MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
MALAM YANG INDAH BERSAMA BOS


__ADS_3

Setelah mereka mendengar berita bahwasannya jalan ke kota sedang dalam perbaikan mereka langsung pergi untuk memesan hotel penginapan .


"Selamat malam pak, ibu ada yang bisa kami bantu" ucap resepsionis


"Saya pesan kamar hotel untuk dua orang"


"Bentar ya pak saya cek dulu, maaf pak ternyata kamar hotel yang tersedia tinggal 1 kamar lagi"


"Apa tidak ada hotel selain ini di sekitaran sini juga" tanya Hans


"Ada pak, tapi cukup jauh dari sini kemungkinan tidak ada kamar tersisa lagi di sana di karenakan kerusakan jalan jadi para pengemudi menginap di hotel sekitaran" jelas resepsionis itu


"Bagaimana Ra ?" tanya Hans kepada Haura


"Ya udah deh, daripada kita tidur di dalam mobil" Jawab Haura


"Ya udah mbak saya pesan kamar hotel nya" Hans mengeluarkan kartu black card nya dan menyerahkan ke resepsionis


"Baik pak, boleh masukan password nya"


Setelah Hans memasukan password nya resepsionis itu memberikan kunci kamar dan mengembalikan black card Hans


"Terima kasih mbak" Ucap Haura dengan ramah


"Terima kasih kembali untuk ibu dan bapak, selamat malam"


Mereka mulai berjalan menuju kamar melalui tangga darurat karena lift yang mengarah ke kamar hotel mereka ini sedang masa perbaikan


"Akir nya samapai juga" Ucap Haura yang membaringkan tubuhnya di atas kasur yang tidak terlalu empuk itu tiba-tiba dia teringat akan Lily dia harus menelfon Lily segerah suapaya Lily tidak perlu menunggu Haura untuk membuka pintu kamar apartemen mereka namun niat nya itu terhenti karena dia melihat jaringan sinyal di ponsel nya tidak ada"


"Sial... di sini enggak ada jaringan sinyal lagi "


"Besok kita jelasin ke Lily ya kejadian yang sebenarnya. Ya udah aku harus tidur di mana, di sini cuma ada kasur satu sofa nya juga enggak ada apa aku harus tidur di lantai. Ya Udah lah sekali-sekali tidur di lantai enggak apa kan" Ucap Hans


"Jagan, entar syang sakit lagi ".


"Terus aku tidur nya di mana"


"Di sini, di sebelah aku"


"Apa kamu yakin"


"Iya, mau apa enggak kalau enggak ya udah tidur di lantai aja"


"Mau dong syang, masak enggak mau tidur sama wanita secantik kamu"

__ADS_1


"Haaak, Jagan harap kamu bisa ngelakuin sesuatu" Haura meletakkan bantal guling nya sebagai pembatas mereka


"Emang nya ngelakuin sesuatu apa?" tanya Hans pura-pura tidak mengerti maksud dari pembicaraan Haura


"Udah ah aku mau tidur ngantuk"


Saat hendak ingin tidur Haura di kaget kan dengan petir yang menyambar tiang listrik yang mengakibatkan pandam nya semua lampu di semua kamar hotel itu


"Pak Hans aku takut" Ucap Haura.


"Ya udah sini aku peluk"


Haura mendekati Hans dan menyingkirkan batal guling yang dia buat sebagai pembatas mereka tadi


Saat ini mereka saling berpelukan satu sama lain


Hans yang merasakan kehangatan tubuh Haura memeluk nya dengan erat kemudian dia mencium bibir Haura dengan perlahan. Haura yang terhanyut dalam ciuman itu pun membalas ciuman Hans dengan sangat panas


Karena keduanya saat ini sedang terbawah suasana Hans membuka kancing baju Haura satu-persatu kemudian membuka kancing baju nya


"Haura maafkan saya" Ucap Hans


Malam itu menjadi malam panjang bagi mereka dan menjadi malam pengikat cinta mereka


Jam menunjukkan pukul 8 pagi


"Dari pada bapak menertawakan saya, lebih baik bapak pergi mandi sekrang juga supaya kita turun ke bawah untuk mencari makan setelah itu kita baru pulang oke..."


"Baik lah syang"..


10 menit kemudian Hans telah selesai mandi dan susah berpakaian rapih


saat ini mereka berangkat untuk mencari makan


****


"Eh kalian tau enggak hari ini pak Hans dan Haura sama-sama enggak masuk kerja jangan-jangan mereka sedang bersama lagi" ucap Nia membuat gosip baru


"Eh wanita ****** Jagan asal sembarang ya ngomong tentang sahabat ku" Ucap Lily tidak terima sahabat nya itu di gosip in


"Apa kamu bilang wanita ******, enggak sadar kamu sedang menunjuk teman kamu sendiri" Jawab Nia dengan penuh amarah


Al yang mendengar pertengkaran mereka secara diam-diam merasa sangat emosi


dia pergi begitu saja

__ADS_1


"Diam kalian semua, atau enggak angkat kaki kalian dari kantor ini sekarang juga mau pak Hans jalan sama siapa, makan sama siapa,tidur sama siapa itu bukan urusan kalian, kalian di perusahaan ini untuk bekerja bukan untuk bergosip dan bukan untuk mengurusi kehidupan Bos kalian sendiri ada paham semua nya " pinta Erica yang menyaksikan pertengkaran mereka


"Paham Bu " Jawab Lily, Nia dan karyawan wanita lain nya


"Sekarang bubar, dan kamu Nia ikut saya ke ruangan saya sekarang juga"


"Baik bu".


Nia mengikuti Erica masuk ke ruangan nya


"Apa motif kamu membuat gosip seperti ini tentang pak Hans dan Haura" tanya Erica


"Saya tidak menyukai nya bu, di karena orang yang saya sukai selama ini menyukai Haura secara diam-diam, jadi saya ingin membalas dendam kepadanya " Ucap Nia bercerita mengenai ketidak suka nya terhadap Haura


"Ternyata nasib kita sama, orang yang kita sukai selama ini di rebut oleh Haura bagimana kalau kita bekerja sama untuk menjatuhkan Haura " ajak Erica


"Boleh juga Bu "


"Ya udah sekrang kita adalah satu tim"


***


Setelah Hans dan Haura sudah selesai makan mereka Akhirnya berangkat untuk pulang


"Akhirnya kita bisa pulang juga, kapan-kapan kita ke sini lagi ya " ucap Haura


"Iya pasti sayang"


"Janji"


"Iya promosi syang"


Setalah perjalanan kurang lebih dari 3 jam akhirnya mereka sudah tiba di depan apartemen Haura


"Enggak mau mampir dulu" tanya Haura


"Enggak usah deh, aku mau ke rumah dulu ganti baju terus lagsung ke kantor"


"Enak ya jadi Bos, kapan aja bisa berangkat kerja"


"Iya, nati kan kamu juga jadi istri Bos bisa sesuka hati kamu datang ke kantor kapan aja


Ya udah aku berangkat dulu ya syang"


"Iya my pacar, hati-hati di jalan"

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2