
"Maafin aku ya sayang gara-gara aku rencana kita jadi hancur " Ucap Hans kepada Haura
"Enggak usah di pikirkan sayang, yang lebih utama itu kesehatan kamu bukan yang lain-lain"
"Makasih ya kamu sudah ngertiin aku" Hans mengelus kepala Haura dengan lembut
"Iya sayang, Sekarang kamu istirahat di sini dulu ya" Haura membantu Hans untuk berbaring di ruang istirahat yang ada di toko bunga nya itu.
Setelah setengah jam istirahat Hans mendapat telepon dari kantor nya
"Sayang ini makannya aku tarok di meja ya" Ucap Haura yang membawa semangkok bubur ayam buatan nya.
"Iya sayang, makasi ya"
"Hallo Linda ada apa?" Jawab Hans menjawab telfon dari sekertaris Linda
"Maaf mengganggu waktu nya bapak, tapi bapak harus kembali ke perusahaan secepatnya"
"Baik lah saya jalan sekarang juga" Hans menutup telepon nya dia bergegas memakai sepatunya dan hendak ingin pergi
Namun pada saat Hans hendak pergi Haura menghadang jalan nya "Mau ke mana?" tanya Haura
"Tadi Linda telfon katanya aku harus segeralah ke perusahaan" jawab Hans
"Harus Sekarang ya"
"Iya sayang, maaf ya aku harus pergi"
"Tunggu" lagi-lagi Haura menghentikan langkah Hans
"Ada apa sayang?"
"Jas kamu kelupaan" Haura mengambil jas Hans yang terletak di meja dan dia juga memakaikan jas itu ke tubuh Hans
"Makasi ya sayang, nati aku jemput ya jadi jangan ke mana-mana" Ucap Hans sambil mencium kening Haura
"Iya sayang, udah sana ntar kamu telat lagi"
****
Setelah beberapa menit perjalanan Hans akhirnya smapai di perusahaannya
"Ada apa Linda?" Tanya Hans kepada sekretaris nya itu
"Begini pak, ada seorang yang ingin menemui Bapak" Jawab sekretaris Hans itu
"Siapa?" Tanya Hans kembali
"Saya juga kurang tahu pak"
"Ya sudah suruh dia masuk ke ruangan saya"
"Tapi pak, beliau sudah ada di dalam ruangan bapak sejak tadi"
"Benarkah?, berani sekali dia, ya sudah saya langsung masuk saja"
"Astaga bagaimana ini" Ucap Linda dalam hatinya
__ADS_1
"Anda siapa?" Tanya Hans ketika dia memasuki kantornya itu
"Hans Gavariel Gerald, lama tidak bertemu dengan mu" Ucap seseorang yang di bicarakan sekertaris Hans itu
"Saya tidak mengenal anda"
"Mungkin kamu sudah lupa kepada saya dan anak saya"
"Maaf maksud anda apa ?, saya tidak mengerti"
"Emmm, jadi ternyata kamu benar-benar Amnesia ya"
"Tapi sepertinya saya mengenal anda, Kalau tidak salah anda CIO Perusahan pertambangan emas"
"Wah, ternyata wawasan kamu cukup bagus juga"
"Ada urusan apa anda ke perusahaan saya?, dan apa hubungan saya terhadap anda dan anak anda?".
