
"Selamat pagi istri ku" Sapa Hans kemudian mengecup bibir istri nya itu dengan singkat
"Pagi juga suami ku" Balas Haura..
"Masih ngantuk ya sayang, ya udah bobok aja lagi"
"Enggak Mau"
"Kenapa?"
"Kan kamu nya harus berangkat kerja, jadi aku sebagai istri yang baik harus melayani suami ku"
"Benar kah"
"Iya sayang"
"Kalau begitu, emmm...."
"Kalau begitu apa? jagan aneh-aneh deh, aku masih capek syang" Haura bangkit dari tempat tidur nya
"Sekali aja sayang" Hans menarik tangan Haura yang membuat nya terjatuh ke dalam pelukan suaminya itu tidak tinggal diam Hans langsung menciumi bibir dan leher istrinya itu
"Sayang kamu nakal"
"Tapi kamu suka kan?" tanya Hans yang membuat pipi Haura memerah
"Suka sayang"
Hans mulai meraba dada Haura dengan lembut
"Emm...., Sayang...." panggil Haura dengan penuh gairah
"Iya sayang"
Dring......Dring.....
notifikasi panggilan ponsel Hans
"Sial.... siapa si ?, pagi-pagi begini menelfon, mengganggu orang saja" Ucap Hans kesal
"Udah angkat aja sayang siap tau itu hal yang penting"
"Kamu yakin?"
"Yakin lah, kan nati bisa kita lanjutin lagi"
"Janji ya"
"Iya janji ganteng"
Hans pun mengangkat telfon yang di ketahui itu adalah Linda sekretaris pribadi Hans
H : "Hallo, ada apa kamu pagi-pagi menelfon saya kamu tidak sopan banget ya"
L: " Selamat pagi pak maaf sebelumnya mengganggu waktu bapak, tapi saya harus mengingatkan ke Bapak bahwa pagi ini jam 8 pagi kita ada pertemuan dengan Kline kita yang berasal dari Jepang"
H: "Iya Linda saya sudah tahu, terima maksi ya sebelum nya sudah mengingatkan saya"
L: "Iya pak, sekali lagi maaf mengganggu waktu bapak "
H: "Iya tidak apa-apa"
Setelah Hans selesai dengan urusan nya dia segera mencari istrinya itu
"Ternyata kamu di sini sayang, ngapain si kamu repot-repot masak, kan ada pembantu yang bisa masakin untuk kita" Ucap Hans sambil memeluk Islam nya itu dari belakang
"Kan aku bilang nya tadi mau melayani suami ku, emang nya salah ya?"
__ADS_1
"Enggak kok sayang"
"Ya udah sekarang kamu mandi gih..." Pinta Haura
"Mandi in dong"
"Malas ah"
"Isss... tadi kan udah janji tadi"
"kapan?"
"Tuh kan pura-pura lupa dia nya"
"Sayang ini udah jam 6 loh, nanti kamu telat lagi ketemu Kline nya nanti malam aja ya" Bujuk Haura
"Iya deh"
Dengan segerah Hans pergi ke toilet untuk mandi...
"Dasar suamiku"
5 menit kemudian Hans sudah selesai mandi namun dia lupa membawa handuk nya dia pun langsung segera memanggil istrinya
"Sayang ambil in handuk dong" teriak Hans
"Iya sayang sebentar ya"
Tok...Tok...
"Bukan pintu nya sayang, ini handuk nya"
Hans membuka pintu kamar mandinya kemudian langsung menarik Haura untuk ikut masuk
"Sayang!" panggil Haura manja tanpa ada jawaban dari Hans, Hans langsung menciumi bibir istri nya itu
"Buka baju mu sayang" pintu Hans
"Sebentar aja sayang, aku sudah menginginkan mu"
Hans membuka paksa baju tidur Haura kemudian melempar kan nya begitu saja
setelah Haura sudah tidak memakai sehelai benang pun Hans langsung menciumi seluruh tubuh istri nya itu tampa berlama-lama Hans memasukan senjata nya ke milik istri nya itu
Setelah mereka puas dengan permainan mereka, mereka pun segera mandi dan melanjutkan aktivitas pagi mereka
****
"Pagi pengantin baru" Sapa Lily
"Pagi juga Lily"
"Kamu enggak berangkat sama Hans ?" Tanya Lily sambil melirik ke kanan dan ke krim namun tidak menemukan kebenaran Hans
"Emmm, aku berangkat sendiri Hans pagi ini ada rapat dengan Kline yang dari Jepang"
"Kasihan nya"...
