
Satu bulan sudah berlalu Hans belum juga kembali dari London, bahkan Hans tidak pernah menghubungi Haura entah apa yang terjadi kepada Hans hanya dia lah yang tau
Sedangkan Haura yang saat ini sedang menunggu Hans untuk menghubungi nya merasa frustasi
"Kamu di mana Hans, apa Kamu sesibuk itu makanya kamu enggak pernah mencoba utuk menghubungi ku lagi " Ucap Haura dalam kegalauan nya
"Ra, kamu kenpa ngelamun aja si dari tadi terus kamu ngapain ada di situ" tanya Lily sambil berjalan untuk menghampiri Haura yang saat ini sedang bersandar di belakang pintu kamar mereka
"Aku enggak ngelamun ko, aku cuma pengen aja bersandar di sini" Jawab Haura
"Ra, aku ini sahabat kamu aku tau kamu banget kamu kalau lagi sedih coba cerita apa yang buat kamu sedih kaya gini"
"Sudah sebulan pak Hans tidak pernah menghubungi ku lagi, sesibuk itu kah dia apa aku enggak ada artinya bagi dia"
"Eeem, mungkin pak Hans enggak sempat untuk menghubungi kamu Ra, kamu berfikir positif aja ya" Ucap Lily sambil menyandarkan kepala sahabat nya itu di atas bahunya
"Maksi ya Liy kamu selalu ada untuk aku"
"Mmmm, tapi ngomong-ngomong kamu kapan punya hubungan sama pak Hans Ko kamu enggak pernah cerita"
"Gimana mau cerita, kamu aja enggak setuju aku sama pak Hans"
"Buka nya aku enggak setuju Ra, tapi kita harus tau bahwa kita sangat jauh berbeda dari mereka dan yang perlu kamu harus ingat Ra bahwa kondisi pak Hans sekarang ini sedang amnesia dia bukan dirinya yang sebenarnya bagaimana kalau perasaan kamu jatuh terlalu dalam kepada pak Hans dan tiba-tiba pak Hans ingat siapa dirinya dia akan meluapkan mu Ra karena sebelumnya dia memang tidak mengenal mu dia tidak mencintai mu dia hanya mencintai almarhum ibu Jessica dan pada saat itu kamu akan terluka dan aku enggak menginginkan itu terjadi kepada sahabat ku"
"Aku tau Liy, aku udah mikirin itu semua"
"Apa kamu enggak mau cari laki-laki lain sebelum perasaan kamu jatuh lebih dalam lagi kepada pak Hans?"
"Enggak Liy, kamu ingat enggak 3 tahun lalu waktu acara perpisahan sekolah kita pihak sekolah mengundang pak Hans datang ke sekolah kita untuk menjadi motivasi sukses kaum muda"
"Iya Ingat, emang nya kepada"
"Pada saat acara kelulusan semua orang tua di minta menghadiri untuk mendampingi anak-anak mereka aku melihat semua siswa termaksud kamu di dampingi orang tua nya tapi tidak dengan aku pada saat itu aku merasa dunia ku sangat kacau aku berlari untuk melampiaskan amarah ku pada saat itu aku bertemu dengan pak Hans"
flashback...
