MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
SALAH PAHAM


__ADS_3

Lily tidak sengaja mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan Haura sebenarnya dia tidak ingin mengatakan hal itu namun pada saat itu dia terbawa emosi


"Ra maafin aku, aku enggak niatan mau ngomong kaya gitu" Ucap Lily dalam hati sambil menangis


Saat Haura menuruni tangga dengan buru-buru dia hampir terjatuh untung nya ada pak Al yang menahan nya Supaya dia tidak terjatuh


"Kamu lagi kamu lagi jalan selalu ceroboh, kamu kenpa lagi di putusin pacar kamu sampai-sampai kamu nagis kaya gini, jalan juga nggak hati-hati"


"Hiks... Hiks... hiks.. pak Al hati saya sangat sakit"


"Udah-udah Jagan nagis dong, saya paling enggak bisa lihat perempuan itu nagis" Al memeluk Haura untuk menenangkan Haura dan menghapus air mata nya


"Maksi ya pak Al, setiap saya sedih bapak selalu ada di samping saya untuk menghapus air mata saya"


"Kalau kamu lagi ada masalah kamu boleh cerita sama saya, Jagan di pendam sendiri nanti tamba sakit" Haura hanya mengangguk tanda ia mengerti


"Kenapa bapak tidak menghujat saya seperti yang lain" tanya Haura.


"Karena saya percaya sama kamu, mungkin yang lain tidak mengenal kamu yang sebenarnya"


"Bagaimana kalau rumor itu emang benar"


"Ra, dengar ya saya percaya ma sama kamu saya tidak peduli rumor tentang kamu"


"Terimakasih pak, sudah percaya sama saya"


"Ya udah sana kamu kembali bekerja, Jagan pedulikan apa yang orang omongin tentang kamu, selagi kamu benar kamu harus berdiri dengan koko saya ada di belakang mendukung mu kamu Fighting Haura"


"Terimakasih pak, saya permisi dulu"


Haura bekerja seperti biasa, dia tidak mempedulikan apa yang orang pikirkan tentang dirinya karena sebelumnya dia sudah memikirkan konsekuensinya berpacaran dengan Bos

__ADS_1


Jam menunjukkan waktu nya pulang, Lily dan Haura sama-sama canggung untuk memulai pembicaraan mereka berdua sama-sama memiliki sifat yang egois. Lily pulang terlebih dahulu sedangan Haura masih bingung dia harus pulang ke mana dia mencoba untuk menghubungi Hans untuk mencarikan tempat tinggal sementara untuk nya namun Hans tidak menjawab telfo nya


Jam menunjukkan pukul 9 malam Haura belum juga pulang dari kantor dan Hans juga belum bisa di hubungi, sebenarnya di sana Lily sangat khawatir karena Haura belum juga pulang.


"Kenapa semua orang enggak ada yang peduli sama aku enggak ada yang sayang sama aku Mah, mama sudah pergi untuk selamanya dan papa menikah dengan wanita lain, sahabat aku menyakiti perasaan ku sekarang Orang yang benar-benar aku cintai mengabaikan ku, semua orang menuduh ku memberikan cacian yang sangat melukai batin ku, aku udah enggak kuat mah bawa aku bersama mu Mah hiks..hiks..hiks..." Tangis Haura pecah memenuhi seluruh ruangan itu sambil memeluk foto mama nya


Setelah Haura sudah tenang, dia merasa ngantuk kemudian dia memasuki kolong meja kerja nya untuk tidur hal itu sudah biasa dia lakukan sejak dia masih kecil ketika orang tua nya sedang bertengkar, keluarga Haura bukan lah keluarga yang harmonis pada umumnya bahkan sejak dia kecil papa nya sering memukulinya sampai Haura tidak bisa berdiri karena membela mamanya yang sedang di pukuli habis-habisan oleh papa nya


Pagi sudah tiba seperti nya Haura ketiduran di kantor, semua orang melihat dia tertidur di bawa meja dan lagi-lagi semua orang membicarakan nya


