MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
DISUKAI BANYAK LELAKI


__ADS_3

"Hans apa kamu mengenal wanita ini" tanya Karlista yang datang menghampiri Hans dan Haura di roof top perusahaan Hans


"Iya, dia adalah kekasih ku" jawab Hans


"Oh begitu, ya sudah Bagus lah"


"Apa kamu tidak marah, aku menolak perjodohan ini" tanya Hans balik


"Sebenarnya aku sudah memiliki kekasih di London, tapi orang tua ku tidak menyetujui nya di karenakan pacar ku hanya karyawan biasa"


"Aku minta maaf Karlista karena aku perjodohan kalian batal" ucap Haura


"Enggak ko, ini bukan kesalahan kamu mungkin aku dan Hans memang tidak di takdir kan bersama"


"Maafkan aku Karlista" Ucap Hans meminta maaf kepada Karlista


"Eeemm gimna ya?,aku mau maafin kalian kalau kalian mau makan bersama nati malam bagaimana?"


"Baik lah" Jawab Hans


"Oke aku tunggu ya, kalau begitu aku kembali ke hotel dulu ya".


****


"Hay, Haura aku boleh ngobrol sebentar enggak" ucap Rafi


"Pak Rafi kan?" tanya Haura yang tidak terlalu mengenal orang yang sedang berbicara dengannya itu


"Iya benar saya adalah Rafi"


"Ada apa ya Pak ada yang perlu saya bantu"


"Nanti malam kamu ada acara nggak, saya mau ngajak kamu makan malam "


"Emmm, ada si pak, tapi kalau di lain waktu saya usahakan bisa"


Erica yang mendengar percakapan Haura dan Rafi merasa sangat emosi


"Awas kamu ya Haura, aku akan memberikan perhitungan kepada mu" Ucap Erica dalam gumam nya kemudian dia pergi meninggalkan mereka yang Masih mengobrol


"Oh begitu, saya tunggu ya kapan kamu bisa" ucap Rafi


"Baik Pak,saya permisi dulu" pamit Haura


"Ura, pak Rafi ngomong apa sama kamu tadi kelihatan nya Serius banget"


"Kepo"


"Iss, dasar ni anak pelit banget"


"Bodoh amat, udah ah aku mau buat laporan pengeluaran bulan ini"


Jam menunjukkan pukul 5 sore waktu nya untuk pulang kerja


"Liy yok pulang" ajak Haura


"Tumben, pengen cepat-cepat pulang"


"Aku ada janji makan malam bersama pak Hans dan Karlista"


"Karlista, perempuan yang tadi pagi meluk dan cium pak Hans ?"


"Iya"


"Ra, kamu sakit atau gimana, jelas-jelas dia meluk dan cium pacar kamu di depan semua karyawan nya pacar kamu"


"Iya, awalnya aku sangat marah dan kecewa tapi waktu aku tau kebenarannya aku jadi enggak marah lagi"


"Terserah kamu aja Ra"

__ADS_1


"Udah ngerti kan, sekarang ayok kita pulang"


"Iya-iya"


Setelah mereka samapi di kamar apartemen mereka Haura lagsung bergegas untuk bersiap-siap


"Liy, ini juga nggak bajunya sama aku"


"Cocok"


"kayaknya kurang cocok deh, kalau yang ini gimana cocok nggak"


"Cocok juga"


"Enggak ah sepertinya ini terlalu seksi, bagaimana kalau yang ini"


"Emm.....cocok"


"Oke aku pakai yang ini"


Entah sudah berapa banyak baju yang dicoba in Haura dan akhirnya dia menemukan baju yang cocok dengannya


Setelah harus selesai berdandan Hans datang untuk menjemput nya


"Bagaimana sayang apa kamu sudah siap" tanya Hans yang sudah menunggu nya


"Sudah "


"kalau begitu mari kita berangkat, Liy kami pamit pergi dulu ya".


