
Hari demi hari telah berlalu Hans dan Haura semakin saling mencintai, namun hubungan mereka masih mereka sembunyikan demi keamanan Haura karena Hans adalah CIO mudah yang sukses yang paling berpengaruh jadi banyak dari perusahaan lain ingin menghancurkan nya bahkan tidak jarang Hans mendapat teror dari saingannya.
Pagi ini Hans terlihat sangat terburu-buru tidak tau apa yang sedang terjadi Haura yang melihat Hans menghampiri dia untuk bertanya mengapa ia terburu-buru
"Kamu siapkan pakaian saya antar ke bandara, Nanti saya langsung dari kantor ke bandara" Ucap Hans dalam telfon kepada seseorang
"Sayang, kepada kamu minta orang untuk membawa pakaian kamu ke bandara, apa yang terjadi kamu mau pergi ke mana?".
"Ra, Aku harus pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang bermasalah, kamu ingat kan Kline yang terlahir kita temui ternyata dia penjabat Tinggi yang sedang tertangkap korupsi dia menginvestasi kan hasil uang korupsi nya ke pembangunan perusahaan kita yang ada di London, cepat atau lambat masalah ini akan di proses jadi sebelum masalah ini semakin besar aku akan segerah menyelesaikan kan nya
Kamu jaga diri baik-baik ya, Jagan terlalu memaksa diri untuk berkerja, jaga lupa makan" Ucap Hans ..
"Berapa lama kamu di London?" tanya Haura
"Sampai masalah ini selesai"
"Bagaimana kalau Samapi 2 tahun belum selesai kamu enggak akan kembali?" tanya Haura lagi
"Aku berusaha menyelesaikan nya dengan secepat mungkin demi kamu" Jawab Hans
"Kamu baik-baik di sana ya Jagan lupa istirahat udah gih sana nati kamu ketinggalan pesawat lagi" Ucap Haura menahan air mata nya
"Aku segerah menelfon setelah tiba di London" Hans yang melihat Haura hampir menangis membawa dia ke dalam pelukannya
"Aku pasti merindukan mu "Ucap Hans sambil mencium kening Haura dan perlahan berjalan pergi meninggalkan Haura
Seharian Haura hanya terlihat murung dan tidak bersemangat untuk melakukan apa saja Lily yang melihat sahabatnya nya itu merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi kepada nya
"Kamu kenapa Ra seperti orang yang sedang banyak pikiran?" tanya Lily
"Enggak kenapa-kenapa Liy "jawab Haura
"Karena pak Hans" tebak Lily
"Ibu Lily yang terhormat Sekrang waktu nya kerja bukan curhat-curhatan udah ah sana-sana kembali kemeja mu selesai kan kerjaan kamu terlebih dulu baru kita bicara
"Baik lah ibu Nyonya Hans yang terhormat" Ucap Lily tepat di telinga Haura
"Iiiss... udah ah sana-sana" Haura mendorong tubuh Lily samapi kemeja nya
Jam menunjukkan waktu nya istirahat
"Ra ke kantin yok" ajak Lily
"Kamu aja Liy , aku lagi enggak lapar"
"Benaran ni"
"Iya Liy, kalau aku lapar pasti aku akan makan"
"Ya udah aku kantin dulu ya "
"Iya"
__ADS_1
Al yang melihat Lily makan sendirian datang untuk menghampiri nya untuk makan bersama
"Ko sendirian Haura mana" tanya Al kepada Lily
"Dia ada kantor, Kanya dia lagi enggak lapar" Jawab Lily
"Oh gitu, ya udah lanjut makanya"
"Iya pak"
"Gimana si kamu makan aja samapi belepotan gini kaya anak kecil " Ucap Al sambil membersikan sisa makan yang ada di pinggiran bibir Lily.
Lily yang mendapat perlakuan itu dari Al hanya bisa terdiam membeku
"Terima kasih pak, hehehe lain kali saya lebih hati-hati lagi makan nya"
Setelah mereka selesai makan mereka kembali bekerja seperti biasa nya
****
"Hans kamu dia mna si, kenapa belum menelfon ku juga" Ucap Haura sambil menunggu telfon dari kekasihnya nya itu
Tingnung.... tingnung....
