MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
PENDARAHAN


__ADS_3

Sudah tiga Hari Joy tidak pulang ke apartemennya


Sedangkan Lily selama tiga hari ini tidak ingin bertemu dengan siapa pun


Hari ini dia berencana untuk menemui Haura dan menceritakan segalanya yang terjadi pada nya di salah satu restoran favorit mereka, pada saat Lily membuka pintu kamar nya dia melihat Joy sedang berdiri di depan pintu kamar apartemen nya sendiri


Dia berniat menyapa nya sebentar saja untuk bertanya mengapa selama tiga hari ini dia tidak kembali ke apartemennya.


"Kak Joy" sapa Lily dengan senyuman manis nya


namun Joy yang melihat Lily malah masuk ke kamarnya


"Ada apa dengan kak Joy? mengapa dia seperti sedang mengindari aku?" Tanya nya dalam hati


nya "Sudah lah mending aku pergi saja mungkin Haura sudah menunggu ku"


Setelah beberapa menit perjalanan Akir nya Lily smapai juga pada tujuan untuk menemui Haura


"Hay Liy aku di sini" sapa Haura sambil melambaikan tangan nya suapaya Lily dapat melihat nya


"Udah lama nunggu?" tanya Lily


"Enggak terlalu lama" jawab Haura " Kamu mau pesan apa?"


"Kaya biasanya aja Ra "


"Mbak" panggil Haura kepada pelayan restoran itu


"Iya Mbak, pesan yang mana ?" tanya pelayan restoran itu sambil menyerahkan buku menu


"Saya pesan yang ini dua" Haura menunjuk menu makanan yang selalu mereka pesan apa bila mereka sedang berkunjung ke restoran favorit mereka ini.


"Baik Mbak, di tunggu ya"


"Oke Mbak"


Tidak menunggu terlalu lama, Akir nya makanan yang mereka pesan sudah tiba juga


"Selamat makan" Ucap Haura


"Selamat makan juga" Sahut Lily


Pada saat Lily makan, tiba-tiba perut nya terasa keram tidak tahu apa penyebab nya


Haura yang melihat Lily seperti sedang menahan rasa sakit sambil mencengkram perut nya langsung bertanya kepada nya.


"Kamu kenapa Lily, kamu lagi sakit ya?" tanya Haura


"Enggak kok Ra" Jawab Lily berbohong


"Kamu serius?, tapi kamu kelihatan pucat Astaga Liy kamu pendarahan" Ucap Haura tidak percaya dengan apa yang dia lihat


"Aku tidak tahu ini kenapa, ada apa dengan ku Ra?"


"Ya udah aku bawa kamu ke rumah sakit ya, aku panggil sopir pak Hans dulu"


Haura menelfon sopir Hans yang saat ini menunggu nya di luar restoran


"Pak segera temui saya di atas ya, teman saya sedang mengalami pendarahan kita Harus membawa dia ke rumah sakit"


"Baik Non saya akan segerah ke sana"

__ADS_1


Untung nya pagi itu tidak banyak pengunjung yang datang ke restoran itu


"Kamu tahan sebentar ya Liy, Pak tolong di bantu ya"


Pak sopir mengendong Lily smapai ke dalam mobil


"Pak yang cepat ya, saya taku terjadi apa-apa kepada sahabat saya" Ucap Haura


"Baik non"


Pak sopir membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga mereka samapi dengan cepat


"Suster-suster tolong teman saya"


"Panggil Dokter" Ucap suster itu kepada suster lainnya


Suster yang melihat Lily mengalami pendarahan parah langsung mengambil bet meletakkan nya di atas bet itu kemudian membawa nya ke ruangan ICU untuk di periksa


"Ibu tunggu di luar ya, kami tangani pasien nya dulu"


"Baik suster"


Beberapa menit kemudian Dokter Akir nya keluar juga


"Bagaimana dengan teman saya Dok?" tanya Haura


"Untung nya Ibu, membawa teman nya dengan cepat kalau tidak teman ibu dan bayi nya tidak selamat" Jelas Dokter yang menangani Lily


"Bayi?" tanya Haura tidak percaya


"Iya, saat ini teman ibu sedang mengandung 2 Minggu"


"Saya permisi dulu" Ucap Dokter itu namun tidak di sahut oleh Haura karena saat ini dia benar-benar syok mendengar pernyataan Dokter itu.


