
Haura mengucapkan kata-katanya dengan nada mengiba. Hans sedikit tertunduk mendengar ucapan Haura yang masih menangis. Perlahan-lahan tubuh istrinya itu di angkat, di ciumannya pipi kanan dan krim kamudian di pelukannya erat-erat.
Dengan sentuhan lembut di belainya lembut rambut Haura. Dia merasa menyesal telah melukai hati wanita yang dia cintai itu.
Kepala Haura rebah di dada bidang Hans. Tangisnya semakin berkepanjangan.
"Maaf kan aku, sayang. aku terlalu berkata kasar kepada mu hingga menyakiti hatimu."
Haura merasakan dadanya lapang kembali, karena Hans sudah menyadari kesalahannya. Tidak ada rasa kebahagiaan yang didamba seorang istri selain belaian sayang dari suami tercinta.
"Aku akan selalu setia kepada mu, walaupun suatu saat ingatan ku pulih sepenuhnya dan aku melupakan mu maka kamu lah yang harus mengajarkan ku untuk mencintai mu kembali, aku sangat-sangat mencintai mu" Ucap Hans sambil mengendong istrinya itu masuk ke dalam kamar mereka.
****
Dengan separo melamun Al memandangi komputer yang ada di depannya itu. Dia terkenang pada wanita cantik yang kini sudah bersuami itu ya itu adalah Haura.
Sudah lama dia tidak bertemu Haura untuk berbincang-bincang ingin rasanya menemui nya walau hanya sebentar.
"Melamun terus, kamu mau saya pecat"
Hans menoleh ke belakang hendak ingin melihat siapa yang sedang berbicara padanya itu.
"Haura!" panggil Al dengan mata melotot seperti ingin keluar saja
"Jagan melihat ku seperti itu, seperti melihat hantu saja"
"Baru saja aku ..." Tiba-tiba Al menghentikan Ucapannya, untung saja dia tidak keceplosan bawsanya dia selalu melamun tentang istri bos nya itu.
"Aku apa?, tolong bicara yang jelas"
"Tidak ada, Oh iya bagiamana kabar kamu?" tanya Al membuka percakapan baru
"Saya baik-baik aja pak, bapak sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Haura balik
"Seperti yang kamu lihat, saya baik-baik saja"
"Baguslah kalau begitu, ya sudah saya kembali bekerja dulu pak Al"
"Iya Haura, semangat bekerja nya"
Haura hanya membalasnya dengan senyum yang manis
Ketika Haura smapai di meja kerja nya dia sedikit merapikan meja nya yang sama sekali tidak berdebu dan tidak berantakan itu. karena setiap hari suaminya itu meminta petugas kebersihan selalu membersikan meja istrinya itu
"Selamat pagi Bu" Sapa petugas kebersihan yang baru saja keluar dari ruang kantor Hans
"Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu" tanya Haura
"Tadi pak Hans meminta saya untuk menitipkan pesan bahwasanya ibu Haura di minta untuk segera datang menemui beliau"
"Baik pak, terima kasih informasinya"
"Sama-sama Bu"
__ADS_1
Haura bangkit berdiri dari kursinya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Haura terus melangkah maju menuju ruangan Hans
Tok..Tok....
"Masuk saja sayang aku tahu itu kamu" pinta Hans
"Dari mana dia tahu, dasar laki-laki mesum aku tahu tujuan mu memanggil ku" Gumam Haura dalam hatinya.
Dia melangkah ke arah suaminya itu, setelah berdekatan, mereka saling melempar senyuman
Tiba-tiba Hans menarik tubuh Haura kemudian mencium nya dengan penuh semangat
Di bukannya satu persatu kancing kemeja yang di kenakan istrinya itu
"Sayang ini di kantor, bisa kah kamu mengontrol nya selama di kantor"
"Tidak bisa sayang"
"Tapi aku harus bekerja"
"Aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan mu"
Hans Kemabli mencium Haura dengan penuh gairah kemudian mengendong istrinya itu masuk ke dalam kamar peribadi yang ada di dalam ruangan Hans
Tidak sabar nya Hans kembali menyambar bibir ranum istrinya yang menjadi candu baginya. meletakanya dengan lembut di atas ranjang tanpa melepaskan ciuman mereka.
