MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
KEPULANGAN HANS


__ADS_3

Pagi ini Semua karyawan sibuk mengurus penyambutan kepulangan Hans yang sudah berhasil menangani masalah pembangunan yang ada di London


"Ciee sang kekasih akhir nya pulang" goda Lily kepada Haura


"Apansi biasa aja, mending enggak usah pulang sekalian" Ucap Haura yang enggak tau nya Hans berada di belakang Lily


"Jadi ceritanya aku enggak di harapkan untuk pulang ni"


"Hans...pak Hans...." Ucap Haura dan Lily bersamaan


"Maaf pak saya permisi dulu, Ra aku pergi dulu ya" pamit Lily kepada Hans dan Haura


"Jadi gimana Kamu enggak mau aku pulang lagi?".


"Enggak"


"Kenapa?"


"Maaf pak Hans yang terhormat ini jam kerja jadi saya harus kembali bekerja lagian di sini banyak orang nanti yang ada saya di gosip in lagi"


"Ya udah kamu ikut keruangan aku aja"


"Enggak mau"


"Haura temani saya.." belum selesai Al berbicara dia terdiam melihat Hans yang sedang berdiri di sebelah Haura


"Pak Hans, untuk apa dia datang menemui Haura" ucap Al dalam hati nya


"Selamat pagi pak Hans, selamat ya atas keberhasilan bapak menangani kasus pembangunan perusahaan yang ada di London"


"Iya terima kasih" jawab Hans


"Iya pak Al ada apa ?" tanya Haura mengapa Al memangil nya


"Tadi nya saya mau ngajak kamu untuk ikut ke toko bunga kamu soal nya perusahaan butuh banyak bunga untuk persiapan penyambutan pak Hans,tapi kamu sepertinya lagi sibuk saya cari orang lain aja "


"Oh, enggak ko pak saya ikut bapak"


"Toko bunga?" tanya Hans penasaran soalnya Haura tidak pernah menceritakan bahwa dia memiliki toko bunga


"Ya udah yok pak Al nanti kita telat lagi" ucap Haura yang mengabaikan pertanyaan Hans


"Kami pamit ya pak" ucap Al saat mereka hendak pergi Hans menghentikan nya


"Tunggu..., apa kalian berdua sedang berpacaran" tanya Hans


"Mau mengarah ke sana pak, doain aja yang terbaik" jawab Al


"Oh.., gitu ya udah kalian boleh pergi"


"Baik pak"


Sudah dua jam lebih tapi mereka belum juga kembali dari toko bunga Haura, Hans yang menunggu kepulangan Haura merasa cemas dia mencoba untuk menghubungi nya namun ternyata Haura telah memblokir nomor telefon Hans

__ADS_1


"Sialan....." Hans membanting ponsel nya, mengacak-acak rambutnya, meninju tembok dengan tangannya samapi-sampai tangan mengeluarkan darah


Tok...tok...tok...


"Permisi pak" Ucap Erica dari luar karena tidak ada yang menjawab dia langsung masuk ke dalam dengan sangat kaget dia ketika melihat Hans terdiam di lantai dengan tangan bercucuran darah


"Ada apa dengan kamu Hans ,sadar Hans sadar kamu Jagan bertingkah bodoh seperti ini" Erica membantu Hans untuk duduk di kursinya kemudian mengambil kotak P3K untuk mengobati tangan Hans


"Kamu di sini, apa aku harus seperti ini dulu supaya kamu mau menemui ku" Ucap Hans sambil menyentuh wajah Erica yang dia pikir adalah Haura


"Aku akan selalu ada di sini kamu Hans dari dulu sampai sekarang seperti perasaan ku terhadap kamu yang akan selalu ada"


Setelah Erica membersikan luka Hans dia keluar dengan sangat hati-hati suapaya Hans tidak mengetahui nya


Selang beberapa menit Linda datang untuk menemui Hans Supaya Hans segerah bersiap untuk penyambutannya sekaligus merayakan kemenangan Hans dalam menangani masalah perusahaan mereka


