
"Ternyata acara pameran nya keren banget ya Liy" Puji Haura
"Iya Haura, enggak nyangka semeriah ini"
"Selamat malam semua nya mohon perhatian nya sebentar, sebelum nya saya berterima kasih atas ke hadirkan para tamu yang terhormat dan terima kasih banyak ke pada pihak sponsor yang telah melaksanakan acara pemeran ini dan selamat menikmati pameran nya terima kasih" Ucap Hart menyapa pengunjung yang datang ke acara pameran nya
"Wah... kak Hart keren banget, selamat ya kak pameran nya berjalan dengan lancar" Puji Haura lagi
"Iya terima kasih Haura, Hans mana dia tidak datang bersama mu?"
"Enggak kak, dari tadi pagi Hans belum pulang kata nya si ada meeting sama Kline dari Jepang"
"Oh begitu, Oh ya kakak ada hadi buat kamu"
"Apa tu?"
"Nih dia, kamu suka enggak?" Hart memberikan sebuah lukisan yang terdapat gambar mereka bertiga
"Kakak seriusan mau kasih ini sama aku?" Tanya Haura tidak percaya
"Iya dong, ini semua ide istri ke sayang an aku ini" Ujar Hart sambil merangkul istrinya itu
"Aaaa.... makasih Lily sayang" Haura memeluk sahabatnya itu
"Iya Haura"
"Udah jam 9 ni aku pulang dulu enggak apa-apa ya?, takut nya Hans udah pulang kaishan dia sendirian di apartemen"
"Tentu, kamu mau di anterin enggak?" Tanya Hart
"Enggak usah kak, aku pulang sendirian aja"
"Kamu yakin tapi ini udah malam loh"
"Iya enggak apa-apa kak"
"Ya udah kamu hati-hati di jalan ya, kami antar smapai pintu keluar"
"Iya kak, dah...Lily"
"Dah ....Haura"
"Silahkan masuk Nyonya muda" Ucap sopir pribadi milik keluarga Hans untuk mengantar jemput serta menjaga Haura.
"Terima kasih pak"
"Sama-sama Nyonya muda"
"Kasihan Haura ya sayang, baru kemarin nikah udah di tinggal kerja aja" Ucap Lily
"Iya sayang, tapi itu semua kan demi masa depan mereka"
"Iya juga si"
"Ya udah masuk yok sayang, kasihan baiy kita ke dingin an di luar"
20 Menit perjalanan akhir nya Haura smapai juga di kamar apartemen milik mereka
"Hah...ternyata Hans belum pulang juga" Ucap Haura dalam hatinya dengan raut wajah sedih
Haura duduk di depan meja rias nya sambil membaca majalah. Sengaja ia memakai baju tidur nya yang tipis supaya dapat menggoda suami nya setelah pulang kerja nati
Keasyikan membaca membuat nya tidak menyadari kehadiran Hans di depannya. Haura tersentak kaget tatkala suaminya itu menegur.
"Selamat malam istri ku" Sapa Hans
Tatapan mata Haura membeku di wajah suaminya itu
__ADS_1
"Ada apa kamu memperhatikan ku seperti itu sayang?"
"Ini benaran kamu?" Tanya Haura menyentuh wajah suaminya itu
"Iya lah sayang, emang nya siapa lagi"
"Kangen tahu, seharian enggak ketemu kamu" Haura pun langsung memeluk tubuh Hans dengan erat
"Kasihan kamu sayang, Oh ya aku ada kejutan buat kamu"
"Wah... ini bukan hari ulang tahun ku tapi kenapa aku dapat surprise dari tadi"
"Emang nya kamu dapat surprise dari siapa tadi?"
"Dari kak Hart dan Lily, mereka kasih ini sama aku" Haura memperlihatkan lukisan yang di berikan Hart dan Lily tadi.
"Kok aku enggak ada?"
"Mungkin Kak Hart lupa sama kamu hahaha...." Tawa bahagia Haura
"Kamu ya bisa aja, kamu lapar enggak?"
