
"Sayang udah berhenti" Ucap Haura yang melihat bianglala yang mereka naikin telah berhenti sambil melepas ciuman mereka
"Ya udah turun yok" Hans membantu Haura untuk turun.
"Emmm, kita ke mana lagi ya?"
"Enggak-enggak, jangan lagi deh sayang semua tenaga ku sudah terkuras"
"Malas ih ya udah aku pulang sendiri aja" Ucap Haura ngambek
"Uuueeek..."
Mendengar seseorang ada yang sedang muntah Haura segerah membalikkan badannya "Sayang" panggil Haura panik "kamu enggak-enggak apa kan?"
"Aku mual sayang, seperti nya aku sudah mabuk, Uuueeek...." Hans muntah ke seklian kali nya samapi-sampai mengenai pakaian Haura
"Sayang..... ihhhh jorok tau "
"Iya sayang, maaf ya"
"Ya udah sini aku bantu kamu berdiri kita ke toilet dulu"
Haura membantu Hans berjalan ke arah toilet untuk membersikan diri mereka
"Aduh kamu berat banget si sayang"
Di dalam toilet Haura membantu Hans membersihkan diri kemudian membersihkan dirinya juga, pada saat Haura membuka baju nya tiba-tiba ada sebuah tangan yang sudah melingkar di bagian pusar nya dan ternyata itu tangan nya Hans
"Sayang geli" Ucap Haura penuh maja
"Bentuk tubuh mu sangat indah sayang"
Kini tangan Hans semakin menjalar ke mana-mana Haura pun tampak menikmati nya juga, namu tiba-tiba aksinya itu harus terhenti karena ponsel Hans bergetar
Deret.....Deret.....
"Sial.., siapa si yang menelfon malam-malam begini" Gumam Hans
"Angkat aja sayang"
"Iya sayang Tunggu sebentar ya" pada saat Hans mengecek ponselnya untuk mengetahui siapa yang sedang menelfon nya itu tadi dia sangat kaget ternyata itu adalah mama nya Hans " Ternyata mama sayang"
"Ya udah telfon balik aja" pinta Haura
"Ini mama udah kirim pesan, katanya suruh beli martabak pinggiran"
"Ya udah kita beli sekarang aja sayang"
"Tapi sayang tadi kan belum jadi"
"Udah deh, kan masih banyak waktu Sayang"
Haura menarik tangan Hans keluar dari toilet
menuju parkiran
"Ayok"
__ADS_1
"Tapi kita cari nya di mana sayang"
"Aku tahu di mana kok jualan martabak yang paling enak"
"Ya udah kamu nati nunjukin jalan sama lokasi nya ya sayang"
"Iya sayang
7 Meni perjalanan mencari lokasi martabak Pesanan mama Joy akhirnya sudah sampai
"Bang, martabak nya 2 ya"
"Iya Mbak di tunggu ya"
"Iya bang"
"Kok cuman dua, kamu nya enggak mau?" tanya Hans
"Enggak sayang aku udah kenyang banget"
"Ini ya mbak martabaknya"
"Terima kasih bang"
Setelah pesanan mereka selesai Hans mengantar Haura pulang ke apartemen terlebih dahulu
****
"Mah ini pesan mama!"
"Iya sayang maksi ya"
"Aku langsung ke kamar ya mah"
"Iya nak"
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Lily sudah berada di meja dan kursi kerja nya Haura yang melihat nya langsung menemui Lily
"Pagi Lily" sapa Haura
"Pagi juga Haura" sapa balik Lily
"Lah kok Udah masuk kerja aja, bukanya lagi berbulan mandu ya gimana si ini"
"Ada kerjaan yang harus aku selesaikan Ra "
"Oh gitu, semangat ya jaga kesehatan kamu dan dedek baiy nya".
"Iya Ra makasi ya"
"Iya bawel"
"Oh ternyata Lily itu hamil di luar nikah, enggak nyangka perempuan se cuek dia sama laki-laki bisa hamil di luar nikah bisa gosip terbaru ini" Ujar Erica
"Ehem.. Hay Lily" sapa Erica yang tiba-tiba datang menghampiri Lily
"Pagi ibu Erica, ada yang bisa saya bantu" tanya Lily Sambil menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Aduh kamu enggak perlu seperti itu dong Liy, Sekrang kan kamu sudah menjadi istri pemilik perusahaan ini"
"Maaf sebelumnya buk, tapi tetap saja status jabatan saya di perusahaan ini jauh di bawah ibu tidak mungkin saya tidak sopan ke pada ibu"
"Oh begitu, terserah kamu aja Oh ya saya cuma mau bilang sama kamu, makan kamu porsinya di kurangi ya soal nya perut kamu sudah kelihatan buncit tu di perusahaan ini body karyawan wanita nya harus perfect paham" pinta Erica
"Iya Bu" jawab Lily dengan singkat
"Bagus Sekrang kamu kembali bekerja"
"Baik Bu"
Setelah Erica sudah pergi meninggalkan Lily, Haura kembali menemui Lily dan bertanya mengapa Ibu Erica datang menemui nya
"Ada apa?" tanya Haura
"Aku di suruh diet sama ibu Erica, katanya perut aku sudah buncit emang nya perut aku udah keliatan besar nya ya?"
"Enggak kok, kamu tenang aja ya enggak usah peduli in omongan orang lain fokus ke diri kamu sama baiy kamu "
"Maksi ya Ra"
"Maksi Mulu, bosan"
"Terus maunya apa"
"Bagiamana kalau malam ini kita doubel date"
"Setuju"
"Udah ah aku mau balik kerja lagi"
Jam menunjukkan pukul 5 sore para karyawan sudah pulang tidak terkecuali Haura
"Loh Haura kamu belum pulang?" tanya seseorang yang tidak asing lagi suaranya ya itu Al
"Pak Al, ke mana aja kok baru kelihatan" tanya Haura kepada Al
"Saya ada urusan di luar kota Ra"
"Oh begitu, kok bapak belum pulang juga"
"Saya baru aja tiba di kantor, kamu sendiri Kenapa belum pulang Juga"
"Masih ada yang belum di selesaikan pak"
"Oh begitu, ya sudah saya ke ruangan saya dulu ya"
"Iya pak"
"Akhirnya kerjaan ku selesai juga, saatnya pulang terus mandi, makan, tidur yang nyenyak haaah lelah nya badan ku" gumam Haura samabil merapikan meja kerjanya kembali
Setelah Haura selesai merapikan meja kerjanya kembali dia mengambil tas nya kemudian berjalan keluar kantor namun tiba-tiba langkah nya terhenti
"Aduh aku kebelet pipis ni, mending aku ke toliet dulu" Ucap Haura dalam hatinya kemudian dia berjalan kembali ke toilet, pada saat Haura sudah di toilet tiba-tiba lampu toliet mati "Astaga ada apa ini"
Haura mencoba membuka pintu toliet namun tidak bisa terbuka dia juga mencoba berteriak supaya seseorang dapat membantu nya
__ADS_1
"Tolong.... seseorang yang ada di luar tolong kekurangan saya" Teriak Haura namun tetap saja tidak ada yang mendengar dia
Bersambung......