MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
LIBURAN BERSAMA PACAR


__ADS_3

"Ni makan kamu" ucap Haura meletakkan makanan itu di depan Lily


"Makasih ya"


"Iya sama-sama"


"Ko sama-sama nya cemberut enggak ikhlas ya"


"Iya Lily sayang kamu makan dulu ya jangan banyak bicara, nati makanya keburu di makan sama jin"


Dringgg.....


Ponsel Haura bergetar


"Bentar ya aku jawab telfon dulu"


"No baru siapa ini, ya hallo ini siapa? " tanya Haura ke pada si penelpon


"Yang aku lakuin terhadap sahabat kamu belum ada apa nya" ucap si penelpon


"Kamu siapa, apa mau kamu butuhkan terhadap kami" tanya Haura lagi


"Kamu enggak perlu tahu siapa aku, kalau kalian mau selamat tinggalkan Hans segera"


"Saya tidak akan mau diperintahkan sama kamu"


"Oke baik, kalau kamu tidak mau mengikuti perintah saya lihat apa yang akan saya lakukan terhadap kamu sahabat kamu dan Hans" ancam si penelpon


Si penelpon tiba-tiba memutuskan komunikasi mereka


"Halo...halo ...ini siapa sebenarnya?, sial di mematikan ponsel nya "


"Siapa yang menelpon Ra" tanya Lily


"Nomor yang gak dikenali Liy, nelpon tiba-tiba dia ngancem aku buat jauhi pak Hans apa coba mau nya dia itu"


"Aku kan udah peringati kamu dari awal Pak Hans itu bukan orang sembarangan tapi kamu enggak mau dengar kan dan sekarang kamu udah terlanjur masuk ke dalam kehidupan pak Hans jadi kamu harus siap menanggung segala konsekuensinya" jelas Lily


"Ya udah aku mau tidur dulu ya udah ngantuk banget ini" ucap Haura pergi meninggalkan Lily untuk tidur yang sebenarnya dia tidak sedang tidur tetapi merenungkan ancaman si penelpon itu


Keesokan harinya mereka berangkat bekerja Lily yang saat ini tidak bisa bersentuhan dengan siapa pun menjauhkan dirinya dari semua orang


"Kamu kemana aja, kenpa aku kemarin tidak melihatmu pekerja" Tanya Hans yang mengagetkan Haura


"Pak Hans, bisa enggak si enggak ngagetin orang terus"


"Abisnya kamu sering ngelamun sih ngelamun apa ngejalanin aku ya? " Canda Hans


"Iss PD nya tingkat dewa banget ya"


"Terus kalau kamu nggak lagi ngelamun aku ngelamun siapa dong"


"Iya syang aku lagi ngelamun kamu ko, ya udah sana-sana nati banyak yang lihat"


"Ini"


"Ini apa?" tanya Haura bingung karena Hans cuma mengatakan ini sambil menunjuk pipinya

__ADS_1


dengan seketika Hans mencium pipi Haura


"Paaak Hans" Ucap Haura terbata-bata enggak percaya Bos nya sekaligus pacar nya itu mencium pipi nya di ruang kerja Haura untungnya tidak ada yang melihat mereka


"Abisnya kamu nggak peka-peka sih"


"Pak Hans di sini ada CCTV" Hans mengabaikannya dan lagsung pergi ke ruangannya sambil tersenyum bahagia


"Dasar pacar mesum" Teriak Haura kepada Hans yang membuat Hans menoleh ke arah nya kemudian tersenyum dan mengedipkan satu mata nya"


"Isss, udah sana sebelum ada yang lihat"


Hans kembali berjalan ke ruang kantor nya


"Selamat pagi Haura" sapa salah satu rekan kerja nya yang baru saja tiba di kantor


"Heh, iya selamat pagi juga Nita" sapa Haura kembali "Hufff... untung my pacar udah pergi kalau enggak heboh lagi " Ucap nya dalam hati kemudian dia kembali bekerja


Ting..


Bunyi pesan dari ponsel Haura


"Baru juga ketemu, udah ngirim pesan aja si my pacar" ..