"Iya pak" Jawab Lily


"Dah..Liy "


"Iya Ra "


Setalah mereka samapi ke restoran itu Mereka melihat Karlista sudah duduk menunggu mereka


"Udah lama nunggunya" Tanya Haura


"Belum kok, baru 5 menit yang lalu sampai di sini" jawab Karlista


"Kalau begitu mari kita pesan makanannya, soalnya aku udah lapar banget nih" ucap Hans


"Pelayan" panggil Karlista


Si mbak pelayan menyerahkan buku menu restoran mereka


"Kamu pesan apa Haura" tanya Karlista


"Aku pesan ini aja" Haura menunjukan menu yang sesuai dengan selera nya


"Aku sama aja sama dengan Haura" Ucap Hans


"Ini ya mbak" Karlista menyerahkan kembali buku menu kepada si Mbak pelayan itu


Beberapa menit kemudian pesanan mereka akhirnya tiba juga


"Selamat makan" Ucap Karlista


****


Tingnung.... tingnung....


"Aduh siapa lagi malam-malam begini bertamu" Ucap Lily kemudian dia berjalan untuk membuka pintu


"Siapa si malam-malam " Belum selesai Lily menyelesaikan ucapannya dia melihat yang saat ini berdiri di hadapannya adalah lelaki yang dia sukai yaitu Al


"Pak Al... mau ngapain malam-malam ke sini pak" Tanya Lily kebingungan

__ADS_1


"Saya mau bertemu dengan Haura" jawab Al


"Saat ini Haura sedang tidak ada di apartemen pak"


"Lalu di man dia"


"Maaf Pak saya tidak bisa memberitahu kan nya"


"Kalau misalnya ada hal yang penting yang ingin bapak sampai kan, samapi kan pada saya saja biar nanti saya menyampaikan kepada Haura"


"Tidak perlu, saya pulang saja"


"Pak Al tunggu" Lily menghentikan langkah Al


"Apa Bapak menyukai Haura" tanya Haura namun tidak di jawab oleh Al


"Kenpa bapak tidak menjawab nya"


"Iya sayang menyukai Haura"


"Tapi bagaimana kalau Haura sudah memiliki kekasih?"


"Saya tidak peduli, saya akan menunggu Haura smapai dia putus dengan kekasihnya itu"


"Bagaimana jika saya juga menyukai bapak"


Mendengar kata-kata Lily Al hanya bisa terdiam


"Apa ada kesempatan untuk saya pak untuk menjadi kekasih bapak, apa pun akan saya lakukan untuk bapak"


"Maaf Liy, tapi saya tidak memiliki rasa terhadap kamu"


"Tapi saya sangat mencintai bapak"


"Maaf Liy" Al pergi meninggalkan Lily yang saat ini sedang menangis


"Kenapa dunia ini enggak adil, setiap laki-laki yang aku sukai kenapa harus menyukai Haura apa kurang nya aku bagi mereka hiks...hiks...hiks..." Ucap Lily dalam tangisnya


"Liy , kamu kenapa" tanya Joy yang melihat Lily terbaring lemas sambil menangis di depan pintu kamar apartemen nya


"Kak Joy, kakak dari mana aja kenpa baru muncul"


"Kakak ada kompetisi di luar kota, kakak lupa memberi tahu kalian, Haura mana?"


"Kenpa Kalian bertanya Haura ada di mana padahal aku ada di hadapan Kalian apa kalian tidak menganggap aku ada"


"Bukan nya seperti itu Liy, biasanya kan kalian selalu bersama"


"Mulai sekarang dia bukan teman atau sahabat aku lagi"


"Tapi kenapa Liy" belum selesai Joy berbicara Lily menuntut telinga nya


"Ya sudah kakak enggak bahasa Haura lagi, emm karena hari ini kakak menang kompetisi jadi kakak mau traktir kamu makan, kamu bebas mau makan apa aja"


"Benar kah"


"Iya, kalau begitu mari kita pesan makan sebanyak mungkin"


"Tapi kita makan nya di kamar apartemen kakak ya, soalnya aku enggak mau bertemu dengan Haura"


"Ya udah terserah kamu aja"


Lily mengeluarkan ponsel nya kemudian membuka aplikasi untuk memesan makanan


"Ini boleh enggak kak" Tanya Lily


"Iya terserah kamu aja Liy, kamu bebas mau pesan apa aja dan sebanyak apa asalkan kamu enggak sedih lagi"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2