MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
BERPACARAN DENGAN BOS


__ADS_3

Setelah Mobil Al tiba di depan apartemen Haura, dia melihat Haura yang tertidur pulas dia tidak tega membangunkan nya


Al membiarkan Haura tidur sebentar Samapi Haura terbangun dengan sendiri nya


"Apa sudah samapi apartemen saya pak" tanya Haura


"Iya sudah"


"Terimakasih bapak sudah menghibur saya dan sudah mengantar saya pulang"


Saat Haura hendak membuka pintu mobil Al


Al menahan tangan Haura


"Tunggu, kamu tinggalkan Nomo ponsel mu dulu"


Al memberikan ponsel nya agar Haura menuliskan nomor ponselnya


"Baik lah pak" Haura dengan segera menuliskan nomor ponselnya


"Saya sudah bisa keluar kan pak"


"Iya sudah"


"Bapak hati-hati nyetirnya nanti ya"


"Iya-iya, masuk sana nanti kamu masuk angin lama-lama berdiri di luar"


"Ciee ada yang nganterin siapa itu?" tanya Lily yang tiba-tiba muncul di depan Haura


"Kamu ya Liy,bisa enggak si enggak ngagetin orang terus"


"Hehehehe, sorry-sorry siapa yang nganterin kamu itu Jagan bilang pak Hans lagi"


"Dari sekarang jangan kamu sebut nama pak Hans di depan aku"


"Ha, kenapa tumben?"


"Udah ah males bahas dia mending kita masuk yuk aku ngantuk" ajak Haura


Keesokan harinya Haura semakin dekat dengan Al begitu juga hari-hari selanjutnya bahkan Haura dengan sengaja bermesraan di depan Hans ketika Hans sedang berpapasan dengan mereka Hans yang melihat itu merasa murka bahkan hal konyolnya dia melarang orang berpacaran di perusahaan nya peraturan baru itu banyak yang tidak menyetujui nya namun apa daya para orang yang bekerja di perusahaan itu hanya pasrah karena mereka hanyalah karyawan biasa setiap hari Hans memarahi karyawan nya tanpa sebab bagi dia apa yang di kerjakan selalu salah, begitu juga Haura selalu salah di mata Erica bahkan Erica sengaja mencari kesalahan Haura dan mempermalukan di depan karyawan lainnya


"Kamu udah baca peraturan yang di keluarkan pak Hans enggak Ra ?" tanya Lily.


"Iya udah, biarkan dia berkembang" jawab Haura


"Bagaimana laporan ini bisa enggak sesuai "tanya Erica kepada Haura sambil melemparkan laporan itu ke meja kerja Haura


"Maaf bu, salah nya dimana ya" tanya Haura dengan polosnya


"Kamu ikut ke ruangan saya"


"Baik bu"


Semua mata karyawan yang bekerja di perusahaan tertuju kepada Haura.

__ADS_1


"Saya akan berikan satu kesempatan untuk kamu, kamu harus lembur dan kerjakan ulang laporan ini karena besok saya akan mempresentasikan nya apa kamu paham?? "


"Iya bu saya paham"


"Sekarang kamu boleh pergi"


"Saya permisi dulu Bu" pamit Haura kepada Erica namun tidak di jawab


"Gimana Ra apa kata ibu Erica?" tanya Lily dengan penasaran


"Haaaaah, aku pengen berhenti aja kerja di sini "ucap Haura merengek.


"Sabar ya sayang ku, mending kamu kembali perhatikan tokoh bunga mu " mendengar hal itu Haura lagsung memberikan tatapan yang sinis kepada Lily


"Udah ah, aku mau fokus kerja dan buat ulang laporan nya entar kamu pulang sendiri ya aku di suruh lembur sama ibu Erica"


"Kasihan nya sahabat aku" ucap Lily dan mereka saling berpelukan


jam menunjukkan pukul 5 sore semua karyawan sudah pulang terkecuali Haura dan ibu Erica, Haura masih saja sibuk dengan komputer yang ada di depannya itu


