
"Berhenti saya bilang pak" teriak Haura
"Ibu tenang saja, sebentar lagi kita akan samapi pada tujuan"
"Saya tidak menginginkan apartemen itu lagi, tolong putar balik mobilnya saya akan membayar berapa pun yang bapak mau " Ucap Haura namun tidak di hirau kan oleh sopir taksi itu
"Kalau Bapak tidak mau" Haura mengambil ahli setir mobil itu, di karenakan rebutan setir mobil Haura dengan pak sopir taksi itu menabrak pohon besar sehingga mereka mengalami kecelakaan
Tidak lama setelah itu Hans tiba di lokasi kecelakaan Haura dan sopir taksi itu
"Haura" teriak Hans sambil memegang kepala nya yang tiba-tiba saja dia merasakan seperti mengingat sesuatu " Aaww kepala ku sakit banget"
Lalu dia kembali berjalan ke arah Mobil yang di naikin Haura
"Haura..." panggil Hans "Kamu tunggu ya sayang aku akan menyelamatkan mu"
"Haaans tolong aku" Ucap Haura dengan nafas yang tidak Beraturan
"Iya sayang, kamu tunggu bentar ya"
Hans yang saat ini di Landa kepanikan Sampai bingung mau membantu Haura bagimana caranya untuk keluar dari dalam mobil taksi itu
"Batu, iya aku akan mencoba menggunakan batu ini walaupun bantu ini kecil setidak nya bisa membantu"
Hans mulai memecahkan kaca mobil taksi itu
Dengan susah payahnya nya dia memecahkan kaca mobil itu dan Akir nya kaca mobil itu pecah juga
"Aaww kepala ku sakit lagi, kenpa aku seperti pernah mengalami kecelakaan seperti ini bersama seseorang" Ucap Hans dalam hati nya
"Hans" panggil Haura
"Iya sayang, aku akan membawa kamu ke rumah sakit tahan sebentar ya"
Hans mengeluarkan Haura dari dalam mobil taksi itu kemudian mengendong nya masuk ke dalam mobilnya
Hans mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga mereka sudah sampai di rumah sakit terdekat lokasi kecelakaan Haura.
Haura segerah di tangani oleh Dokter
Setelah beberapa menit memeriksa keadaan Haura Dokter itu berkata " Dia baik-baik saja hanya saja perlu istirahat yang cukup di karenakan dia mengalami syok pasca kecelakaan"
"Terima kasih Dokter" ucap Hans
"Iya,saya permisi dulu"
"Saya antar keluar dokter"
Setelah Hans mengantar dokter Samapi di luar
dia mengambil ponsel nya kemudian menelfon Lily
"Hallo Liy, maaf mengganggu waktu kamu aku cuma mau bilang Haura saat ini sedang di rumah sakit karena mengalami kecelakaan"
"Haaah kecelakaan kok bisa?" Tanya Lily
__ADS_1
"Cerita nya panjang Liy" Jawab Hans
"Aku akan segera ke sana, tolong kirim alamat rumah sakit nya ya pak"
"Iya Liy"
Lily segerah menutup telfon nya kemudian dia berlari pergi ke kamar apartemen Joy
"Kak Joy... kak Joy " panggil Lily
"Ada apa si Liy kamu teriak-teriak di depan apartemen kakak" tanya Joy
"Haura kecelakaan kak"
"Hah?? kamu serius Liy" tanya Joy
"Iya kak, pak Hans tadi menelfon aku "
"Ya udah ayok langsung ke rumah sakit"
Joy menarik tangan Lily dengan buru-buru untuk turun dari apartemen mereka namun pada saat mereka sedang berjalan Lily menghentikan langkah nya yang membuat Joy juga berhenti
"Ada apa Liy kenapa kamu berhenti" Tanya Joy
"Kalau aku yang ada dalam situasi seperti Haura sekarang apa Kakak akan se khwatir ini juga"
Joy mengacak rambut Lily " Dasar bodoh pasti nya iya kamu kan adek aku juga mana ada seorang kakak yang enggak khawatir ketika adek nya dalam bahaya"
"Iya kak"
"Iss apansi, baru aja tadi di anggap sebagai adek udah mau di cium aja " Ucap Lily sambil menggeleng-geleng kan kepalanya
"Ya maaf bawel, abisnya kamu nyebelin si" Joy kembali menggenggam tangan Lily dan berjalan bersama.