By.my pacar: "Miss you beby"


Aku: "Baru juga ketemu"


By.my pacar :"Aku mau ngajakin kamu jalan pulang kerja mau enggak?


Aku: of course


"Liy aku boleh nggak izin mau pergi jalan sama Pak Hans setelah pulang kerja "Ucap Haura meminta izin kepada sahabatnya itu .


"Boleh aja sih tapi kamu harus jaga diri ya karena kalau kamu berada di sisi Pak Hans itu sangat berbahaya"


"Oke maksi ya udah izin aku"


"kalau kamu bahagia aku juga bahagia"


mendengar kata-kata itu dari Lily. Haura langsung memeluk sahabatnya itu


"Kamu memang sahabatku yang paling terbaik" Ucap Haura menyanjung Lily


Jam kerja Akir nya selesai ternyata Hans sudah terlebih dahulu menunggu Haura di dalam mobilnya, Haura yang melihat mobil Hans terparkir agak jauh dari kantor perusahaan langsung menghampirinya dan memasuki mobil itu


"Kita mau kemana sih?" tanya Haura


"Kamu mau nya kita ke mana?" tanya Hans balik


"Yee, ditanya malah nanya balik"


"Ya udah aku akan bawa kamu ketempat sesuatu yang sangat istimewa"


"Baik lah my pacar"


Setelah perjalanan kurang dari 3 jam akhirnya perjalanan mereka sampai juga

__ADS_1


"Wah, ini bagus banget sayang" Ucap Haura yang terkesan dengan pemandangan pantai di malam hari dengan kelap-kelip lampu dari restoran yang mereka datangi


"Apa kamu mau turun ke sana untuk bermain" tanya Hans


"Iya mau" jawab Haura sambil mengangguk-anggukan kepalanya berkali-kali


"Ya udah yok, kita ke situ"


"Wah, sayang bagus banget"


"Demi demi kebahagiaan kamu aku rela melakukan apa saja"


"Benarkah"


"Iyaa sayang ku" ucap Hans sambil menarik tubuh Haura ke dalam pelukannya kemudian Hans ingin mencium Haura namun tiba-tiba dia berlari


"Kejar aku dulu pak Hans baru bapak bisa cium. aku"


"Heh ni anak "


"Ayok pak Hans kejar aku"


"Oke kalau itu kemauan kamu" Hans mulai berlari mengajar Haura, entah sudah berapa kali putaran akhirnya Hans bisa mengejar Haura


"Udah ya syang jangan lari-larian lagi, capek tau"


Kemudian mereka berdiri di pinggiran pantai dan kembali mengobrol Hans yang merasakan dingin nya pantai memeluk tubuh Haura dari belakang


"Sayang apakah ketika Ingatan mu sudah kembali suatu saat nati kamu akan melupakan ku dan semua kenangan kita ini" tanya Haura yang merusak suasana bahagia menjadi Susana yang sangat serius


"Kenapa kamu tidak menjawab"


"Kamu tau darimana aku sedang Amnesia,?"


"Aku tau segalanya tentang kamu"


"Aku berharap kepada Tuhan supaya tidak membuat ingatan ku kembali, kalau misalkan ingatanku sudah kembali ketika kamu bertemu aku kamu tinggal pukul kepala ku sekuat mungkin "Ucap Hans yang membuat Haura tertawaan .


"Kenpa kamu tertawa"


"Enggak ada, ya udah yok syang seperti nya hujan mau turun lagian Lily pasti nungguin aku pulang " ajak Haura untuk kembali


"Ya Udah ayok"


Saat mereka hendak ingin pulang mereka mendapat kabar bahwa jalan pulang ke arah kota mereka sedang ada perbaikan di karenakan longsor akibat hujan deras


"Bagaimana kita bisa pulang " Tanya Haura


"Untuk saat ini kita tidak bisa pulang"


"Terus kita nginap nya di mana, malah aku ngantuk banget lagi"


"Kita ke Hotel"


"Hah.... Enggak mau"


"Tenang aja nati kita pesan dua kamar ko"

__ADS_1


"Hehehe, terima kasih sayang"


Berambung......


__ADS_2