"Pak Hans, tangan bapak kenapa apa yang terjadi kepada bapak?"tanya Linda


"Tidak apa, saya baik-baik saja"


"Sebentar pak" Linda keluar untuk mencari Haura dia mencari Haura sampai menelusuri hampir semua rungan


"Ibu Linda, ibu ngapain di sini?" tanya Haura


"Akhir nya kamu datang sendiri, ayok ikut saya"


"Tapi kemana Bu"


"Diam saja kamu, ikut aja"


"Tapi untuk apa saya masuk ke ruangan pak Hans" tanya Haura lagi


"Udah, kamu tau nanti masuk aja dulu"


Dengan langka yang berat Haura terpaksa masuk ke ruangan Hans


"Iya pak, apa bapak sedang mencari saya" tanya Haura kepada Bos nya itu sekaligus kekasihnya


"Tidak" jawab Hans sambil memutar kursi kerjanya


"Kenapa bapak begitu berantakan, lalu tangan bapak kenpa bisa di perban ?" Haura yang melihat keadaan Hans lagsung mendekati nya


dan bertanya lagi apa yang terjadi dengan nya sebenarnya


"Ini semua karena kamu" ucap Hans


"Kenapa dengan aku?"


"Aku enggak suka kamu jalan sama laki-laki lain selain bersama ku, aku bisa menyakiti diri ku sendiri lebih dari sini"


"Jagan gila pak Hans, pikirkan diri bapak sendiri"


"Apa gunanya hidup ini ketika kamu enggak jadi milikku"

__ADS_1


Hans menarik tangan Haura untuk duduk di pangkuan nya dan memeluk nya dengan erat


"Kamu hanya milik ku"


"Iya, terserah bapak aja " Haura melepas pelukan Hans


"Pak Hans acara nya akan di mulai, apa bapak sudah bisa keluar" Ucap Linda


"Oke Linda, saya akan segerah menyusul kamu duluan saja "


"Baik pak"


Saat Hans mau perjalanan untuk keluar Haura menarik tangan Hans


"Ada apa kamu masih kangen sama aku, nanti selesai acara ini kita bisa berduaan lagi" goda Hans


"Kepedean banget, siapa juga yang kangen"


"Jadi kenpa kamu nggak lepasin tangan kamu" Haura yang sadar dia masih memegang tangan Hans lagsung segerah melepaskannya


"Aku kasihan sama pak Hans, semenjak bapak pulang dari London bapak kelihatan berantakan sekali apa pacar bapak yang di sana tidak mengurus bapak dengan baik" ucap Haura sambil merapikan rambut dan pakaian Hans


"Pacar, pacar yang mana pacar aku cuma kamu"


"Enggak usah pura-pura enggak tau"


"Oke, nati kita bahas lagi ya sayang aku harus pergi dulu mmuaach" Hans mencium kening Haura dan segerah pergi begitu juga dengan Haura


"Lily, kenpa dia tidur di meja nya kerja nya" ucap Haura dalam hati nya


Dia berjalan untuk menghampiri Lily


"Liy, kamu kenapa tidur-tiduran di sini kirain kamu udah di acara penyambutan pak Hans" Ucap Haura lagi namun tidak ada jawaban dari Lily


"Liy, kamu dengar aku enggak si" Haura mencoba membangunkan Lily namun dia tak kunjung bangun kemudian Haura menyentuh badan dan kepala Lily


"Panas..., kamu demam Liy kamu tunggu ya aku minta Pertolongan dulu"


Lily berlari ke ruangan acara penyambutan Hans untuk meminta pertolongan tapi dia bingung mau minta pertolongan kepada siapa


Hans dan Al juga terlibat dalam acara itu


kemudian dia teringat dengan Joy dia segera mengubungi Joy


"Ka Joy.. ka Joy.." ucap Haura terburu-buru


"Kamu tenang dulu, ngomong nya pelan-pelan ya"


"Ka Joy bisa ke kantor perusahaan kami sekarang saat ini Lily sedang sakit kita harus bawa dia ke dokter


"Ya sudah kamu tunggu di situ ya Haura, Kakak akan pinjam mobil bos kakak"


"Iya ka "

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2