
"Enggak kenapa-kenapa kak, ini emang buat kakak" ucap Haura
"Tapi di cake nya tulisan nya happy B'day sahabat ku "
"Iya, itu awalnya untuk Lily tapi Lily nya enggak mau ya udah aku kasih untuk kakak aja "
"Liy kamu ko gitu si sama sahabat kamu sendiri "tanya Joy " kasihan loh Haura".
"Belain aja terus" Ucap Lily tepat di depan wajah Joy kemudian dia pergi masuk ke kamarnya
"Engga apa-apa kok kak, dan aku sudah memutuskan untuk pindah dari apartemen Lily"
"Kenapa Ra, kan bisa di selesaikan dengan cara baik-baik"
"Enggak ada yang perlu di selesaikan kak, aku emang harus pindah dari sini"
"Ra"
"Udah ya kak aku mau beberes dulu untuk pindahan"
Haura menutup pintu kamar mereka dan meninggalkan Joy yang Masih berdiri di luar pintu kamar apartemen mereka
"Huuff begitu lah kalau berteman terlalu dekat pasti kalau berantem nya separah ini" Ucap Joy kemudian dia kembali ke kamar apartemen nya
"Liy aku pamit ya, terima kasih selama ini sudah memperbolehkan aku untuk numpang di apartemen kamu ini, aku sadar aku selalu buat kamu dalam masalah, tapi sekarang enggak lagi Liy kamu tenang aja aku akan pergi dari hidup kamu selama nya karena kamu yang putus kan tali persahabatan kita jadi kita bukan lagi sahabat seperti dulu jika kita bertemu anggap saja kita tidak saling kenal , Bay.. Liy" Ucap Haura sambil berpamitan kepada Lily dengan membawa semua barang-barang yang Haura punya
Namun tidak di jawab oleh Lily malah dia membalikan badannya seperti tidak ingin melihat kepergian Haura
Di saat Haura sudah keluar dari dalam kamar Lily menangis sejadi-jadinya
"Hiks.... Hiks.... Maafin aku Ra " tangis Lily
Sekarang dia menyesali perbuatannya namun lagi-lagi ego nya terlalu tinggi untuk meminta maaf terlebih dahulu
***
Di luar apartemen ada Hans yang sudah menunggu Haura karena dia sebelum nya sudah menelfon Hans untuk menjemput nya dan mencari apartemen baru untuknya bersama-sama
Hans keluar dari mobilnya dan membantu Haura untuk memasukkan barang-barang nya ke dalam bagasi mobilnya Hans
"Kamu nagis" Ucap Hans sambil menghapus air mata Haura "Ada masalah apa kamu sama Lily"
"Aku enggak tau, seperti nya aku enggak buat salah apa-apa sama dia Hiks...hiks ..."
"Udah-udah aku enggak tega lihat kamu nagis kita pergi aja sekarang ya"
Hans membantu Haura untuk masuk ke dalam mobilnya
"Kita mau cari ke mana dulu ni " tanya Hans
"Enggak tau, kemana yang ada aja" jawab Haura
__ADS_1
Sudah berapa banyak apartemen mereka temui namun tidak ada kamar kosong lagi
"Gimana dong sayang apartemen nya enggak ada yang kosong lagi " Ucap Hans
"Aku juga udah bingung"
Deret...Deret....
"Bentar aku jawab telfon dulu"
"Hallo dengan siapa" tanya Haura kepada si penelpon
"Apa benar ini dengan Ibu Haura yang saat ini sedang mencari kamar apartemen".
"Iya saya sendiri"
"Begini Bu, di apartemen kami Masi tersedia kamar apartemen yang kosong, harga nya juga terjangkau"
"Serius Mbak..?" tanya Haura tidak percaya "kalau benar saya dan calon suami saya akan segera ke sana bagimana mbak?"
"Benar Bu, tapi mohon maaf karena apartemen kami hanya untuk wanita pria di larang masuk jadi calon suami ibu tidak di perbolehkan memasuki kawasan apartemen kami "
"Sayang bagimana dong, kamu tidak di perbolehkan ikut" Ucap Haura kepada Hans
"Ya udah batalin aja, apa susah nya si"
"Enggak bisa"
"Baik bu, terima kasih"
"Kamu ya enggak bisa di bilangin, malas sama kamu"
"Sayang dengerin aku dulu, cuma itu apartemen yang kosong murah lagi kalau enggak aku ambil nati aku nya tidur nya di mana masak di kolong jembatan" jelas Haura
"Kamu kan bisa tinggal di apartemen aku, lagian kan kita sebentar lagi akan menikah"
"Enggak bisa sayang, ya udah aku pergi dulu ya"
"Engga boleh, ini sudah malam kalau emang mau ke sana besok pagi aja " Hans menahan tangan Haura supaya Haura tidak pergi
"Enggak bisa sayang, aku harus pergi karena aku udah buat janji"
"Ya udah pergi sana " Hans berteriak kepada Haura dan menghempaskan tangan Haura
"Kamu kasar banget ya, aku enggak percaya kamu bisa kaya gini sama aku, untuk nikah sama kamu aku jadi berpikir dua kali lipat jadi nya "
"Sayang dengerin aku dulu, aku minta maaf ya"
"Aku harus pergi" Haura keluar dari mobil Hans
dan langsung segera memesan taksi online
__ADS_1
"Hah... sial .." Hans membanting setir mobil nya
Hanya beberapa menit taksi pesanan Haura sudah tiba
"Ibu Haura ya" tanya sopir taksi itu
"Iya saya pak" jawab Haura smabil memasuki taksi yang telah dia pesan itu
Setelah taksi yang di naikin Haura sudah tidak kelihatan lagi
Tiba-tiba ada taksi satu lagi datang tepat di mana taksi sebelum nya datang menjemput Haura
Supir taksi itu keluar dari mobilnya seperti nya supir taksi itu sedang berjalan ke arah Mobil Hans
Tok.. Tok...
"Iya ada apa pak" tanya Hans samabil menurunkan kaca mobilnya
"Apakah bapak melihat seorang wanita di sekitaran sini, soalnya dia memesan taksi tapi di telfon-telfon nomor nya tidak aktif " Ucap sopir taksi itu
"Enggak pak, emangnya atas nama siapa pak?" tanya Hans lagi
"Atas nama Haura Jasmine " Jawab sopir taksi itu.
"Haa? jadi siapa yang menjemput Haura tadi, ada yang enggak beres ini" ucap Hans dalam hati nya
"Yang memesan taksi tadi adalah pacar saya namun ada taksi yang terlebih dahulu menjemput dia "
"Wah.. bagimana nasib saya dong pak, saya jadi rugi ni "
Hans memberikan sejumlah uang kepada sopir taksi itu sebagai ganti rugi " Ke mana alamat tujuan yang di buat pacar saya tadi"
"Ke persimpangan jalan ****" jawab sopir taksi itu
"Bukan nya itu arah ke dalam hutan"
"Benar pak, saya juga bingung kenapa ada orang mau ke sana"
"Terima kasih informasinya" tanpa berpikir panjang Hans memutar balik mobil nya kemudian dia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi
"Kamu tunggu di sana ya sayang aku akan segera menyelamatkan mu"
****
"Loh pak, kita mau ke mana ini kan sudah tidak sesuai dengan rute lagi"
"Ibu tenang aja, sebentar lagi kita akan sampai "
"Putar balik aja pak, saya sudah tidak menginginkan apartemen itu lagi saya cari apartemen yang lain aja ini sudah terlalu jauh dari pusat kota"
"Tidak bisa Bu"
__ADS_1
Bersambung.....