MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
BAIKAN DENGAN SAHABAT


__ADS_3

Sudah tiga hari Haura tidak masuk bekerja,dia sengaja menghindari semua orang untuk menenangkan dirinya, dia mulai kembali memperhatikan toko bunga nya menyirami bunga-bunga nya setiap hari, membuat bunga pesanan Kline dan langsung mengantar nya


"Selamat pagi Bu, saya mau pesan bunga nya"


"Iya selama pagi,mau pesan bunga yang mana pak.?" Haura membalikkan badannya dia terkejut ternyata yang mau memesan bunga itu adalah Al


"Pak Al " Haura tertawa kecil


"Saya mau pesan bunga yang paling bagus di sini"


"Ko bapak tau saya ada di sini, atau bapak selalu ngikutin saya ya "


"Yee, Jagan KPD an kamu saya tadi cuma lewat sini terus saya melihat ada toko bunga ya jadi saya mau membelikan bunga untuk seseorang yang sangat spesial"


"Wah pacarnya ya pak"


"Sembarangan kamu, saya belum punya pacar"


"Hehehe,masak seganteng bapak belum punya pacar?" ledek Haura menertawakan bos nya itu


"Benaran, saya tidak pernah memiliki rasa menyukai kepada wanita sebelumnya tapi sekarang saya mulai menyukai seseorang dan jatuh cinta kepadanya"


"Cieee...selamat ya pak"


"Loh ko selamat,kan belum tentu dia menyukai saya"


"Wanita mana si yang enggak mau sama bapak, bapak itu ganteng, pintar, mapan,baik dan banyak lagi"


"Ya udah kamu mau enggak sama saya"


"Haaah, saya enggak salah dengan pak" Haura melotot tidak percaya. Al mencoba mendekatkan dirinya kepada Haura, Haura yang merasa risih lagsung menghindari nya


"Tuh kan kamu aja enggak mau sama saya, kamu bilang wanita mana yang enggak mau sama saya kamu sendiri enggak mau sama saya padahal tadi saya cuma bercanda"


"Emmm,soal nya saya sudah tau kalau bapak tadi cuma bercanda"


"Andai kamu tau Haura, saya memang mulai menyukai mu" ucap Al dalam hati nya.


"Jadi bapak mau bunga yang mana, untuk wanita yang spesial yang bapak bilang tadi?" tanya Haura smabil menunjukkan buku desain-desain bunga yang ada di toko bunga nya


"Saya mau bunga mawar putih, desain nya seperti ini" Al menunjukan desain bunga yang dia sukai


"Siap laksanakan pak"

__ADS_1


"Tapi ngomong-ngomong kamu enggak mau kembali bekerja di perusahaan lagi"


"Mungkin sudah tidak lagi pak"


"Kenpa? kalau kamu menghindari seperti ini kamu kelihatan bersalah kamu Harus nunjukin ke mereka bahwa kamu tidak bersalah dan tidak memiliki hubungan apa -apa sama pak Hans"


"Saya pikir-pikir dulu ya pak,ini bunga nya"


"Berapa harga bunga nya?"


"Karena bunga ini untuk orang sepesial pak Al jadi bunga nya saya kasih gratis kali ini aja ya pak besok-besok bayar"


"Benaran ni, ya udah terima kasih ya Ra saya pamit pulang dulu"


"Iya pak, selamat berjuang ya" Al hanya membalas dengan senyuman


Al kembali ke mobil nya dan meletakkan bunga yang di buat Haura sendiri itu dengan sangat hati-hati


"Saya akan memperjuangkan cinta kamu Haura" ucap Al kemudian dia mengarahkan mobilnya untuk kembali ke perusahaan


****


Dengan berfikir panjang Haura Akir nya memutuskan untuk kembali bekerja


perlahan-lahan kaki nya mulai melangkah menuju perusahaan itu


"Haak.. hahahah ...aku kan belum nikah belum punya anak juga ngapain mulut aku ngomong kaya gitu ya" Haura berkata-kata sendiri sambil tertawa sendiri seperti nya Haura sedang menghibur dirinya.


