MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
LILY LAHIRAN


__ADS_3

3 Bulan kemudian


"Pagi Lily" Sapa Haura


"Pagi juga Ura"


"Udah hamil sebesar ini masih aja giat kerja" Ucap Haura samabil mengelus perut buncit Lily


"Enggak apa-apa Tante kan adek bayi nya kuat, astaga Ra perut aku tiba-tiba keram"


"Kamu kenapa Liy" Tanya Haura panik


"Sepertinya aku mau lahiran Ra"


"Kamu serius Liy?, aduh gimana ini kamu tunggu bentar ya Liy aku minta bantuan dulu"


"Jangan lama Ra, aku udah enggak kuat lagi"


Dengan segera Haura berlari untuk meminta bantuan Dia meminta bantuan kepada Hans yang kebetulan sedang berjalan ke arah ruangan nya


"Sayang..." Panggil Haura


"Ada apa sayang, kenapa kamu tergesa-gesa"


"Lily sayang"


"Lily kenapa?"


"Lily mau lahiran, ayok kita bawa dia ke rumah sakit"


"Ya udah ayok"


"Astaga Lily air ketuban nya udah pecah, ayok sayang langsung bawa Lily"


Hans mengendong Lily yang sudah tidak berdaya lagi


"Beri jalan" Pinta scurity yang bertugas di perusahaan Hans itu


Tidak beberapa lama mereka samapi di rumah sakit terdekat dengan segera Lily di tangani dokter


"Telfon kak Hart sekrang juga beritahu bahwa istrinya akan melahirkan"


"Iya sayang"


"Hallo kak Hart, segera datang ke rumah saki bakti Hospital Lily akan melahirkan"


"Iya Ra, kakak langsung ke sana ya"


"Iya kak"


"Udah sayang"


"Bagus lah sayang"


"Kamu deg-degan ya?, Tangan kamu kenapa?, Coba lihat"


Hans memberikan tangan kepada Haura


"Karana Lily tadi ya?"


"Iya sayang"


Saat berada di dalam mobil tadi, Lily mencekram tangan Hans dengan kuat sampai meninggalkan jejak


Beberapa menit kemudian Hart telah sampai di rumah sakit dan tidak beberapa lama lagi dokter keluar dari ruang bersalin


"Bagaimana istri dan anak saya dok?" Tanya Hart


"Selamat, sekarang anda sudah menjadi seorang ayah dari seorang anak laki-laki dan kondisi istri anda baik-baik saja" Ucap dokter yang menangani Lily

__ADS_1


"Puji Tuhan" Ucap Hart bersyukur


"Apa saya bisa melihat anak dan istri saya dok?"


"Tentu, kalau begitu saya permisi dulu"


"Terima kasih dok"


Hart, Hans dan Haura langsung masuk ke ruangan bersalin Lily


"Maksi ya sayang, kamu sudah memberikan anak seganteng ini" Ucap Hart smabil mencium anaknya yang baru lahir


"Gantian dong kak Hart gendong nya aku kan mau gendong keponakan ku"


"Tentu"


Hart memberikan anaknya yang baru lahir itu untuk di gendong oleh paman nya


"Iiii.... dia lucu banget, kecil lagi" Ucap Hans


"Selamat ya Liy"


"Makasi ya Ra, makasi juga ya Ra untuk tadi"


"Iss.... kaya sama siapa aja, santai aja kali"


"Udah kabarin mama sama papa belum?" Tanya Lily


"Udah sayang, setelah papa selesai meeting akan segera ke sini"


"Bagsu lah sayang"


"Kalau begitu kami balik ke kantor dulu ya setelah jam kerja selesai kami langsung ke sini lagi" Ucap Hans


"Iya Hans, terima kasih atas bantuan kalian"


"Iya kak" Jawab Hans


Hans mengandeng tangan Haura sampai di parkiran mobil mereka


"Balik ke kantor ya pak" Pinta Hans ke sopir pribadi nya itu


"Baik pak"


10 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kantor.


"Sayang aku langsung ke ruangan ku ya"


"Ikut" Ucap Haura manja


"Tumben ada apa ini"


"Emang nya salah ya"


"Enggak si, ya udah ayok" Hans dan Haura berjalan bersama memasuki ruangan Hans


"Sayang!" Panggil Haura.


