
Tok.....Tok.....
"Iya masuk"
"Hah siapa itu? seperti nya suara wanita" Tanya Haura kepada dirinya sendiri, dengan rasa penasaran tinggi Haura langsung masuk begitu saja
Betapa terkejutnya Haura melihat Erica sedang menyuapi makan Hans
"Maaf saya menggangu, kalau begitu saja permisi untuk keluar"
"Jagan lupa tutup pintunya ya Haura" pinta Erica
"Baik Bu"
Dengan rasa kekecewaan Haura keluar dari ruangan Hans
"Kenapa Hans mau makan bersama dengan wanita itu?, apa yang sebenarnya terjadi antara dia dengan wanita itu dan kenapa Hans tidak mencegah aku keluar dari ruangan nya?"
"Haura kamu kenapa?" Tanya Al yang melihat wajah Haura kelihatan sangat murung
"Saya baik-baik aja kok pak"
"Kalau kamu ada maslah kamu bisa cerita sama saya"
"Iya pak, saya hanya ingin sendiri"
"Baik lah kalau itu mau kamu, ya sudah saya tinggal ya kalau perlu apa-apa temui saya, saya akan selalu ada untuk kamu"
"Terima kasih pak"
****
Seharian ini begitu menyakitkan bagi Haura bagimana tidak baru saja dia menjalin indah nya berumah tangga dia sudah melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain yang dia ketahui wanita itu sangat mencintai suaminya.
Malam pun tiba, Haura sangat canggung untuk mengajak Hans untuk makan malam
"Emmm.... aku sudah menyiapkan makanan mari kita makan bersama" Ajak Haura grogi
"Iya" Jawab Hans ketus
Di meja makan mereka sama sekali tidak mengeluarkan satu kata pun untuk mengawali perbicangan mereka. Samapi selesai makan pun mereka masih tetap diam
"Ada apa, apa aku punya salah yang fatal makanya kamu diamin aku kaya gini?" tanya Haura
"Enggak!"
"Kamu udah enggak sayang sama aku?"
"Sayang"
"Kalau emang kamu masih sayang sama aku pasti kamu enggak akan memperlakukan aku seperti ini"
"Aku capek, aku butuh istirahat"
Hans pergi meninggalkan Haura yang masih memiliki banyak pertanyaan di benak nya
"Belum saja ingatan mu kembali, tapi kamu sudah seperti ini Hans apa lagi ingatan mu kembali mungkin kamu tidak akan menginginkan ku tidak akan pernah mengenal ku lagi ini sangat menyakitkan Hans" Air mata Haura kini membahasi wajahnya
Setelah Haura selesai dengan tangisnya dia kembali ke kamar nya untuk mengetahui apa kah Hans benar-benar sudah tertidur
"Sayang!" panggil Haura namun Hans malah membalikkan badannya
"Ada hubungannya apa kamu sama pak Al ?" Tanya Hans masih membalikkan badannya
"Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan pak Al" Jawab Haura menghampiri Hans
"Bohong!'
"Kamu tidak percaya pada ku"
Hans diam membeku dengan ekspresi wajah yang kurang enak di pandang. Haura yang memperhatikan ekspresi Hans merasa kebingungan dan serba salah.
"Terus kamu punya hubungan apa sama ibu Erica?"
__ADS_1
"Saya tidak memiliki hubungan apa-apa sama dia"
"Kalau enggak miliki hubungan apa-apa kenapa tadi siang kalian makan berduaan samapi suap-suapan ?" Tanya Haura balik
"Sayang...."
Suara Haura terhenti karena tak kuasa menahan tangis. hatinya merasa pedih sekali
Tak tega melihat Haura menagis Hans langsung memeluk istrinya itu dan langsung segera meminta maaf
"Maafin aku sayang, aku terlalu cemburu sampai-samapi aku tidak percaya pada istri ku sendiri"
"Iya sayang, maafin aku juga ya"
"Iya sayang"
"Aku sangat mencintaimu" Ucap Haura
"Aku juga sangat mencintai istri ku" balas Hans
****
Matahari dengan malu-malu menampakkan diri di ufuk timur.
Haura menyisir rambutnya yang sebatas bahu. memakaikan bedak di wajahnya, mengunakan lipstik berwarna merah muda di bibirnya agar terlihat cerah dan dia tidak lupa pula menyemprotkan parfum kesukaan nya
"Kita jadi pergi sayang?" Bisik Hans di telinga Haura.