"Enggak apa-apa kok"
"Oh ya, nati malam datang ya ke pameran suamiku jam 8 malam"
"Pasti song"
"Ya udah kerja yok, banyak data-data yang harus di selesaikan nati Bu Erica marah-marah lagi"
"Baru aja di bilang Liy in ibu Erica udah menuju kenari, pasti dia mau marahin aku ni"
__ADS_1
"Udah kamu tenang aja, kalau dia marahin kamu aku pasti akan belain kamu kok"
"Haura ikut ke kantor saya sekarang juga"
"Baik Bu"
Haura pun segerah mengikuti Erica dari belakang menuju ruang kantor nya
Tidak sengaja Haura menabrak seseorang ya itu Al
"Maaf pak Al saya tidak sengaja"
"Iya Haura tidak apa-apa, lain kali hati-hati ya"
"Iya pak"
Setelah Haura sampai di ruang kantor Erica tiba-tiba Erica melempar kan dokumen ke arah Haura
"Jagan pikir karna kamu sudah menikah dengan pak Hans sekarang bisa sesuka hati kamu dalam urusan pekerjaan, lihat pekerjaan kamu itu semuanya hampir semua salah" Bentak Erica
"Maaf sebelumnya bu, seperti nya saya sudah mengerjakan pekerjaan saya dengan baik"
"Dengar ya Haura meskipun kamu sudah menikah dengan Hans bukan Berarti kamu bisa membantah saya, dengar baik-baik ya Hans adalah milik ku selama nya mungkin saat ini dia miliki mu namun suatu saat aku akan merebut nya dari mu" Bisik Erica tepat di telinga Haura
"Saya tidak takut" Dengan segerah Haura meninggalkan ruangan Erica tanpa berpamitan terlebih dahulu
"Tadi ibu Erica bilang apa sama kamu?" Tanya Lily penasaran
"Enggak apa-apa kok Liy, cuma ada kesalahan sedikit aja".
"Yang benar?"
"Maaf ya Liy kali ini aku enggak bisa jujur sama kamu aku tidak mau membebani kamu dalam maslah ku Karena itu tidak baik bagi kandungan kamu" Gumam Haura dalam hatinya
"Hey! kenapa melamun si"
"Ehh, iya Liy enggak ada maslah apa-apa kok"
****
Jam menunjukkan jam 8 malam
"Thank you for your cooperation" Ucap Hans sambil menjabat tangan Kline nya itu
"Nice to work with your company Mr Hans"
"Kita pulang sekarang Linda, saya yakin istri saya sudah menunggu"
"Baik Pak"
****
"Thank you, ya Ura kamu udah sempat-sempatnya singa ke acara pemeran suamiku"
"Santai aja kali, suami kamu kan kakak aku sekalian kakak ipar aku, hahaha" Tawa bahagia Haura
"Bisa aja kamu Ura, oh ya Hans belum pulang ya"
"Iya belum pulang mungkin masih banyak yang harus di kerjain"
"Kaishan nya kamu Haura, seharusnya ini adalah bulan mandu Klian tapi Hans malah sibuk dengan urusan pekerjaan nya"
"Engak apa-apa kok Liy aku happy-happy aja"
"Aku tahu kok Ra sebenarnya kamu sedih" Ucap Lily dalam hatinya " Ya udah masuk aja yok, dingin di luar" Ajak Lily
"Iya Liy, oh ya kak Hart mana?"
__ADS_1
"Itu di sana" Tunjuk Lily ke arah suaminya itu
Bersambung......