"Iya"


"Maafin aku ya"


"Untuk apa" Tanya Hans tidak tahu kenapa istrinya itu tiba-tiba meminta maaf padahal istrinya tidak memiliki kesalahan


"Sudah 3 bulan lebih kita menikah tapi aku belum kasih kamu keturunan" Haura menunduk kan kepalanya supaya Hans tidak melihat nya meneteskan air mata


"Hey.... aku enggak minta lebih dari kamu, anak itu adalah anugerah dari Tuhan jika Tuhan belum izinkan kita untuk memiliki anak dengan cepat kita harus bersabar dong, lagian kita nikah nya belum lama" Jelas Hans smabil mengusap air mata Haura


"Tapi tadi kamu kaya kelihatan bahagia banget pas gendong baiy nya Lily dan kak Hart"

__ADS_1


"Bahagia lah, masa aku gendong baiy nya sambil cemberut kaya gini yang ada Beby nya takut sayang" Hans membuat ekspresi wajah yang menggelikan samapai-samapi Haura tidak sanggup menahan tawanya


"Hahahaha 🤣🤣 kamu lucu banget sayang"


"Enggak apa-apa deh, asal kamu senang"


"Makasi ya sayang" Ucap Haura menarik dasi Hans yang membuat wajah mereka tidak memiliki jarak


"Kamu nakal sayang"


"Siapa dulu pawang nya"


Dengan segera Hans mencium bibir Haura mulai dari ciuman lembut samapi ciuman panas..


Kini tangan Hans berhasil membuka baju kemeja yang di kenakan Haura


"Harus di sini ya sayang" Tanya Haura di tengah ciuman panas mereka


"Iya sayang" Jawab Hans samabil mengendong Haura duduk di atas meja kerjanya


Di cium in tubuh indah istrinya itu, mulai dari ujung kepala sampai ujung rambut


"Hans...." Panggil Haura manja seperti nya Haura sudah tidak sanggup menahan birahinya lagi


"Iya sayang, aku tahu apa yang kau inginkan"


"Kalau begitu lakukan sekarang sayang"


Hans melepaskan semua pakaiannya, kini tubuh mereka benar-benar polos, Hans memasukan senjata nya ke milik istri nya itu


5 Menit kemudian mereka selesai melakukan aktivitas panas mereka


"Kamu berkeringat dan berantakan sekali sayang" Hans mengenakan kembali pakaiannya dan mengenakan pakaian Haura, merapikan rambut Haura yang berantakan dan mengusap keringat Haura dengan tangan nya


"Terima kasih sayang, aku sangat lelah"


"Iya sayang aku tahu, kamu istirahat dulu"


"Enggak usah sayang, aku harus lanjut kerja karena hari ini ada laporan yang harus di serahkan ke ibu Erica"


"Nati aku yang minta izin ke Erica, kasihan kamu nya kelelahan"


"Aku enggak apa-apa sayang"


"Ya udah terserah kamu aja"


"Ya udah aku keluar dulu ya sayang" pada saat Haura hendak ingin keluar Hans menahan tangan Haura


"Ada apa sayang?" Tanya Haura ke bingung an buka nya Hans sudah setuju tadi bahwa dirinya ingin lanjut bekerja


"Resleting rok kamu" Perilaku Hans ini membuat Haura tersipu malu, sentuhan Hans memang selalu berhasil membuat Haura melayang


"Udah belum?" Tanya Haura merasa Hans lama sekali menaikan resleting rok nya itu


"Sebentar lagi sayang, susah soalnya" jawab Hans


"Alsan, dasar suami mesum"


"Tapi kamu senang kan?"


Haura tidak menjawab pertanyaan Hans dia malah berlari ke luar.


"Anehnya tingkah laku istri ku, membuat ku ingin selalu bersama nya" Ucap Hans kepada dirinya sendiri


"Tapi kenapa kepala ku sakit banget" Hans meremas kepalanya karena terlalu sakit


di dalam memori kepalanya dia mengingat peristiwa Waktu dia kecelakaan bersama Jessica


Sebenarnya ini awal yang bagus untuk Hans karena perlahan dia mulai mengingat masa lalu nya. Tapi justru Hans tidak menginginkan ingatan nya segera pulih.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2