
"Tapi Rungan kamar kakak dingin ko"
"Masak iya Ra, tapi Kakak ko ngerasa gerah ya"
"Oh iya kak, aku cuma mu ngantar sarapan ini untuk kakak pasti kakak belum makan kan"
"Iya belum Ra"
"Ya udah aku kembali ke kamar ya kak" pamit Haura
"Iya Ra, makasi ya ka"
"Iya ka"
Duarr...
"Suara apa itu ka, seperti nya Sura itu berasal dari kamar mandi kakak aku periksa ke kamar mandi dulu ya ka"
Saat Haura hendak membuka pintu kamar mandi Joy
"Tunggu Ra" Ucap Joy menghentikan Haura untuk membuka pintu kamar mandinya itu "Sebenarnya yang ada di dalam kamar mandi itu kucing peliharaan kakak"
"Kucing?, sejak kapan kakak pelihara kucing "
"Sajak kemarin, Kakak lihat ada kucing di depan apartemen jadi kakak membawa nya masuk kasihan dia kedinginan"
"Aku malah di bilang kucing lagi" Ucap Lily dalam hatinya
"Tapi ko suara kuncinya engak ada kakak"
"Meong...meong..."
"Tuh kan ada"
"Hah, tiba-tiba ada ya ka ya sudah lah aku kembali ke kamar aja"
"Iya Ra "
Haura yang keluar dari kamar Joy barusan tersenyum lebar seperti mengetahui apa yang sedang terjadi sedangkan Joy dan Lily merasa sangat lega
Joy membukan pintu untuk Lily supaya Lily segerah keluar
"Haura, curiga enggak sama kita kak?" tanya Lily
"Mungkin"
"Gimana dong ini"
"Udah kamu santai aja, dia kan enggak melihat kamu mending kita sarapan dulu yok"
"Iya kak"
"Setelah selesai makan kamu balik ke kamar apartemen kamu ya "
"Hmmm"
"Kok jawab nya gitu"
"Oke-oke puas kan, jadi malas makan nya" Lilly yang kesal dengan ucapan Joy meninggalkan nya sendirian di meja makan
"Liy dengar dulu"
"Malas, ngomong aja sendiri sama hantu"
"Mana lah bisa ngomong sama Hantu"
"Terserah.. aku mau Balik ke kamar apartemen ku aja"
Cklek...
Baru saja Lily hendak ingin balik ke kamar apartemen nya dia melihat Haura akan pergi keluar
"Haa.... Haura" Lily segerah menutup pintu kamar apartemen Joy
"Kenapa nggak jadi balik, Masi kangen ya sama kakak iya kan"
__ADS_1
"Dih, kepedean ada Haura di luar kayanya dia mau keluar"
"Mau pergi kemana dia?"
"Ya mana aku tau tanya aja sama dia"
"Kan kamu sahabat nya pasti kamu tau ke mana aja dia pergi"
"Mungkin dia mau jalan sama pacarnya"
"Haura punya pacar?"
"Haakk...ngakunya kakak, adek nya punya pacar aja dia nya enggak tau" ejek Lily
"Makanya aku nanyak sekrang sama kamu biar kakak tahu"
"Pacar dia itu Bos besar kami , pak Hans"
"Haaaaah.....kamu serius Liy " tanya Joy tidak percaya
"Emang kenapa si, ko ekspresi kakak kaya gitu banget"
"Enggak kenapa Liy "
"Atau Jagan-jagan kakak juga suka ya sama Haura kenapa si semua orang suka sama dia?"
Plok..
"Aww sakit-sakit" rengek Lily
"Dasar bodoh, bisa-bisa nya kamu cemburu sama sahabat kamu sendiri "
"Emang dia salah kok"
"Salah nya di mana coba, emang nya dia yang nentuin siapa aja yang bahkanlan suka sama dia dan siapa yang bahkanlan enggak suka sama dia "
"Belain terus" Lily membanting pintu kamar Joy dan pergi meninggalkan nya
"Aku kesal sama kamu Ra Poko nya aku harus bisa dapatin pak Al" ucap Lily dalam hati nya
"Mbak saya pesan cake nya yang itu ya," Tunjuk Haura
"Baik bu, mau di buatin tulisan nya enggak Bu di cake nya" tanya si pelayan tokoh kue itu
"Boleh banget Mbak, buat aja happy birthday my best friend ke 23"
"Di tunggu ya Bu".
