
"Apa benar ya kalau Hans akan melamar ku segerah" Tanya Haura dalam hatinya smabil mengigit kuku jari telunjuk nya
"Hey!" Panggil Lily yang membuat Haura sedikit terkejut " Ada apa kok kamu melamun, ada masalah kah?"
"Enggak kok Liy, aku baik-baik aja hanya sedikit tidak percaya aja"
"Haura!" panggil seseorang lagi, pada saat Haura membalikkan badannya untuk mengetahui siapa yang memanggil namanya itu dia begitu terkejut karena ternyata seseorang itu adalah Hans
"Hans!"
"Iya sayang" Hans langsung menarik tangan Haura membawanya ke tempat sesuatu
"Kita kemana sayang?" Tanya Haura penasaran
"Ikut aja sayang"
Beberapa menit mengendarai mobil nya mereka tiba juga di tempat tujuan mereka
Sebelum turun dari mobil Hans meminta Haura menuntut matanya terlebih dahulu
"Kamu pake ini dulu ya sayang" Ucap Hans sambil penutup mata Haura mengunakan tangan nya
"Astaga sayang untuk apa si, aku jadi penasaran deh"
"Iya sabar sayang engak sabaran banget si"
Hans menuntun Haura untuk masuk ke sebuah ruangan
"Satu dua tiga.... T-ara......" Hans melepaskan kedua tangan nya untuk menutupi mata Haura
"Sekolah musik?"
"Iya sayang, aku tahu kamu suka musik makannya aku bawa kamu kemari"
"Tapi untuk apa sayang?" Tanya Haura dengan ekspresi yang tidak terlalu menyukai
"Surprise sayang " Ucap Hans dengan penuh kebahagiaan kemudian dia berjalan ke arah piano dan memainkannya
"Kamu bisa?"
"Bisa dong sayang aku belajar mati-matian untuk bisa membahagiakan kamu, aku punya satu lagu spesial untuk kamu, kamu dengerin ya sayang"
Cinta Terakhirku
Lagu Bagas Rahman Dwi Saputra
Seakan tak ada lagi
Manusia yang ada di bumi
Kamulah cinta sejati
Kamulah yang ada di hati
Saat ku terjatuh dalam sendu
Peluk mu menenangkan ku
Kau tunjukkan semua rasa
Mewarnai duniaku
Takkan pernah ku keliru
__ADS_1
'Tuk melukaimu
Percaya aku
Ku 'kan menjagamu
Kaulah jawaban doaku
Kau diutus Tuhan 'tuk temani hidupku
Di kala hati ini rapuh
Hadirmu sembuhkan lukaku
Kau hapus lelahku dengan senyummu
Ku percaya kamu
Kaulah cinta terakhirku
Hu-hu-huuu-huuuu
Hu-hu-huuu-huuuu
..............................................................................
"Bagaimana apa kamu suka?" Tanya Hans sambil menggenggam tangan Haura kemudian mencium nya
"Suka banget sayang" Ucap Haura dengan air matanya yang jatuh ke pipinya
"Kok nagis si, aku enggak suka lihat kamu nagis?" Hans mengusap air mata Haura dengan tangan nya kemudian tiba-tiba Hans berlutut dihadapan Haura dan berkata " Mau kah kamu menikah dengan ku?"
"Hiks.... Hiks...." Haura semakin memperkuat tangisnya
"Ada apa sayang, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Hans panik
"Apa kah kamu bersedia menjadi istriku?"
