MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
MALAM PERTAMA SETELAH MENIKAH DAN WAHANA


__ADS_3

Setelah acara selesai, Hart mengajak Lily terlebih dahulu untuk istirahat. Di dalam kamar Lily memandangi dirinya di depan cermin


"Aku enggak nyangka ternyata saat ini aku sudah menjadi istri orang lain" Ucap Lily dalam hati nya


"Hay, sayang" Sapa Hart yang baru saja keluar dari kamar mandi


"Hay, juga" Balas Lily


"Kamu bersin diri dulu sana, atau mau aku mandiin" Pinta Hart sambil bercanda pada wanita yang baru saja dia nikahin tadi


"Yeee, aku Juga bisa sendiri"


"Ya udah sana, sebelum aku bertindak ni"


Mendengar ucapan Hart dengan sigap nya Lily berjalan ke kamar mandi


Setelah hampir 25 Menit Lily di dalam kamar mandi, kini dirinya telah selesai dengan pakaian santainya.


"Lama benar di dalam kamar mandi nya" Tanya Hart dengan tampang curiga


"Ya hanya membersikan tubuh saja" jawab Lily dengan ketus


"Iya sayang ku" Hart mencium kening Lily dengan penuh sayang kemudian memeluk nya


Lily yang mendapat perlakuan itu hanya bisa pasrah "Sayang kita kan Udah sah menjadi suami istri berati boleh kan?" Ucap Hart penuh dengan teka teki


"Boleh apa?" tanya Lily kembali padahal yang sebenernya dia sudah tahu maksudnya ucapan Hart tadi


"Mmm, Boleh itu"


"Aku ngantuk besok aja ya"


"Kamu tega sama suami sendiri, ayok lah sayang" Ucap Hart dengan manja


"Baiklah.." Hart langsung memeluk tubuh istri nya itu kembali. Kemudian menciumi bibir mungil Lily dengan lembut.


Cup ......


"Seperti nya kamu belum handal berciuman sayang"


"Aku kan baru pertama kali melakukan itu sama kakak"


"Benar kah, ya sudah aku ajarin kamu ya cara berciuman yang benar" Hart pun mencium bibir mungil Lily, kemudian dengan perlahan Hart memasukkan lidahnya dan ciuman itu semakin panas Samapi-sampai Lily ke habisan nafas


"Sayang aku kehabisan nafas"


Cup....


Hart mencium kening Lily, kemudian ciuma itu turun samapi ke bawah


Hart membuka semua pakaian nya dan pakaian Lily " Sayang pelan-pelan ya, Ingat di dalam perut aku sekrang ada baiy kita" Bisik Lily di telinga Hart


"Iya Sayang aku bahkanlan hati-hati kok"


*****


"Ayok sayang aku antar pulang" tawar Hans kepada kekasih nya itu


"Ayok"


"Mah, pah aku anterin pulang calon matu mama sama Papa dulu ya" Izin Hans


"Iya sayang hati-hati ya" Ucap mama Joy


Pada saat Haura berpamitan kepada kedua orang tua Hans tiba-tiba saja, papa Herry mengelus kepala Haura dan berkata "Hati-hati ya nak"

__ADS_1


"Iya Om, Maksi ya"


Hans yang melihat papa nya dan kekasihnya itu merasa heran karena kelihatan mereka sudah saling kenal sebelumnya.


"Ayok sayang" Ajak Hans kemudian menarik tangan Haura "Kita naik motor aja ya, kamu enggak keberatan kan sayang?"


"Tentu enggak, malahan aku seneng banget"


"Kamu serius?, nati kalau kamu kedinginan gimana?"


"Aku kan bisa peluk kamu dari belakang, lagian lebih romantis naik motor sayang"


"Kok tahu udah berpengalaman ya"


"Yeee, di film-film juga gitu"


"Ya udah naik, mau pulang enggak?"


"Iya-iya"


Haura menaiki motor itu kemudian memeluk tubuh Hans dari belakang


"Sayang, tangan kamu Jagan terlalu dekat situ ntar dia nya kenapa-kenapa mau bertanggung jawab"


"Iya-iya aku jauhi ni" Haura melepaskan pelukannya kini dia memasukkan tangannya ke saku jaket Hans," Udah kan sekarang kita berangkat ya"


"Iya sayang"


"Udara malam nya seger ya Sayang, Aaaaaaaa.... malam ini terlihat sangat indah..." Teriak Haura kemudian dia merentangkan kedua tangannya.


