MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
MABUK ANGGUR


__ADS_3

"Sorry-sorry aku terlambat soal nya tadi ada jadwal pameran" Ucap Joy


"Iya ..iya.. santai aja kita juga nggak lama nunggunya" jawab Haura


"ya udah kamu mau pesan makan apa" tanya Lily


"Terserah aja deh mana yang enak aja"


"Mbak Mbak minta menunya dong"


pelayan restoran itu datang mengantarkan buku menu dan sekalian membawa makan dan minuman yang sebelumnya di pesanan Haura dan Lily kemeja mereka


"Saya pesan yang ini mbak" Joy menunjuk makan dan minuman sesuai seleranya


"Ditunggu ya mas"


"Oke Mbak"


5 menit kemudian


pesanan Joy sudah tiba


"Makasih ya mbak" ucap Joy pada pelayan yang mengantar makanan


"Sama-sama mas"


"Oke saatnya kita makan bersama, Ciersss" ajak Haura yang mengangkat gelas minumannya


"Ciersss" Ucap lily dan Joy yang juga ikut mengangkat gelas minuman nya


45 menit kemudian


"Ya udah yuk ini udah malam, takutnya nanti nggak ada taksi" ajak Lily untuk pulang


"Bentar ya aku bayar dulu"


pada saat Haura ingin membayar tagihan makana mereka Joy menarik tangan nya kemudian join mengeluarkan uang nya dari dompetnya


"Biar aku aja yang bayar" ucap Joy


"Tapi kan kesepakatan kita aku yang traktir kamu karena kamu udah nolongin aku tadi "


"Emangnya kalau udah nolong orang itu harus minta balas budi gitu"


"Nggak sih , tapi makasih ya"


"Santai aja tadi aku baru dapat rezeki "


"Ya udah kami duluan ya, taksinya sudah datang" pamit Haura dan lily yang dibalas anggukan oleh Joy


Pada saat Haura dan lily sampai di depan apartemen, mereka melihat kembali Joy


"Joy" panggil Haura dan lily dengan serentak


"Eh kalian kok bisa ada di sini"tanya Joy bingung


"Ini nomor 234 apartemen aku " jawab Lily

__ADS_1


"Kebetulan banget ya aku juga tinggal di sini di sebelah pertemanan kalian"


"Wah bisa jadi temen deket nih" ucap Haura


"Ya udah kami duluan masuk ya, kalau perlu bantuan panggil kami aja" pamit Haura yang dibalas senyuman oleh Joy


Pagi harinya seperti biasa Haura dan Lily berangkat untuk bekerja Dengan semangatnya Haura membawa pakaian Hans yang sudah disetrika dan diberi pewangi oleh nya


Tok... tok.... tok....


"Selamat pagi pak, maaf menganggu waktu bapak saya mau mengembalikan pakaian bapak kemarin"


"Iya kamu Tarok aja di situ"


Seperti biasa nya pak Hans hanya fokus pada Leptop nya saja


"Baik pak,saya permisi dlu"


"Iya" Jawab pak Hans dengan singkat


"Eh kamu, karna hari ini sekretaris saya belum masuk kamu temani saya untuk ketemu klien "


"Saaayaa pak" ucap Haura terbata-bata


"Selain kamu ada orang lain di sini" tanya Hans


"Baik pak"


"Nati saya kabarin kamu selanjutnya"


"Iya pak, permisi..." pamit Haura


Ting


Bunyi pesan dari ponsel Haura


"*T**emui saya di ruangan saya* "


dan ternyata itu pesanan dari Hans dengan segera Haura berlari menuju ruangan Hans


Tok...tok...