Hans langsung menurunkan celana panjang nya sekaligus ****** ********. Segera saja mereka menyatukan tubuh mereka dengan penuh cinta yang menggebuh sampai-sampai kepuncakan didapatkan berkali-kali oleh mereka.
****
"E-mmm, aku tidak kenapa-kenapa pak mungkin kelelahan bekerja saja" Jawab Haura sembarang
"Kita jadi pergi hari ini sayang?" bisik Hans yang tiba-tiba muncul di hadapan Haura dan Al
"Iiiya Sayang, maksudnya pak Hans"
"Kalau begitu ayok kita berangkat sekarang"
"Sekarang?, bukannya ini masih jam kerja"
"Apa kamu sedang menolak perintah Bos?" Ancam Hans
"Tidak berani saya menolak nya pak"
"Ya sudah kalau begitu, ayok kita pergi"
"Baik pak, kalau begitu saya pamit duluan pak Al" pamit Haura kepada atasannya itu
"Baik Bu Haura, hati-hati di jalan
Di dalam mobil Hans dan Haura berdebat kecil mengenai kedekatan Haura dan Al yang menurut nya itu tidak wajar
__ADS_1
"Aku melarang mu untuk berhubungan dengannya apa pun alasannya aku tidak ingin mendengar nya" pinta Hans
"Tapi dia atasan ku, bagaimana mungkin aku menghindari dia, bukankah itu tidak profesional"
"Aku tau dia menyukai mu sejak lama" Ucap Hans sedikit berteriak
"Apa kamu meragukan kesetiaan ku"
"Hah...!!! Sudah lah aku tidak ingin berdebat dengan mu"
Setelah perdebatan kecil mereka itu berakir Hans mengarah mobilnya ke arah taman yang jarang sekali di kunjungi orang karena tempat nya yang agak tersembunyi
1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di taman, ya benar sekali di taman itu hanya ada mereka berdua
"Kenapa taman ini begitu sepi?" tanya Haura
"Tidak tahu" jawab Hans singkat
Mereka menatap awan yang berarak di langit. angin yang bertiup sepoi-sepoi menggoyangkan bunga-bunga yang bermekaran di taman itu
Haura berharap ketenangan ini abadi bersama cinta mereka
"Apa kamu bahagia?" Tanya Hans sambil menggenggam kedua tangan Haura
"Tentu"
Hans mencium pipi Haura lembut sekali, memetik setangkai bunga lalu di selipkan di telinga Haura
"Bahkan bunga ini kala cantiknya di banding kamu" Puji suami Haura
"Gombal" kata Haura yang membuat pipinya merona. "Jika suatu saat kamu tidak mengingat ku lagi, aku bahagia pernah menjadi bagian yang terpenting dalam kehidupan mu, sungguh aku tidak rela melepaskan mu" Haura menatap dalam-dalam wajah suaminya
Kemudian mereka saling berciuman, sambil menikmati pemandangan yang terbentang di hadapan mereka
"Aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu" Balas Haura
" Apa kamu tidak ingin berfoto"
"Tentu saja, aku ingin berfoto dengan mu"
Hans kembali menggenggam kedua tangan Haura sambil berkata "Suatu saat kita akan kembali ke taman ini lagi bersama anak-anak kita untuk membuktikan ketulusan dan kesucian cinta kita, Bahkan semesta pun akan mendukung hubungan kita agar selalu abadi"
"Aku percaya ucapan mu sayang".
Bersambung.....
Jagan lupa tinggalkan like and komentar
__ADS_1
I love you all my loyal readers❤️❤️🌹🌹