja Lily
"Rumor apaan" Lily lagsung segera mengecek ponselnya
"Astaga Ra, aku bilang juga apa kan kejadian juga" ucap Lily dalam hati nya
"Kamu ada lihat Haura enggak?" tanya Lily
"Enggak, dari tadi aku enggak ada lihat Haura kirain dia emang enggak masuk kerja hari ini"
"Kamu di mana si Ra" Lily berusaha menelfon Haura namun tidak di jawab
Dring..... dring .....dring
Hans yang mendengar getar ponsel Haura lagsung membangunkan nya
"Sayang bangun, Lily dari tadi nelfon"
__ADS_1
"Haaaa, ini udah jam berapa?" tanya Haura sambil menarik tangan Hans untuk melihat jam yang ada di tangan Hans
"Jam 10" jawab Hans
"Kenapa enggak banguni aku dari tadi"
"Dari tadi aku udah coba bangunin tapi Kamu nya emang susah di bangunin"
"Ya udah aku pergi dulu"
"Tunggu" Hans mengambil sisir yang ada dalam laci nya dan merapikan rambut Haura yang berantakan.
"kalau kamu keluar dari ruangan aku dengan rambut berantakan kaya gini nanti orang-orang berfikir yang enggak-enggak lagi" ucap Hans
"Makasih syang" Haura mencium pipi Hans dan langsung pergi keluar dari ruangan nya
"Aku harus jawab apa nanti kalau ada yang nanyak kenapa aku baru datang" Ucap Haura dalam hati nya smabil mengigit kuku jempol tangan nya
Di dalam kebingungan Haura, dia melihat semua orang yang ada di kantor itu melihat nya dengan tatapan marah dan jijik yang membuat nya semakin bingung bahkan ada yang yang menyindir nya dengan kata-kata kasar
"Dasar wanita murahan, lihat wajahnya seperti orang yang tidak berdosa padahal di dalam nya berhati iblis"
"Ada apa sebenarnya ini kenapa orang-orang mengatai aku dengan kata-kata kasar seperti ini" Haura bertanya-tanya kepada diri nya sendiri
"Liy" panggil Haura yang sedang berjalan ke arahnya
"Ikut aku" Lily menarik tangan Haura ke dalam gudang
"Ada apa si Liy"
"Kamu habis dari mana, kamu dari ruangan pak Hans kan kamu ngapain di sana berjam jam, kamu enggak tau kan rumor yang beredar tentang kamu, udah berapa kali aku bilang sama kamu Ra jauhi pak Hans, tapi apa kamu sekrang malah asik berduaan di ruangan yang tertutup sama pak Hans atau benar tentang rumor itu kamu menodai pak Hans suapaya mau sama kamu aku malu berteman sama kamu " kali ini Lily benar-benar marah besar kepada Haura Samapi-sampai Lily enggak berfikir apa kah kata-kata nya dia menyakiti perasaan Haura
"Liy, kamu ngomong apa ha .. kamu ngomong apa hiks..hiks..hiks ...tega kamu sama aku ya, bertahun-tahun kita berteman kamu enggak bisa mempercayai aku Liy, kalau orang lain enggak percaya sama aku enggak apa tapi kamu Liy udah aku anggap seperti diri aku sendiri aku kecewa sama kamu Liy kata-kata kamu menyakiti hati ku yang paling dalam
sakit banget Liy " Haura berlari meninggalkan Lily samabil menangis membawa hati nya yang hancur akibat perkataan sahabat nya itu
Bersambung.....
__ADS_1