Pada saat itu Haura berlari sekencang mungkin untuk melampiaskan amarahnya namun tidak di sengaja Haura menabrak Hans yang sedang berjalan untuk memasuki gedung aula
"Kamu bisa berjalan dengan hati-hati enggak si" ucap Hans memarahi Haura namun pada saat Hans melihat Haura sedang menangis dia merasa iba kepada nya
__ADS_1
"Maaf Pak" saya tidak sengaja
"Kamu ikut saya"
"Bapak mau bawa saya ke mana" tanya Haura penasaran dan merasa cemas dia takut di culik karena dia tidak mengenal pria yang saat ini sedang menggenggam tangan nya
"Kamu ikut Saya aja" Hans menarik tangan Haura ke atas rooftop sekolah nya
"Mau ngapain di sini pak"
"Kalau kamu lagi sedih terus berlari-lari seperti tadi itu tidak bagus pergi lah ketempat di mana buat kamu nyaman yang bisa jadi tempat kamu menangis dan teriak sejadi-jadinya agar kesedihan dan amarah mu tersampaikan kalau bisa yang enggak ada orang lain ya soal nya kalau ada orang lain kamu lagi teriak-teriak nati yang ada kamu di lempar in batu sama orang itu" ucap Hans bercanda
"Hahahahah,....Hahahaha" Haura tertawa bahagia
"Malah ketawa di bilangin, ini benaran"
"Iya pak, iya terimakasih atas saran nya" Ucap Haura sambil memberi senyuman manis kepada Hans
"Mungkin saya enggak tau masalah apa yang sedang kamu hadapin saat ini tapi saran saya kamu harus sabar dan kuat kuat ya.
Semangat.. suapaya kamu bisa meraih segala cita-cita yang kamu impikan" Ucap Hans memberikan kata-kata motivasi dan semangat kepada Haura sambil mengeluarkan sapu tangannya untuk menghapus air mata nya
"Harus dong, ni sapu tangan saya kamu ambil aja di sini sudah ada air mata kamu saya tidak mau lagi"
Hans memang sengaja meninggalkan sapu tangan nya itu suapaya Setiap Haura dalam kesedihan dia bisa melihat sapu tangan itu dan mengingat kembali saran motivasi yang di berikan Hans kepada nya
"Ya sudah mari kita kembali, mungkin acara sudah di mulai"
"Baik pak"
Semenjak kejadian itu Haura sudah memberikan hati nya untuk Hans bahkan setelah dia lulus kuliah dia berusaha untuk memasuki perusahaan Hans namun tidak pernah berhasil
****
"Nah dari situ lah aku mulai menyukai pak Hans hingga saat ini di hati ku tidak ada laki-laki lain selain pak Hans "
Haura bercerita Samapi-sampai membuat Lily tertidur
"Kamu dengar aku enggak si Liy isss ...dasar anak ini orang lagi cerita dia nya malah tidur, Liy bangun... Lily bangun... Lily maling bangun Liy ada maling "
__ADS_1
"Mana maling nya, berani-berani nya dia maling di sini enggak tau dia siapa aku"
"Ha-ha-ha"
"Kamu kenpa ketawa, mana maling nya"
"Udah sana tidur di kasur, maling nya ada di dalam mimpi mu"
"Kamu ya kebiasaan"
"Sorry-sorry habisnya aku lagi cerita kamu malah tidur"
"Ngtuk Ra, besok lagi ya ceritanya pasti aku dengar in ko"
"Hmmm, terserah mu lah "
Jam menunjukkan pukul 2 malam namun Haura masih saja belum bisa tertidur
"Huuaahh, aku sangat mengantuk tapi kenpa kenpa tidak bisa tidur juga"
karena Haura tidak bisa tertidur dia mengambil ponsel nya untuk membuka sosial media
pada saat Haura membuka sosial media nya dia melihat Hans memosting foto dia bersama seorang wanita
"Oh karena ini kamu tidak menghubungi ku lagi, rupanya kamu sudah ada yang lain" ucap Haura dalam hati nya sambil menahan air mata nya suapaya idak terjatuh.
****
Keesokan harinya pagi-pagi suasana di kantor sudah heboh
"Ada apa ini pagi-pagi udah heboh Bu? " tanya Haura kepada Linda
"Masak kamu enggak tau"
"Iya, saya tidak tau Bu ".
"Bagaimana si kamu sebagai kekasih nya pak Hans Masa kamu tidak tahu saya aja sebagai sekertaris nya tahu bahwa pak Hans sudah pulang dari London dan berhasil menangani Maslah pembangunan yang ada di London"
"Oh itu, saya sudah tahu ko Bu kirain karena yang lain" Ucap Haura berbohong
__ADS_1
Bersambung......