"Ada apa ini rame-rame" tanya Hans


"Ini pak Haura tidur di bawa meja seperti nya semalam dia tidak pulang"


"Bangun-bangun, Hans menggoyangkan tubuh Haura mengunakan tangannya dengan kasar


hingga membuat Haura terbangun


"Pak Hans" ucap Haura dan melihat di sekeliling nya sedang menonton nya


"Maaf pak"


"Dengar semua yang ada di sini, saya tidak memiliki hubungan apa-apa sama dia dan dia juga tidak pernah berusaha menggoda saya jadi dari sekarang Klian tidak perlu bertingkah berlebihan terhadap dia tolong kalian bersih kan nama saya karena saya tidak mau perusahaan lain mengetahui hal ini karena ini bisa menjatuhkan harga diri saya apa kalian paham"


"Paham pak" Jawab seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan itu


"Pak Hans, ini sangat sakit" ucap Haura dalam hatinya


"Sekarang kalian bubar" pinta Hans


sebenarnya yang membuat Hans bertindak seperti ini di karenakan Hans sangat kecewa terhadap Haura

__ADS_1


flashback...


Disaat Hans mendapat kabar rumor itu


dia langsung berlari untuk mencari Haura dia tidak tega melihat Haura di hujat banyak orang. Pada saat itu Hans akan memutuskan untuk mengumumkan hubungan mereka kepada semua orang yang ada di perusahaan itu, pada saat Hans mencari Haura Hans melihat Haura berpelukan dengan laki-laki di lain yang membuat dia sangat marah dia merasa bahwa dia sudah di khianati dan di permainkan Haura dia langsung bejalan menuju parkiran mobil Hans membawa mobilnya dengan ugal-ugalan bahkan dia hampir menabrak orang yang sedang berjalan


Kemudian dia pergi ke BAR untuk menenangkan dirinya dan meminum banyak alkohol sampai dia benar-benar mabuk dia melihat Haura menelfon nya berkali kali


namun dia mengabaikan nya


****


Semua kembali bekerja seperti biasanya


Bagi Haura hari ini adalah hari yang panjang yang sangat sulit di jalani jam sudah menunjukkan waktu nya pulang kerja lagi-lagi dia bingung mau pulang ke mana bahkan dia tidak memiliki rumah untuk berteduh


Semua orang sudah pulang hanya dirinya dan Hans yang belum pulang


Pada saat dia melihat Hans berjalan ke arah nya dia langsung bersembunyi sebenarnya ini adalah suatu kesempatan untuk berbicara dengan Hans dan memastikan hubungan mereka sebenarnya bagaimana namun dia lebih memilih menghindar, Haura juga mematikan ponsel nya suapaya Hans tidak bisa menghubungi nya


"Maaf pak Hans aku harus menghindari mu, aku taku untuk mendengar kata-kata perpisahan dari mu aku sangat merindukanmu aku ingin memeluk mu" lagi-lagi air mata Haura terjatuh


"Sepertinya aku melihat Haura di sana kenpa tiba-tiba udah enggak ada aja lagi Ah mungkin aku berhalusinasi Karena terlalu memikirkan nya" ucap Hans dan berkata-kata dalam hati nya


Setelah Haura melihat Hans sudah keluar dari kantor dia perlahan berjalan untuk keluar juga


Haura berjalan tidak tau arah dan dia memutus kembali ke toko bunga nya dan menginap di sana


"Mah dunia enggak pernah adil ya kepada orang seperti kita, mah aku mau cerita hari ini aku sangat kelaparan aku kehabisan uang, tabungan aku ada di apartemen Lily tapi aku enggak berani ke sana Lily tidak sudah tidak menganggap aku sahabat nya lagi dia malu berteman sama aku mah,


mama malu juga enggak punya anak seperti aku, pasti mama enggak bangga punya anak yang cengeng, oke baik lah aku enggak nagis lagi mah aku mau sekuat mama " Haura mengajak foto mama nya berbicara dan mendengarkan keluhannya...

__ADS_1


Bersambung.....


.


__ADS_2