"Oke Mbak"
3 menit kemudian cake pesanan Haura telah tiba juga
"Ini Bu, cake nya bayar nya di kasir ya Bu "
"Terima kasih Mbak".
"Terima kasih kembali Bu"
Setelah Haura membayar tagihan cake nya di kasir dia segera memesan taksi untuk pulang
"Semoga kamu senang Liy " ucap Haura dalam hatinya
15 menit perjalanan Akir nya Haura samapi juga di depan apartemen nya
"Ini pak uang nya, kembalian nya untuk bapak saja "
"Terima kasih ya dek " ucap pak sopir taksi itu
"Sama-sama pak" jawab Haura
Dengan menaiki life Haura sudah tiba di depan kamar apartemen mereka
Dia segera membuka bungkusan kue ulang tahun yang dia beli tadi kemudian menyalakan lilin
Tingnung..... tingnung...
__ADS_1
"Siapa si yang bunyikan bel?" Ucap Lily kemudian mendekati pintu untuk memeriksa siapa yang ada di luar
Cklek.....
"Iya ada apa?" pada saat Lily membuka pintu kamar apartemen nya dia terkejut melihat yang berdiri di depannya saat ini adalah Haura dengan membawa kue ulang tahun serta lilin yang menyala"
Happy Birthday to you
Happy Birthday to you
Happy Birthday, Happy Birthday
Happy Birthday to you
One more candle to light
On your birthday cake
Hope your wishes all come true
Now lets celebrate
Yeyyyyyy
"Tiup dong lilin nya "
"Huuuff, udah kan"
"Hore.... sekali lagi Selamat ulang tahun ya Liy"
"Terima kasih Ra "
"Kamu enggak mau peluk aku" Tanya Haura
"Aku ngantuk Ra aku mau tidur, lagian kamu enggak ingat di tubuh aku ini ada racun berbahaya ini Semua karena kamu"
"Kok karena aku si Liy "
"Asal kamu tahu ya yang seharusnya minum racun itu kamu, karena aku menemukan minuman beracun itu di atas meja kerja kamu "
"Liy aku enggak tau itu, tapi kenpa kamu marah nya baru sekarang"
"Aku cuman kaishan sama kamu, karena dalam hidup kamu itu terlalu banyak derita" lagi-lagi Lily tidak bisa mengontrol diri nya padahal sebenarnya dia sangat menyayangi Haura
"Maafin aku Liy selalu nyusahin kamu, Oh ya aku ada Koda buat kamu semoga kado yang mau aku beri ini bisa buat kamu maafin aku "
"Enggak perlu Ra, aku akan merasa sangat bahagia kalau kamu ninggalin pak Hans "
"Hans?? tapi kenpa Liy " tanya Haura
"Aku suka sama pak Hans dan aku cemburu kalau kalian selalu bersama"
"Liy, kamu sadar kan apa yang sedang kamu ucap kan?"
"Iya aku sadar"
"Maaf Liy aku enggak bisa"
"Oke, dari sekarang jangan pernah anggap aku sebagai sahabat kamu lagi"
"Liy, Jagan karena seorang laki-laki kita jadi kaya gini"
"Udah ya aku capek"
"Ada apa ini ribut-ribut ?" tanya Joy yang saat ini sedang berdiri di belakang Haura.
"Enggak kenapa-napa kak" jawab Haura
"Wah ada yang ulang tahun ni, siapa yang ulang tahun Ra " tanya Joy lagi
"Ini kue nya buat kakak aja"
"Lah kakak kan lagi enggak ulang tahun Ra "
bersambung....
__ADS_1