"Terserah sayang aja " Jawab Haura sedikit manja
"Kita shoping dulu baru setelah itu kita ke rumah mama ya gimana kamu setuju sayang"
"Enggak ada alsan untuk tidak setuju sayang"
'Ya udah ayok berangkat sekarang. Tunggu apa lagi" Tanya Hans
"Iya Sayang"
15 Menit kemudian mereka samapai di pusat perbelanjaan terbesar yang ada di kota Jakarta.
"Kamu bisa beli apa saja yang kamu mau"
"Seriusan sayang?"
"Iya sayang, milik ku adalah milik kamu juga"
"Asik....."
"Aku bahagia Kalau kamu bahagia"
"Ini lucu sayang" Haura memakai bando kelinci berwarna merah muda di atas rambut nya
"Iya sayang lucu kaya kamu"
"Foto yok untuk kenang-kenangan"
Hans mengeluarkan ponselnya dan berfoto bersama dengan istrinya itu
"Sekarang kamu yang pakai bando nya, wah Pak Hans anda sangat tampan"
"Sayang malu di lihatin orang"
"Tapi lucu tahu"
"Ya udah terserah kamu aja sayang"
"Foto lagi yok"
"Iya sayang"
"Cisse.... Senyum dong"
"Iya ini senyum" Hans memberikan senyum lebarnya agar istrinya bahagia
__ADS_1
"Ayok kita lanjut belanja lagi"
"Iya sayang"
Setelah Haura selesai membeli barang-barang yang dia mau , Hans dan Haura menuju ke rumah orang tua Hans
Mobil berhenti di depan pintu pagar . karena pintu terkunci dari dalam, Hans membunyikan klakson mobilnya
Tidak lama kemudian seorang satpam berlari membukakan pintu untuk mereka. Hans memasukan mobilnya di garansi tempat biasanya meletakan mobilnya sebelum dia menikah dan meninggalkan rumah orang tua nya itu.
"Selamat malam, mama, papa" Sapa Haura dan Hans sambil mencium tangan orang tuanya itu
"Malam juga sayang" Balas mama dan papa mereka.
"Kak Hart sama Lily di mana mah?" Tanya Haura
"Mereka ada di kamar atas, bentar biar mama panggil in ya"
"Hart, Liy ini ada Haura sama Hans" panggil mama Joy
"Iya mah" Sahut Hart
"Gimana suasana rumah barunya?" Tanya papa Harry
"Emmm rumah nya keren deh pah makanya sekali kali datang dong ke rumah baru kami"
"Tentu dong nak, kalau papa enggak sibuk mama sama papa akan berkunjung ke rumah kalian"
"Di tunggu pah"
"Hay Haura" Sapa Lily
"Gimana kandungan kamu sehat-sehat kan" Tanya Haura
"Sehat dong"
"Kapan ni nyusul?"
"Doain aja Liy"
"Oh ya, tadi kami sempatin ke mall jadi kami beliin ini untuk mama, ini untuk papa dan ini untuk Lily dan kak Hart" Haura menyerahkan paper bag yang dia beli tadi kepada keluarga barunya itu.
"Terima kasih sayang" Ucap mama Joy
"Sama-sama mah"
"Terima kasih Haura"
"Iya sama-sama Liy"
"Mumpung kamu di sini, ayok kita makan bersama"Ajak mama Joy
"Tentu mah" Ucap Haura
Mama Joy yang sedang menyendok nasi, tersenyum melihat keluarga besar mereka begitu harmonis. Demikian pula semua yang hadir di meja makan .
Sambil menyantap hidangan, mereka berbincang-bincang mengenai kehamilan Lily yang sudah membesar
Setelah selesai makan Hans dan Haura hendak ingin pulang namun di tahanan oleh mama Joy
"Mama mau kalian nginap di sini aja, lagian ini udah malam juga enggak baik pulang terlalu larut malam" Bujuk mama Joy
"Gimana sayang" Tanya Hans
"Ya aku si setuju-setuju aja sayang"
"Ya udah kalian bisa kembali ke kamar masing-masing"
"Baik mah" Jawab dua pasang kekasih itu
"Pasti kamu lelah kan sayang" Tanya Hans
"Sangat syang"
__ADS_1
"Ya sudah kamu lagsung istirahat aja, aku mau mandi sebentar"
"Iya sayang"