"Apa yang tidak aku tahu tentang kamu Liy" Ucap Haura dalam hatinya samabil menahan sakit di hatinya


Dia mencoba masuk ke dalam ruangan Lily untuk bertanya secara langsung kepada nya.


"Ternyata kamu sudah siuman juga" Ucap Haura dengan ketus


"Aku Kenapa kata Dokter Ra?"


"Kamu akan memiliki bayi"


"Maksud nya apa Ra, kenpa kamu bilang aku akan memiliki bayi" tanya Lily tidak mengerti apa maksud dari ucapan Haura tadi


"Seharusnya aku yang harus bertanya sama kamu kenpa bisa kamu hamil dan siapa yang buat kamu hamil"


"Kamu serius aku hamil Haura?, hiks..hiks...."


tanya Lily lagi sambil menagis menggenggam erat tangan Haura


"Mending kamu cerita sebenarnya apa yang terjadi sama kamu, kenpa kamu sampai bisa hamil"


"Sebenarnya nya aku dan kak Joy pernah melakukan hubungan **** yang tidak di ketahui siapa pun" jelas Lily


"Kak Joy?"


"Iya Ra, hiks....hiks... Maafin aku Ra"


"Udah kamu enggak usah nagis lagi, aku kan bicara kan ini langsung kepada ka Joy" Haura menghapus air mata Lily dan memeluk nya untuk menenangkan hati Lily

__ADS_1


"Maaf in aku Ra"


"Udah-udah kamu istirahat dulu nati kita bicara kan lagi, aku akan pergi sebentar"


Lily hanya mengangguk agungkan kepalanya


tanda ia setuju dengan ucapan Haura


Haura keluar dari rumah sakit dan meminta sopir nya untuk mengantar nya ke perusahaan Hans


Setelah Haura sampai di depan perusahaan Hans, dia berlari masuk untuk menemui Hans


Haura masuk saja ke dalam ruangan Hans tanpa permisi terlebih dahulu


"Haura ada apa" tanya Hans yang tiba-tiba datang ke ruangan nya


"Aku mau minta bantuan mu" jawab Haura dengan nafas tidak beraturan


"Bantuan apa?"


"Sekarang kamu ikut aku" Haura menarik tangan Hans keluar dari ruangan nya, dia sudah tidak peduli dengan setiap mata yang melihat mereka


"Sebenarnya Kita mau ke mana"


"Nanti aku jelasin, kamu ikut aja dulu"


"Dasar wanita ******, sekrang udah mau mengumbar hubungan mereka rupanya" Ucap Nia


dengan sombongnya


"Seperti nya kamu sedang menikmati pertunjukan" Ucap Erica yang tiba-tiba muncul dari belakang Nia


"Iya, pertunjukan yang menjijikan"


****


"Kenapa kita ke apartemen lama kamu?" tanya Hans


"Udah kita masuk aja dulu nati aku ceritain semua nya di dalam"


"Kak Joy, kak Joy" panggil Haura smabil membunyikan bel kamar Joy namun tidak ada jawaban


"Sebenarnya ada apa si?"


"Kak Joy keluar, kak Joy atau aku langsung masuk ya"


Haura memasukan password pintu kamar apartemen Joy dan pintu itu pun terbuka


"Ra, apa kita enggak terlalu lancang masuk ke kamar orang sembarangan"


Haura tidak menghiraukan ucapan Hans dia malah masuk dan mencari Joy ke segala sudut kamar Joy namun tidak menemukan siapa-siapa di dalam kamar itu


"Sayang kamu ke sini dulu" Ucap Hans


"Ada apa?" tanya Haura


"Aku menemukan kontak di lemari nya seperti nya ini miliki kak Joy"


Haura membuka kotak itu dan menemukan sesuatu


berambung.....

__ADS_1


__ADS_2