"Haura saya pulang duluan ya apa kamu tidak apa-apa sendirian di sini "tanya Erica


"Iya nggak apa-apa bu ibu pulang aja duluan "


Disaat Erica sudah pulang tiba-tiba ada seseorang yang datang mengagetkan Haura dari belakang


"Apa pekerjaan kamu sebanyak itu sampai-sampai kamu belum pulang jam segini "Ucap Hans tepat di belakang telinga Haura


"Pak hans, Bapak ngapain Di sini" tanya Haura


"Tadi nya saya sudah pulang ke rumah tiba-tiba saya teringat bahwa flashdisk saya ketinggalan di dalam kantor, di dalam flashdisk itu banyak data-data rahasia perusahaan jadi saya mengambilnya kembali Pas saya mau keluar dari ruangan, saya melihat lampu di ruangan ini masih menyala dan ternyata ada kamu masih di sini jadi saya datang untuk menghampiri kamu sebentar, gimana apa pekerjaan kamu sudah selesai biar saya antar pulang enggak baik perempuan malam-malam pulang sendirian"


"Belum pak, saya kurang mengerti cara menyelesaikan bagian ini "


"Ya udah sini, saya ajarin" Hans menarik tangan Haura dan mendudukkan nya di pangkuan Hans sambil mengajari Haura


"Ini nama nya enggak ngajarin pak, gimana aku mau fokus kalau jantung ku berdetak begitu cepat" Haura berkata-kata sendiri dalam hati nya


"Apa kamu udah paham" tanya Hans


"Belum pak"


"Gimana kamu mau paham dari tadi kamu cuma ngeliatin saya" ucap Hans yang membuat pipi Haura merona


"Gimna saya mau fokus kalau yang ngajarin saya pria tampan kaya bapak"


"Emm, benar kah ya udah saya ngajarin kamu sambil tutup muka aja deh biar kamu bisa fokus" Hans menutup muka nya dengan buku yang ada di meja Haura


"Enggak gitu juga pak" Haura mengambil kembali buku itu


"Haura" panggil Hans


"Iya pak" jawab nya


"Mari kita coba untuk berpacaran" Hans lagsung mencium bibir Haura

__ADS_1


"Maaf pak saya harus menyelesaikan pekerjaan saya" Haura lagsung menfokuskan diri nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya itu


"Apa kamu menolak saya" tanya Hans


"Saya tidak berkata seperti itu, saya merasa tidak pantas untuk bapak lagian bapak sudah ada yang punya " Jawab Haura


"Siapa? apa maksud kamu Erica? saya tidak menyukainya saya menyukai kamu Haura"


"kenapa bapak menyukai saya"


"Saya tidak tau, hanya saja saya bahagia jika di dekat kamu".


"Benarkah"


"Iya , apa kamu masih meragukan saya"


"Enggak pak"


dengan segera Hans mencium kembali Haura namun tiba-tiba ponsel Haura berbunyi yang membuat mereka Gaga berciuman, Haura dengan segera mengambil ponsel nya


Dring dring dring


getar notifikasi telfon dari Lily ternyata


"Iya Liy"


"Ini udah larut malam kamu masih belum pulang juga"


"Iya ini mau pulang Liy "


"Ya udah hati-hati di jalan ya Ra"


"Iya Liy dah...!"


Haura dengan segera mematikan telfo nya dan mematikan komputer nya dia melihat Hans kelihatan kesal


"Pak Hans ayok pulang" Haura lagsung menarik tangan Hans untuk keluar


"Tapi kan" Hans merengek seperti anak kecil


"Besok-besok kan bisa pak, masih banyak waktu"


"Janji ya besok"


"Iya janji" mereka membuat tanda perjanjian di jari kelingking tangan mereka


Saat dalam perjalanan pulang


Haura bertanya mengenai peraturan yang dibuat Hans dan Hans menjawab akan membatalkan peraturan yang telah dia buat nya sendiri


"Jadi kita udah sah pacaran kan ?"tanya Hans


"Iya pak" Jawab Haura sambil tersenyum bahagia


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2