"Iya sayang, aku bersedia"
Hans memasukan cincin lamarannya di jari manis Haura kemudian Hans memeluk tubuh Haura dengan sangat erat " Terima kasih sayang l love you Hanny"
"I love you to" Balas Haura samabil membalas pelukan Hans
*****
Satu Minggu sebelum pernikahan
"Nak Haura, sebelumnya kami telah mendengar bahwa Mama kamu sudah lama meninggal Lalu bagiamana dengan papa kamu masih hidup kan samapi sekrang?" tanya papa Harry
"Saya tidak tahu pak, apakah papa saya masih hidup atau tidak karena sejak saya kecil papa saya sudah membuang saya dan mama saya yang saya dengar dia telah menikah kembali dengan wanita selingkuhan nya itu" Ucap Haura dengan datar
"Maaf nak tidak bermaksud untuk mengungkit kehidupan kamu yang dahulu, kamu bisa anggap kami berdua sebagai orang tua kamu"
"Terima kasih pak"
"kenapa Papa begitu menyayanginya, apakah sebelum nya papa sudah mengenal Haura" Hans bertanya-tanya dalam hatinya
"Kalau kamu butuh apa-apa bilang kepada saya, saya akan selalu ada untuk kamu nak" Ucap papa Harry smabil mengelus-elus kepala Haura
Setelah mama Joy dan papa Harry sudah di dalam kamar mama Joy mulai bertanya mengapa dia sangat menyayangi Haura
"Pah, mama boleh nanyak enggak?"
__ADS_1
"Iya tanya aja"
"Kenapa sikap papa beda banget pada saat berbicara dengan Haura?"
"Mah Jagan lupa, yang menyelamatkan anak kita satu tahun lalu adalah Haura kalau tidak kita tidak mungkin bisa berkumpul seperti tadi"
"Emmm, iya si"
"Ya udah Mama Jagan mikir yang aneh-aneh lagi"
"Iya pah"
****
Semua undangan pernikahan Hans dan Haura sudah di sebar kan ke mana-mana bahkan kepada pihak keluarga almarhum Jessica sudah menerima undangan pernikahan mereka
"Hans secepat itu kamu melupakan Putri ku akan ku beri kamu perhitungan" Ucap papa David sambil mencekram gelas di tangan nya smapai pecah
"Mohon maaf Bos, tangan anda berdarah" Ujar salah satu anak buah papa David
"Udah saya tidak apa-apa sekrang kamu berisikan pecahan gelas ini saya mau pergi ke satu tempat kalian tidak perlu ikut"
"Baik Bos"
Setelah 30 menit mengendari mobil nya akhirnya Papa David smapai juga di sebuah rumah tua dekat hutan penculikan Haura kemaren
"Selamat sore Bos" Sapa anak buah papa David namun tidak di hiraukan oleh nya
"Mana dia" Tanya papa David dengan geram
"Ada di dalam" Jawab anak buah nya itu
"Rupanya kamu masih hidup bajingan" Ucap Papa David samabil menendang kursi yang di duduki seseorang itu
"Kamu ngapain ke sini, pergi kamu sana" Ucap seseorang itu ter bata-bata
"Berani kamu nyuruh-nyuruh aku pergi ya" Papa David menjambak rambut orang itu sangat kuat yang membuat rambut orang itu ikut tertarik
"Ampun"
"Ampun iya ampun, rasakan ini"
"Ampun.... gila." Teriak nya sambil menahan air mata nya
"Emmm rasakan ini berani sekali kamu bilang saya gila ya, hufff seperti nya saya sudah menodai tangan ini dengan rambut kotor mu" Ucap Papa David samabil meniup telapak tangan nya
"Mau apa kamu, belum cukup kamu menyiksa aku dan keluarga ku"
"Emmm, pertanyaan yang bagus sekarang kamu bersiap-siap kita akan pergi ke suatu tempat"
"Enggak, aku enggak akan mau ikut dengan mu" tolak orang itu
"Kamu kenal orang ini kan" Ucap papa David sambil menunjukan foto seseorang
"Tidak!, aku tidak mengenalnya, siapa dia"
"Benar kamu tidak mengenalnya"
"Biar saya jelaskan, dia adalah calon menantu Herry kamu masih ingat Herry kan nah saya ingin kamu membunuh nya"
"Tidak, saya tidak mau membunuh orang"
"Sok nolak kamu ya, lupa ya waktu kamu membunuh anak saya"
__ADS_1
"Tapi itu kecelakaan, bukan saya yang membunuh"
Bersambung.....