
Pagi-pagi sekali Hans sudah bersiap-siap udah berangkat ke kantornya
"Mmmm, mau aku buatin sarapan?" tanya Haura gugup
"Enggak usah, lagi buru-buru" jawab Hans sambil berjalan keluar kamar
"Tunggu" Haura menghentikan langkah Hans yang hendak keluar dari kamar
"Apa lagi? aku lagi buru-buru"
Cup....
Haura berlari ke arah Hans kemudian dia mencium pipi kanan nya Hans
"Hati-hati ya sayang" Hans hanya membalas dengan senyuman lalu pergi begitu saja
"Aku udah biasa kok di gini in jadi aku enggak perlu sedih lagi, hah... udah jam 6 ternyata aku harus siap-siap untuk pergi kerja" Ucap Haura kepada dirinya sendiri smabil menghapus air matanya
****
"Haura" Panggil Lily
"Iya Liy" jawab Haura
"Kamu sama Hans baik-baik aja kan?" tanya Lily
"Emm, baik-baik aja kok Lily, emangnya ada apa kok kmu tiba-tiba nanyak gitu"
"Kemaren waktu ..." Belum selesai Lily menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Linda memanggil Haura
"Haura ke sini sebentar"
"Iya Bu" Saut Haura
"Ya udah kamu temui ibu Linda dulu sana"
"Bentar ya Liy nati aku temui kamu lagi"
"Iya Bu ada yang bisa saya bantu" Tanya Haura yang datang menghampiri sekretaris Linda
"Kamu di minta untuk ke ruangan pak Hans"
"Sekarang Bu?"
"Ya sekarang lah Haura, masa tahun depan ada-ada aja kamu ini"
"Baik bu terima kasih atas informasinya"
__ADS_1
"Sekalian bahwa ini keruangan pak Hans" Linda menyerahkan sebuah rantang yang berisi makanan
"Aduh bagimana ini, kenapa tiba-tiba Hans meminta aku menemui nya di ruangan nya apa dia akan memecat ku, atau Jagan-jangan dia mau putus dari aku lagi, aduh aku mikirin apa si Jagan sampai aku putus dari pak Hans" Ucap Haura dalam hatinya
"Haura" Panggil Linda yang membuat Haura sedikit terkejut
"Eh iya Bu, maaf Bu saya ke ruangan pak Hans sekarang juga permisi Bu"
Tok... tok....
"Permisi pak, saya Haura"
"Iya silahkan masuk"
Dengan rasa cemas di hatinya Haura perlahan membuka pintu kantor Hans kemudian menutup nya dengan perlahan juga
"Ini ada titipan dari ibu Linda, dan satu lagi apa bapak meminta saya untuk ke sini, apakah ada yang perlu di bantu pak"
"Kamu udah makan?" tanya Hans kemudian berjalan mendekati Haura
"Belum, eh maksudnya udah" Jawab Haura dengan terbata-bata
"Yang mana yang benar nya ni, udah apa belum" Tanya Hans lagi sambil melangkah semakin mendekati Haura sampai tidak ada jarak di antara mereka
"Aduh Hans, kenapa si tubuh kamu dekat banget sama aku malah parfum kamu wangi banget lagi, aduh semakin enggak tahan ni pengen peluk" Ucap Haura dalam hatinya samabil mengigit bibir bawahnya tiba-tiba Haura menutup mata nya
"Emm, enggak apa-apa kok tadi itu mata aku kelilipan makanya aku tutup mata"
"Oh ya aku manggil kamu ke sini, buat suapin aku makan karena banyak tugas yang harus aku selesaikan sekrang juga jadi aku enggak sempat makan sendiri, biasakan?"
"Bisa kok pak"
"Ya sudah lakukan sekarang juga"
"Baik pak"
Haura menyajikan makanan yang di berikan Sekretaris Hans tadi
"Maaf pak, mengganggu" Haura memberikan sesuap nasi kedalam mulut Hans dan samapi nasi yang ada di rantang itu benar-benar habis
Tok....tok...
"Hallo Hans" Sapa seseorang yang langsung masuk begitu saja ke ruangan Hans
"Pak David! , ada apa anda kembali lagi ke perusahaan saya"
"Tenang dulu Hans, saya mau mengajak kamu bekerja sama kamu tahu kan kalau Perusahaan miliki kamu dan saya itu sama-sama Perusahaan yang maju jadi apa bila Perusahaan kita di satukan maka perusahaan kita akan mendapatkan keuntungan yang banyak" Jelas David
__ADS_1
"Benar juga si apa yang di sampaikan bapak-bapak tua ini" Ucap Hans dalam hati nya
"Bagaimana menurut kamu Hans, ya walaupun kamu tidak jadi menantu saya setidaknya kita bisa jadi teman bisnis lah, tapi kamu tenang saja saya masih memiliki seorang putri yang cantik tidak kalah cantiknya dengan almarhum Jessica nati saya perkenalkan dengan kamu bagimana apa kah kamu bersedia?".
"Baik, mari kita coba bekerja sama"
"Sepertinya kamu memiliki sekertaris khusus untuk menyuapi kamu makan, atau jangan-jagan dia kekasih kamu?"
"Bukan, dia hanya karyawan biasa di sini jadi kebetulan sekali sekertaris saya sedang banyak urusan jadi saya meminta sekretaris saya mencari kan karyawan yang sedang tidak sibuk untuk dapat membatu saya makan" Jelas Hans dengan lantangnya samapi-sampai dia tidak sadar menyakiti wanitanya.
"Wah ternyata kamu orang nya paling tidak bisa meninggalkan pekerjaan ya, samapi makan aja enggak sempat, Jagan terlalu di paksa nati yang ada kamu jadi down ya sudah karena cuma itu yang ingin saya bicarakan saya permisi dulu"
"Baik, senang bekerja sama dengan anda" mereka pun saling berjabatan tangan
Setelah David keluar dari ruangan Hans, Haura pun berpamitan untuk keluar juga dari ruangan Hans
"Karena bapak sudah selesai makanya, saya permisi keluar dulu pak" pamit Haura yang menahan air matanya agar tidak terjatuh di hadapan Hans
"Terima kasih" Ucap Hans sambil menggenggam tangan Haura
"Bapak enggak usah berterima kasih kepada saya, sudah tugas saya sebagai bawahan bapak untuk siap melayani Bapak, saya permisi"
"Haura" panggil Hans namun tidak di hiraukan oleh Haura dia keluar dari ruangan Hans dengan air mata yang mengalir di pipinya
"Kamu kenapa nagis ?" Tanya Lily yang melihat sahabatnya itu menangis ter seduh- seduh
"Aku enggak apa-apa kok Liy"
"Enggak apa-apa, apa nya kamu bilang kenapa kamu bisa nagis sampai kaya gini"
"Liy aku pengen sendiri, enggak apa-apa kan?"
"Ya udah tapi Jagan lama-lama ya, nati kalau Udah mendingan cerita sama aku apa yang sebenarnya yang buat kamu kaya gini oke?"
"Iya Liy"
****
Pada saat Haura sudah sampai di apartemen nya dia berinisiatif untuk membersikan Leptop Hans yang ke tumpahan kopi tadi malam
"Ini pasti sangat berarti bagi Hans, makanya dia sampai Semerah itu sama aku"
Haura pun mulai membersikan Leptop Hans tidak sengaja Haura menyentuh salah satu tombol keyboard yang ada di leptop Hans sehingga leptop itu menyalah
Dia melihat wallpaper yang ada di leptop itu adalah foto Hans bersama dengan seseorang wanita
Bersambung.....
__ADS_1