"Biasa aja kok"


"Kok biasa?" tanya Haura


"Kan indah nya ada sama kamu" Ucap Hans yang berhasil membuat Haura tersipu malu


"Ke sana?"


"Iya sayang, kenapa kamu enggak mau ya, ya udah kita pulang aja "


"Iss gitu aja ngambek, ya udah kita ke sana ya cantik"


"Maksi sayang"


"Apa yang enggak untuk kamu sayang, aku akan berusaha membuat mu selalu bahagia"


"Cieeee... puitis banget deh"


Setelah mereka samapi pada tujuan mereka, Hans memarkir kan motor nya


"Ayok sayang" Ajak Haura sambil menarik tangan Hans


"Iya sayang, sabar"


Hans membeli 2 Tike masuk untuk mereka


"Ini sayang, kamu boleh bermain wahana ini sesuka hati mu, karena aku sudah menyewa nya untuk kita berdua" Ucap Hans sambil menyerahkannya tiket masuk untuk nya


"Kamu serius....?" Tanya Haura tidak percaya dengan apa yang di lakukan kekasihnya itu


"Iya, hanya ada kita berdua"


"Kamu jahat banget si"


"Lah kok jahat?"

__ADS_1


"Kaishan mereka sayang, mereka kan juga pengen bermain di sini juga" Ucap Haura dengan Serius


"Kan mereka bisa aja besok-besok ke sini lagi"


"Terserah kamu"


"Ya udah Maafin aku ya" Bujuk Hans dengan ekspresi wajah yang sangat menyediakan


"Mmm, oke aku akan maafin kamu tapi ada syaratnya nya"


"Apa"


"Tapi kalau aku kasih tau syaratnya nya kamu harus mau ya"


"Iya sayang"


"Janji..?"


"Iya sayang aku janji" Haura menarik jari Kelingking Hans kemudian melingkarkan nya


"Kamu temani aku bermain wahana ini"


"Kamu serius sayang?" tanya Hans tidak percaya dengan syarat yang di berikan kekasih nya itu


"Serius sayang, ayok" Haura menarik tangan Hans kemudian mereka mencoba menaiki perahu ayun atau kora - kora


"Sayang kamu aja ya, aku tunggu di bawah "


"Enggak bisa, pokoknya kamu harus ikut"


"Huuuff" Hans menarik nafasnya sangat panjang kemudian dia mencoba masuk ke dalam perahu ayun itu


Setelah Hans dan Haura sudah di dalam perahu


penjaga di bawah sudah menyalakan mesin suapaya perahu itu bisa ter ayun dengan sendirinya


Pada saat perahu itu sudah mengayun-ayun Hans mencekram tangan Haura dengan sangat kuat


"Aaaaa" Teriak Hans


"Hahahahahha" Haura yang melihat melihat kekasihnya itu ketakutan tertawa lepas


Hanya beberapa menit perhau ayun itu pun berhenti " Sayang kita coba yang lain ya" Ajak Haura lagi


"Sayang aja ya"


"Enggak boleh, ayok cepat"


Entah sudah berapa banyak wahana yang mereka Cobain mulai dari, Perahu ayun atau kora-kora , melihat sirkus tong setan, menaiki Ombak banyu, memasuki rumah hantu dan terakhir mereka menaiki komedi putar tidak lupa mereka mengambil jepretan foto untuk di jadikan momen yang indah nantinya


"Sayang udah yah" aku udah pusing ni


"Ada satu lagi, ini enggak buat pusing percaya sama aku"


Haura menarik kembali tangan Hans


kemudian mereka menaiki bianglala


"Lumayan lah" Ucap Hans dengan bernafas lega


"Makasi ya sayang, kamu sudah buat aku bahagia"


"Iya sayang"


Haura melingkarkan tangannya di leher Hans

__ADS_1


kemudian mencium bibir nya, Hans yang mendapat perlakuan itu tidak hanya tinggal diam


Bersambung......


__ADS_2