
"Liy kamu pasti belum makan kan, aku kebawah ya beliin makan tempat ibu Eli"
"Kamu mau di temani enggak" tawar Lily
"Enggak usah Liy ,kamu kan baru pulang kerja pasti capek kan mandi aja dulu terus istirahat"
"Tumben baik, ada apa sebenarnya ini"
"Yee aku mah selalu baik hati suka menabung dan tidak sombong"
"Emmm terserah".
"Ya udah aku pergi dulu"
Setelah Haura membeli makanan dari warung ibu Eli kemudian dia perlahan berjalan untuk pulang tidak di sangka nya dia malah bertemu dengan preman-preman yang ingin mengjahatin nya
"Hay cantik mau ke mana malam-malam begini sendirian aja mau di temani enggak" Ucap si tukang preman sambil menghalangi jalan Haura
"Maaf saya Harus pergi"
"Sini dulu dong senang-senang sama kita ya enggak" Ucap salah satu preman itu
"Kalian mau apa, mau uang kan biar aku kasih asal kalian membebaskan aku"
"Wah sombong dia bos"
"Kami mau kamu dan uang kamu bagaimana cantik"
"Jangan mendekat atau..."
"Atau apa ha" Si bos preman itu menjambak rambut Haura
Tiiiiin......Tiiiiin......
Seseorang membunyikan klakson mobil nya
"Minggir.....atau enggak aku akan menabrak kalian"
Si preman-preman langsung mengindari mobil itu
"Kalian tinggalkan wanita ini atau aku akan memanggil polisi"
Si preman-preman pun pergi meninggalkan Haura
"Kamu enggak apa-apa kan?" tanya wanita si pemilik mobil itu..
"Saya tidak apa-apa ka, terima kasih sudah menolong saya kalau tidak ada kakak saya tidak tau nasib saya akan jadi seperti apa"
"Udah kamu santai aja , ayok saya antar pulang"
"Apartemen saya dekat ko ka, saya pulang sendiri aja"
__ADS_1
"Yaudah deh, Oh ya nama kamu siapa kalau aku Karlista" Ucap wanita pemilik mobil itu smabil mengulurkan tangannya untuk berjabatan
"Aku Haura" Jawab Haura kemudian membalas jabatan tangan wanita itu
"Senang berkenalan dengan mu"
"Iya senang berkenalan dengan kakak juga"
"Aduh jangan panggil kakak dong kesannya aku kaya kelihatan tua, emang nya umur kamu berapa?"
"23"
"23?, berarti kita seumuran jadi kamu enggak usah manggil kakak lagi oke panggil aku Karlista kalau kita bertemu lagi "
"Oke ka, eh maksudnya Karlista kalau begitu aku duluan ya" pamit Haura
"Oke Haura"
***
"Apa kalian tidak berhasil Ngejahatin dia" Ucap wanita itu dan ternyata wanita itu adalah Nia yang saat ini sedang di kendalikan oleh Erica
"Maaf Bos, tadi itu kami hampir berhasil tapi ada seorang wanita datang menghalangi kami bahkan dia mengancam kami untuk melaporkan kami ke penjara" Jawab Bos preman itu
"Kamu hari ini bisa selamat Haura lihat nati Masih banyak kejutan yang akan aku lakukan kepada mu" Ucap Nia dengan tatapan licik
***
"Kamu lama banget si Ra , aku kira kamu kenapa-kenapa tadi"
"Syukur lah Ra , mulai dari sekarang kamu enggak boleh keluar-keluar sendiri lagi"
"Siaapp Bos".
Keesokan harinya Haura sudah mulai bekerja seperti biasanya
"Aku udah siapin sarapan untuk pak Hans pasti dia belum makan, aku emang calon istri yang baik heheheh" Ucap Haura dalam hatinya sambil senyum-senyum sendiri
Saat Hans tiba di kantor semua karyawan menyapa nya
"Selamat pagi pak"
"Selamat pagi juga semua"
Ketika Hans menjawab sapaan dari karyawan nya itu tiba-tiba ada seorang wanita datang dari belakang nya dan mencium pipi Hans kemudian memeluk nya
Semua karyawan yang menyaksikan itu bertepuk tangan akibat aksi berani nya itu
"Kamu ngapain di sini" tanya Hans kepada wanita itu
"Karena aku merindukan mu"
__ADS_1
"Iya lepasin dulu pelukan kamu, aku malu kamu peluk aku begini di depan umum"
"Haamm, kemarin aja baru mau ngajakin nikah sekarang udah peluk-pelukan sama wanita lain"
Haura yang tidak tahan menyaksikan kemesraan mereka hendak Ingin pergi namun pada saat dia melangkah Hans memanggil nya
"Haura...berhenti"
"Iya pak ada yang bisa saya bantu" tanya Haura dengan sopan
"Haura? kamu Haura yang kmaren aku tolongin itu kan?"
"Iya benar saya Haura yang kamu tolong kmaren"
"Wah dunia memang sempit ya, enggak nyangka kita bisa bertemu lagi Terus kamu juga kerja di tempat calon suami aku"
"Ha calon suami" Ucap semua karyawan Hans
"Iya Hans adalah calon suami ku calon suami Karlista, waktu Hans sedang berada di London orang tua kami menjdoh kan kami dan Hans juga sudah setuju, bagaimana Haura bukan kah kami sudah cocok untuk menikah"
"Hah, iya" jawab Haura dengan ketus kemudian dia berlari pergi untuk menenangkan dirinya
"Hiks...Hiks.. kenapa si kamu selalu nyakitin aku "
"Aku enggak nyakitin kamu sayang"
"Pak Hans, ngapain bapak ke sini dan darimana Bapak tau saya ada di sini"
"Waktu kamu berlari untuk pergi aku juga berlari untuk mengejar mu, percaya lah sayang aku tidak akan meninggalkan mu"
"Tapi kalian kan sudah di jodohkan orang tua kalian"
"Aku sudah menolak perjodohan itu,aku mau nya kamu yang menjadi jodoh ku"
Hans memeluk tubuh Haura
"Hiks.... Hiks...."
"Aku akan selalu bersama mu"
Hans semakin mempererat pelukannya
"Sayang kamu mau buat aku sesak nafas"
"Habis nya kalau kamu lagi cemburu itu gemesin"
"Terus senang gitu buat aku cemburu"
"Ya enggak lah syang, mmuuuach" Hans mengecup bibir Haura dengan singkat
"Pak Hans yang terhormat bisa tidak menahan diri sebentar"
__ADS_1
"Enggak bisa"
Bersambung......