"Enggak si"
"Eemm aku mau memberi sesuatu sama kamu"
"Apa si buat penasaran aja deh"
"Tutup mata dong"
"Oke...." Haura menutup mata nya dengan kedua tangannya
"Dalam hitungan satu samapi tiga baru boleh buka ya"
"Iya sayang"...
"Kunci?, ini kunci untuk apa sayang"
"Ini kunci rumah baru kita sayang"
"Hah ... rumah baru" Sontak Haura terkejut mendengar pernyataan dari suaminya itu
"Iya sayang, rumah baru untuk kita tinggalin dan anak kita kelak"
"Terima kasih sayang" Haura memeluk suaminya itu kembali
"Heyy.... untuk apa kamu berterima kasih sekrang kamu adalah istri ku miliki ku adalah milik kamu juga dan sudah ke kewajiban ku untuk membagikan mu kekasih ku"
"Iya sayang"
"Kau tidak mau hanya di peluk"
"Lalu apa?"
Hans langsung mengendong Haura ke tempat tidur mereka
"Aku mau ini sayang"
Mereka melakukan nya itu lagi dan lagi samapi mereka benar-benar kelelahan
Hans mencium kening Haura lembut sekali.Haura membuka matanya perlahan-lahan yang sempat terpejam akibat kelelahan.
"Em...em...kamu belum tidur sayang?"
Hans tidak menjawab. Rambut istrinya itu di belai dengan lembut
"Ada apa sayang, kenapa kamu belum hendak tidur juga?"
__ADS_1
"Aku tidak bisa tidur sayang"
"Kenapa?" Tanya Haura manja sambil mengelus pipi suaminya itu
"Aku Taku ingatan ku kembali."
"Sini aku peluk"
"Aku terlalu mencintaimu Haura aku takut suatu saat aku tidak mengingat mu lagi" Bisik Hans di telinga Haura.
Haura melihat mata Hans di penuhi rasa takut kehilangan
"Aku tahu, aku tahu bahwa kamu sangat mencintai ku, mungkin suatu saat nanti kamu tidak menginginkan ku tidak mengingat ku lagi tapi percayalah jika Tuhan menginginkan kita bersama maka tidak akan ada satu orang pun yang mampu memisahkan kita"
Tangan Hans mengelus-elus rambut Haura.
"Tidurlah, sayang. Besok kamu bangun ke siangan dan terlambat untuk bertemu Kline"
Haura mengusap-usap dada suaminya dengan lembut sampai-sampai suaminya itu tertidur dengan pulas
Jam menunjukkan pukul 6 pagi, Haura terbangun dari tidurnya hendak ingin menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya itu
Setelah selesai menyiapkan sarapan Haura segera membangun kan Hans untuk segera mandi dan sarapan
"Sayang bangun" Bisik Haura manja di telinga suaminya itu
"Masih ngantuk sayang"
"Tuh kan tadi malam di suruh tidur, buka nya mau tidur sekarang bilang nya masih ngatuk Bagun ah cepat"
Hans menarik tangan Haura yang membuat Haura terjatuh ke dalam pelukan Hans
"Sayang jangan sampai lagi ya"
"Kalau iya emang nya kenapa?" Hans memutar posisi nya kini Haura berada di bawah tubuh Hans
"Sayang nati kamu terlambat loh"
"Sebentar aja".
"Tidak bisa, ayok bangun" Haura mendorong tubuh Hans yang keras itu.
"Oke....oke aku bangun"
"Gitu dong, udah sana mandi"
5 Menit kemudian Hans telah selesai mandi dan Haura sudah menyiapkan pakaian lengkap untuk suaminya itu
"Kamu udah siap mandi nya? Ini pakaian kamu udah aku siapin"
"Terima kasih istriku"
"Sama-sama suamiku" Balas Haura
Setelah Hans selesai dengan pakaian nya mereka lanjut dengan sarapan bersama
"Masakan kamu enak banget sayang" Puji Hans
"Benarkah?" Tanya Haura tidak percaya ucapan suami nya itu
"Benaran lah"
"Emm..... nati kalau kamu butuh apa-apa kamu bisa telfon aku ya sayang, soalnya seharian ini aku di kantor aja".
"Iya sayang"
Bersambung......
__ADS_1