Setelah mereka berdua samapi di rumah sakit
Lily menangis melihat keadaan Haura saat ini.
"Haura bukan mata kamu, Maafin aku ya ini semua salah ku aku terlalu egois aku emang enggak pantas di maafin mulai dari sekarang aku enggak akan ganggu kehidupan kamu lagi "
Pada saat Lily hendak pergi Haura sudah senyuman "Lily" panggil Haura " jangan tinggal ini aku"
"Haura" Lily langsung memeluk Haura dengan erat
"Maafin aku ya Ra "
"Enggak apa -apa ko Liy, tapi ngomong-ngomong kamu Udah sembuh dari racun itu ya"..
"Hehehehe, iya Ra aku juga enggak nyangka kalau aku bisa sembuh"
"Pantas an aja kemarin itu aku kaya lihat kamu di kamar apartemen kak Joy" Goda Haura
"Jagan buat Gosip Ra, pasti kamu salah orang lagian ngapain juga aku di kamar kak Joy dia kan kakak kita"
"Iya si, mungkin aku salah orang aja "
__ADS_1
"Hay Ra " sapa Joy yang baru masuk ke ruangan tempat Haura di rawat "Udah gimana keadaan kamu"
"Udah mendingan kok kak"
"Oh bagus lah, Kok bisa kamu sampai kecelakaan gini Ra " tanya Joy
"Cerita nya panjang tapi aku singkat aja ya
Jadi gini ada yang nawarin kamar apartemen khusus untuk wanita yang murah banget jadi aku tertarik lah kan terus aku ke sananya pesan taksi ternyata taksi itu bawa aku kearah hutan karena aku sudah merasa tidak nyaman lagi jadi aku minta sopir taksi itu untuk putar balik tapi sopir taksi itu enggak mau ya aku rebut tu setir mobil dari sopir taksi itu samapi-sampai taksi yang aku naikin itu menabrak pohon besar"
"Terus Pak Hans kok bisa nemuin kamu" tanya Lily
"Enggak tahu juga Liy, bagaimana pak Hans bisa tahu aku di bawa kabur ke hutan sama si tukang taksi itu " jawab Haura
"Ngomong-ngomong pak Hans di mana kok dari tadi enggak kelihatan" tanya Lily lagi.
"Mungkin ada yang mau dia urus"
"Eh, kalian udah di sini rupanya" sapa Hans yang baru saja datang entah pulang dari mana
"Hans" panggil Joy
"Iya, Oh kamu kakak Joy yang sering Haura cerita kan ya kan?"
"Iya aku Joy " Joy langsung memeluk Hans
"Ada apa ini" tanya Hans yang tiba-tiba di peluk orang yang tidak dia kenal
"Sorry-sorry aku terbawa perasaan soalnya kamu mirip sekali dengan adek ku" Ucap Joy sambil menghapus air mata nya yang sempat terjatuh
"Ya udah kalau begitu anggap aja aku sebagai adek kakak seperti Haura dan Lily "
"Terima kasih Hans "
"Pak Hans dan kak Joy pulang dulu aja yang jaga Haura biar saya"
"Yang seharusnya pulang itu kamu, besok kan kamu harus kerja biar saya yang menjaga Haura di sini"
"Oke lah, ya udah yok pulang kak" ajak Lily kepada Joy
"Cepat sembuh ya Ra besok kami ke sini lagi "
"Iya Liy "
"Tolong jaga in Haura pak"
"Tanpa kamu suruh saya pasti jagain Haura "
"Ya udah bay .. Haura kami pulang dulu" pamit Lily dan Joy
"Iya Liy, kak Joy kalian hati-hati di jalan"
"Iya Ra"
Bersambung.....
__ADS_1