MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
HUKUMAN


__ADS_3

"Huuuff" Nafas panjang Haura pasrah "Ya udah kalau itu mau kamu, aku tidur di ruang tamu aja"


"Jagan dong sayang" Ucap Hans samabil menarik tangan Haura yang membuat Haura jatuh kedalam pelukannya


"Lepasin" Bisik Haura manja


"Enggak mau" Hans semakin mempererat pelukannya itu


"Kamu bau, mandi sana" Pinta Haura sambil menutup hidungnya menggunakan tangan nya


"Emang iya ya?" tanya Hans


"Pake nanyak lagi ya bau lah, bau parfum cewek lagi, pake parfum apansi Kline kamu itu sampai bau nya menyengat kaya gini" Ucap Haura nyinyir sambil mengipasi hidungnya menggunakan tangannya "Udah sana mandi"


"Ya udah mandiin"


"Malas ! mandi aja sendiri kan udah gedek"


"Ya udah aku mandi dulu ya sayang, Cup..." Sebelum Hans ke kamar mandi dia masih sempat nya mencuri kesempatan untuk mencium bibir Haura


"Dasar mesum" Teriak Haura


"Emang iya" jawab Hans


Setelah 10 menit kemudian Hans sudah selesai mandi


"Sayang.." Panggil Hans yang baru saja keluar dari kamar mandi


"Iya ada apa" jawab Haura menoleh ke arah Hans


"Enggak jadi" Hans langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang milik nya yang super empuk itu.


"Pakai baju sana "


"Ngapain pakai baju kalau nanti di buka juga"


"Emmm, aku pergi cari makan dulu ya"


"Eets... kamu enggak bisa ke mana-mana lagi" Hans langsung menahan tangan Haura supaya dia tidak bisa pergi


"Hans lepasin aku..." belum selesai Haura berbicara Hans langsung menciumi bibir Haura


"Hans aku kehabisan nafas"


"Hukuman buat kamu"


"Emang nya aku ada ngelakuin kesalahan apa?, makannya aku harus di hukum" tanya Haura


"Suuut...." Hans meletakan jari telunjuk nya di bibir Haura suapaya Haura tidak mengeluarkan satu kata pun kemudian Hans mendorong tubuh Haura ke kasur empuk itu

__ADS_1


"Hans kamu mau ngapain?


Tanpa banyak bicara Hans melepaskan satu persatu pakaian Haura kemudian dia kembali menciumi Haura dengan penuh gairah, sedangkan Haura hanya mengikuti permainan yang di buat oleh Hans.


Jam menunjukkan pukul 8 pagi


"Hans ayo bangun, ini udah pagi loh aku udah terlambat bekerja" Teriak Haura di telinga Hans


"Mmmm" Gumam Hans sambil mengambil posisi nyamannya kemudian dia kembali tertidur


"Aku hitung sampai 5 kalau belum bangun juga aku geli tikin ya" Ucap Haura mengancam Hans namun smapi hitungan 5 pun Hans belum bangun juga, karena merasa di abaikan Haura kemudian menggelitik Hans


"Hahahaha" Tawa Hans kegelian. "Iya sayang ampun-ampun aku bangun ni"


"Rasain tu"


"Morning Kiss dong sayang"


"Masih mikirin morning Kiss, enggak mikirin aku yang udah terlambat untuk pergi kerja, pasti ni ibu Erica marah-marah sama aku "


"Nati kita marahin dia Balik kalau dia marahin kamu"


"Kan aku yang salah, wajar aja dong di marahin sama atasan"


"Udah-udah kamu enggak usah masuk kerja hari ini, kita jalan-jalan aja aku temani kamu seharian ini ke mana aja kamu mau"


"Seriusan?"


"Tangan kamu mau ngapain ni?" tunjuk Haura ke tangan Hans karena tangan nya itu hampir saja menyentuh dada Haura


"Mau ngambil ini, makannya pikiran kamu Jagan aneh-aneh dulu" Ujar Hans sambil menunjukan ponsel nya itu. " Aku mau menelfon sekertaris Linda mau ngabarin aku sama kamu enggak masuk kantor hari ini"


"Mmmm" Gumam Haura tersipu malu


"Ya udah sekrang kamu siap-siap dulu" pinta Hans


"Oke sayang" Haura mencium bibir Hans sekilas


"Kalau ada mau nya gini ni"


****


"Selamat pagi Bu Erica" Sapa Linda sekretaris Hans


"Iya selama pagi Bu Linda" Sapa balik Erica


"Saya mau menyampaikan pesan bahwa hari ini Haura izin tidak bisa masuk kantor"


"Oh begitu, terima kasih informasinya Bu"

__ADS_1


"Iya sama-sama, saya permisi dulu"


Pada saat sekertaris Linda melangkahkan kaki nya tiba-tiba Erica memanggil nya kembali


"Tunggu Bu Linda"


"Iya Bu ada yang bisa saya bantu"


"Apakah hari ini pak Hans tidak masuk kantor Bu soalnya udah jam segini beliau belum kelihatan ada di kantor"


"Sudah aku pikiran sebelumnya pasti ibu Erica mempertanyakan hal ini" Ucap sekretaris Linda dalam hatinya. "Pak Hans tidak bisa Masuk hari ini Bu, saya permisi dulu" dengan segera sekertaris Linda meninggalkan Erica.


"Sudah aku duga pasti saat ini mereka sedang bersama, awas kalian berdua ya akan ku beri perhitungan nati" Ucap Haura dalam hati nya


****


"Kita ke mana sayang?" Tanya Haura.


"Ke mana kamu mau aja " Jawab Hans


"Emmm kamu mau enggak nemani aku ke pemakaman mama?"


"Boleh dong sayang" Hans mengeluarkan mobil nya dari garasi sekarang dia mengarahkan mobil nya sesuai petunjuk Haura


30 menit perjalanan akhir mereka sampai di pemakaman mama Haura, Hans memarkirkan mobilnya di depan toko bunga milik Haura


"Mah ni Haura, Haura rindu banget sama mama pegen peluk mama" Ucap Haura menangis tersedu-sedu di pemakaman mama nya itu


"Sabar ya sayang" Hans mengelus-elus pundak Haura untuk menenangkan nya


"Oh ya mah, ini calon mantu mama" Haura menatap mata Hans dalam. " Dia laki-laki yang baik banget sama Haura, perhatian, dia selalu melindungi Haura dan Haura sangat mencintai nya mah"


"Saya janji Tante akan selalu menjaga dan mencintai Haura selama hidup saya" Ucap Hans meneteskan air mata kemudian dia mengelus-elus kepala Haura


Setelah mereka selesai berdoa untuk almarhum Mama Haura, mereka tidak lupa menaburi bunga di atas makam mama nya itu


"Ya udah yok sayang, mampir dulu ke toko bunga ku" Ajak Haura samabil mengandeng tangan Hans


"Iya sayang"


Pada saat di perjalanan ke toko mereka saling Berbincang-bincang namun Hans terfokus pada satu titik ya itu tempat di mana dia dan Jessica mengalami kecelakaan tiba-tiba saja Hans memegang kepalanya seperti ada bayangan yang melintas di kepalanya.


"Aaaw kepala ku"


"Kamu kenapa sayang"


"Tempat itu, sepertinya tempat itu tidak asing lagi" Hans menunjuk ke arah tempat dia kecelakaan dulu


"Udah-udah kamu enggak usah pikirin itu dulu ya sayang sekrang kita pergi dari sini".

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2