"Permisi pak"


"Baca dan pahami"


Hans lagsung melemparkan berkas yang akan di bawa mereka untuk bertemu Kline


"Maaf pak sebelumnya saya tidak memahami ini semua"


"Apa kamu pikir saya peduli, ayok berangkat "


"Iya pak" dengan segera mereka berangkat untuk menemui klian di tempat yang telah di tentukan sebelumnya


Setelah tiba di tempat yang telah di tentukan untuk bertemu Kline, mereka segera masuk


dan langsung di sambut oleh Kline mereka

__ADS_1


"Hello Mr. Valen, sorry for waiting so long" Hans minta maaf dan saling berjabat tangan kepada klien karena mereka sedikit terlambat


"No problem, introduced my secretary yohana"


Mr.Valen memperkenalkan Sekretaris nya dan langsung menjabat tangan Hans dan Haura


"And she's your secretary" Mr.Valen bertanya apakah yang di sebelahnya itu sekretaris nya


"No, Yes "Jawab mereka serentak, Hans menjawab No sedangkan Haura menjawab Yes


What happened" Tanya Mr.Valen yang di buat bingung oleh mereka berdua


"I am Mr. Haris' secretary. My name is Haura Jasmine" Haura memperkenalkan diri nya dan mengatakan bahwa dia adalah sekretaris pak Hans dan kemudian Mr.valen menjabat tangan Haura


"How about we immediately order a meal" Hans menawarkan untuk lagsung memesan makanan dan minuman


"l'ts okay"Jawab Mr.Valen


Kemudian mereka memesan makanan sesuai dengan selera mereka yang ada di daftar buku menu


20 menit kemudian


Setelah selesai makan, Mr valen kemudian memesan anggur dan menuangkan ke dalam gelas nya dan ke dalam gelas Hans


"Sorry Mr. Valen I'm driving, so my representative secretary, " Ucap Hans yang kemudian Hans dan Haura saling bertatapan seakan mengisyaratkan sesuatu


"Would you drink it for me secretary Haura" tanya Hans pada Haura


"Of course Mr Hans, hahahaha" Jawab Haura sambil tertawa yang sebenarnya dia kesal dengan bos nya itu


"It'okay, can you drink wine " Tanya Mr.valen lagi


"Of course" jawab Haura yang sebenarnya dia belum pernah sama sekali meminum anggur


" Ciersss" Mr.valen mengangkat gelas nya yang berisikan anggur dan Hans juga mengangkat gelas nya kemudian memberikannya pada Haura


"Eemmm, delicious" Ucap Haura


Yang membuat mereka semua tertawa


Kemudian Hans dan Mr.valen kembali membahas kerja sama perusahaan mereka


Setelah Berbincang-bincang dengan Kline Akir nya selesai juga Hans melihat Haura yang telah tergeletak lemas karna anggur yang dia minum cukup banyak


"Please apologize, Mr. Valen, for the actions of my secretary" Hans meminta maaf kepada Mr.valen karena ulah sekretaris nya itu .


"No problem Mr.Hans I like your secretary"


"Thank you, nice to work with you" mereka saling berjabat tangan dan berpisah


Hans yang melihat Haura merasa kasihan kemudian dia menggendong Haura hingga memasuki mobilnya Hans juga memasangkan sabuk pengaman Haura, pada saat Hans memasangkan sabuk pengaman Haura, tiba-tiba dia terbangun kemudian mereka saling bertatapan


"Hahahaha" tawa Haura dan ternyata dia sedang mabuk kemudian dia kembali tertidur


"Huuff, ini salah ku" Ucap Hans


Hans mengarahkan mobilnya kearah kantor nya namun pada saat sudah samapi di depan kantor dia berpikir tidak mungkin membawa Haura yang sedang mabuk bisa-bisa semua karyawan salah paham terhadapnya lalu dia memutarkan kembali mobilnya dia menuju arah rumahnya namun setengah jalan dia teringat lagi bahwa di rumahnya ada banyak orang terutama orang tua nya tidak mungkin dia membawa seorang wanita mabuk jadi dia memutuskan untuk membawa Haura ke apartemennya

__ADS_1


Hans mengendong Haura untuk masuk ke apartemennya setelah tiba di apartemen Hans meletakkan Haura ketempat tidurnya namun tidak disangka-sangka Haura malah menarik tangan Hans yang membuat Hans terjatuh


Bersambung......


__ADS_2