Saat Haura tiba di kantor semua mata tertuju kepada nya dengan tatapan tidak menyukai dia kembali


"Ra, tenang kamu pasti bisa laluin ini semua" ucap Haura menenangkan dirinya sendiri dia langsung berlari ke toilet karena tidak sanggup mendengar cacian semua orang terhadapnya walaupun Hans sudah mengklarifikasi rumor itu namun masih banyak orang yang tidak mempercayai nya menurut mereka Hans hanya bersandiwara untuk menutupi hubungan mereka pas di dalam Toilet Haura mendengar para karyawan wanita yang sedang bercermin di toilet sedang membicarakan nya


"Eh kalian udah lihat belum Haura udah kembali bekerja" ucap salah satu karyawan wanita itu


"Udah dong, dia kaya enggak tau malu gitu ya masih cantik juga almarhum ibu Jessica mana mungkin pak Hans mau sama dia kalau enggak dia yang menodai pak Hans"


"Namanya juga demi uang"


"Atau Jangan-jangan Haura pake pelet lagi"


Duaarrrrrr.....


Lily menendang pintu toilet itu dari tadi dia mendengar para karyawan wanita itu membicarakan sahabatnya

__ADS_1


"Ngomong apa kalian dari tadi ha.. udah merasa paling suci Klian ha...udah merasa paling baik" Tanya Lily kemudian dia menarik salah satu rambut karyawan wanita itu dan mendorong nya sampai terjatuh


"Eh kamu udah gila ya? ngapain kamu bela-belain orang yang salah " jawab karyawan wanita itu


"Emm, masih berani ngomong ya belum tau siapa aku ha..biar aku kasih tau ya" Lily mengambil kayu kan pel yang ada di dekatnya


"Gais.. kabur ada monster" para karyawan wanita itu kabur ketakutan


Dengan perlahan Haura keluar dari toilet dan lagsung memeluk Lily dari belakang Lily yang mendapat pelukan tiba-tiba dari seseorang lagsung membalikan badan nya


"Haura"


"Liy, maksi ya kamu udah belain aku"


"Hei dengar kamu tetap sahabatku aku enggak terima kalau sahabat aku di hina-hina sama orang lain" ucap Lily sambil menghapus air mata Haura


"Udah, kamu ya dari dulu enggak pernah berubah tetap aja jadi perempuan yang cengeng kapan kamu dewasanya"


"Liy aku merindukan mu"


"Aku juga,ya udah ayok kembali bekerja"


"Ra tolong kamu kasih laporan ini ke pak Hans" pinta Lily. Lily sengaja ingin mempertemukan mereka suapaya menyelesaikan masalah mereka dan sepertinya Lily melihat Haura tidak bisa hidup tanpa Hans jadi Lily berinisiatif membantu sahabat nya itu


"Kamu serius nyuruh aku ke ruangan pak Hans?"tanya Haura tidak percaya


"Iya, tunggu apa lagi cepat sana pak Hans membutuhkan laporan ini"


"Tapi Ra" belum selesai Haura berbicara Lily lagsung memotong pembicaraan Haura


"Udah sana no komen pokoknya."


Haura berjalan mendekati ruangan Hans dia tidak memiliki keberanian untuk bertemu Hans dengan gemetaran Haura mengetok pintu


tok...tok..tok...


"Iya masuk"


Mendengar suara Hans Haura semakin tidak berani untuk masuk dengan perlahan-lahan dia membuka pintu dan berjalan ke arah meja Hans


"Saasaya mau ngasi laporan ini ke bapak" dengan mengantarkan Haura menyerahkan laporan yang dia bawa dan Hans yang mengetahui bahwa Haura lah yang sedang masuk keruangan nya langsung menghentikan aktivitasnya


"Saya permisi dulu pak"

__ADS_1


"Tunggu"....


Bersambung......


__ADS_2