"Ra kamu lihat siapa yang lagi datang, aku masih belum selesai mandi"
"Iya bentar" Saut Haura
"surprise....."
"Banyak cara menuju Roma, banyak cara juga mencari kamar apartemen kamu "
"Enggak nyambung pak, bapak mau ngapain ke sini"
"Saya bawa ini untuk makan bersama" Al membawa makan cepat saji, Anggur, sayuran untuk di masak, daging sapi dan masih banyak lain nya..
"Pak Al ini banyak banget, ini mah bisa untuk kebutuhan kami sebulan"
"Tidak masalah, apa saya juga belum bisa di peroleh kan untuk masuk"
"Oh iya..ya udah karena bapak sudah berkenan hampir ke apartemen kami ini saya persilakan masuk pak"
"Terima kasih"
"Ra siapa yang daaa... " Belum selesai Lily bertanya dia melihat Al berdiri di hadapan nya
"Pak Al, bapak ngapain ke sini " tanya Lily
"Mau ngajakin kalian buat makan bersama"
"Oh gitu ya pak" Ucap Lily yang sedang kebingungan
"Kalau gitu kamu temani pak Al dulu ya Ra ,aku panggil ka Joy dulu"
__ADS_1
"Joy, siapa Joy?" tanya Al
"Dia tetangga kamar apartemen kami, udah kami anggap sebagai kakak kami sendiri" jawab Haura..
"Apa dia seorang laki-laki?"
"Iya"
"Emm baik lah"
Kalau begitu saya permisi dulu
Tingnung.... tingnung....Tingnung.... tingnung....
Sudah berapa kali Lilly memencet bel kamar Joy namun Joy Masih belum membuka pintu kamar nya
"Ka Joy ini Lily, apa kakak ada di dalam" panggil Lily namun masih belum ada jawaban dari dalam kamar Joy
"Loh ini pintunya enggak terkunci, jangan-jangan terjadi sesuatu kepada ka Joy " Lily yang melihat pintu kamar Joy tidak terkunci lagsung memasuki kamar nya dan mencari Joy
"Bagus juga kamar ka Joy semua tertata rapi, harum lagi buat nyaman, emmm tempat tidurnya nya lembut"
"Lily kamu ngapain ada di sini" tanya Joy yang mengagetkan Lily .
"Aaaaaa" teriak Lily
Joy yang merasa heran mengapa Lily teriak berjalan untuk menghampiri nya
"Kamu kenapa Lily"
"Kenapa ka Joy cuma pake Handuk"
"Soalnya saya baru selesai mandi"
"Kakak enggak usah dekat-dekat deh"
"Memang nya kenpa?" Joy yang penasaran semakin mendekati Lily, pada saat dia semakin dekat dengan Lily tiba-tiba kaki nya tersandung yang membuat bibir mereka saling bertemu
Mata Lily melotot tidak percaya bahwa ciuman pertamanya nya adalah laki-laki yang sudah di anggap seperti kakak Nya sendiri begitu juga dengan Joy merasa tidak percaya bahwa wanita yang sedang dia cium saat ini adalah wanita yang sudah dia anggap seperti adek kandung nya sendiri
Tingnung.... tingnung....
Mendengar suara bel itu mereka langsung tersadar dan segerah melepaskan ciuman itu
"Liy apa kamu ada dalam" tanya Haura
"Iiiiya Ra" jawab Lily dengan gugup
Lily pergi membukakan pintu untuk Haura sedangkan Joy pergi untuk memakai pakaian nya
"Lama banget kamu Liy, ko Joy mana"
"Ka Joy tadi mandi, jadi aku nungguin dia sambil mainin game nya ka Joy"
__ADS_1
"Oh, gitu " Haura sama sekali tidak curiga terhadap mereka berdua karena Haura tau mereka adalah saudara sekarang
Berambung.......