"Hah, sebenernya saya cukup sedih mendengar kamu Amnesia samapi-samapai kamu lupa terhadap anak saya"
"Maksudnya anda apa ya, saya tidak mengerti"
"Segeralah pulih suapaya kamu tahu kebenarannya, saya pamit dulu" Ucap CIO tambang emas itu atau papa David papanya almarhum Jessica
****
Pada saat jam kerja sudah menunjukkan waktu nya pulang, tidak sengaja Hans bertemu dengan Lily dan Hart
"Hans Haura mana kok dia enggak masuk kerja hari ini?" tanya Lily kepada Hans
Namun Hans tidak menghiraukan nya, dia malah pergi begitu saja
"Enggak tahu juga sayang, mungkin dia lagi banyak pikiran kita pulang aja yuk"
"Iya sayang"
"Akhirnya rencana ku berhasil" Ucap Erica tersenyum bahagia
"Rencana apa Bu?" Tanya Nia yang mengagetkan Erica
"Kamu enggak perlu tahu, dari sekarang saya tidak memerlukan Kamu lagi"
"Tapi kenapa Bu?" tanya Nia kembali
"Karena saya sudah mendapatkan permainan baru yang lebih menarik, jadi saya tidak memerlukan pemain tambahan lagi, Bay..."
"Bego sekali aku mau di permainkan Ibu Erica untuk membalaskan dendamnya kepada Haura haaah.. akibat kecemburuan ku kepada Rafi makannya aku bisa sejahat ini sama Haura Sekrang aku menyesal atas perbuatan ku" Ucap Nia dalam hati nya
"Begong aja terus"
"Astaga Rafi kamu ngagetin aku aja"
"Habisnya kamu begong aja si lagi banyak pikiran ya, bagimana entar malam kita makan malam"
"Tapi"
"Tapi apa, aku yang traktir kok Oke..."
__ADS_1
"Rafi maafin aku ya udah pernah ngejahatiin wanita yang kamu cintai i" Ucap Nia dalam hati nya
"Kan begong lagi, bagaimana mau enggak?"
"Iya Rafi aku mau kok"
"Dari tadi lah, ya udah yok kembali kerja"
****
Sudah jam 10 malam Hans belum juga menjemput Haura
"Di mana si kamu Hans, apa terjadi sesuatu pada kamu" Ucap Haura dalam hatinya smabil berjalan mondar-mandir seperti setrikaan di depan toko bunga nya
Satu jam kemudian
"Sayang bangun, ayok kita pulang" Hans membangunkan Haura yang tertidur di atas kursi yang ada di luar toko nya itu
"Hans !, kamu udah pulang?" Tanya Haura yang sudah terbangun
"Iya sayang, maaf ya karena kamu nungguin aku jadi kamu samapi ketiduran di luar gini"
"Iya enggak apa-apa kok sayang, ya udah kita pulang yok"
"Iya sayang" Hans membukan pintu mobilnya untuk kekasihnya itu
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di apartemen, Hans yang melihat Haura yang sudah tertidur langsung menggendong nya masuk ke kamar apartemen mereka
"Sayang kenapa kamu gendong aku, kamu kan bisa banguni aku" tanya Haura yang tiba-tiba terbangun
"Enggak apa-apa sayang, sekrang kamu tidur lagi ya"
"Iya Sayang, Kamu enggak mau tidur bareng aku"
"Aku belum bisa tidur, kamu tidur duluan aja lagian aku masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan"
"Mau di bantuin enggak?" tawar Haura
"Enggak usah, kamu tidur aja"
"Iya sayang"
Jam menunjukkan jam 2 pagi
Hans masih terfokus dengan leptop dan berkas yang ada di depannya itu sedangkan Haura yang tidak bisa tertidur berinisiatif membutakan secangkir kopi untuk Hans namun pada saat Haura hendak meletakan kopi itu tiba-tiba saja kaki nya tersandung yang mengakibatkan kopi itu tertumpah tepat di leptop Hans
"Kamu punya mata enggak si" Bentak Hans dengan nada tinggi
"Aku enggak sengaja sayang"
"Akibat kecerobohan kamu, leptop saya jadi tidak bisa menyalah"
"Maaf in aku ya sayang"
"Maaf kamu enggak akan membuat leptop ini kembali menyala padahal besok ..." Ucap Hans menyakiti hati Haura namun belum selesai Hans berbicara tiba-tiba Haura mencium bibir Hans
"Maaf" Ucap Haura dan segerah dia kembali ke tempat tidur nya
__ADS_1
Bersambung.....