
Satu bulan kemudian, Joy berencana untuk membawa Lily ke rumah nya untuk di memperkenalkan kepada orang tuanya
"Kakak serius mau memperkenalkan aku kepada orang tua kakak?" tanya Lily
"Iya Serius, Kakak lakuin ini semua demi kamu Dan anak kita" jawab Joy
"Tapi bagaimana jika orang tua kakak tidak menerima aku?" tanya Lily lagi
"Apa pun akan kakak lakuin demi hubungan kita, sekarang kamu ikut kakak masuk ya" Ucap Joy sambil membukan pintu mobil untuk Lily
Pada saat Lily dan Joy sudah di depan pintu masuk rumah nya tiba-tiba Lily melepaskan genggaman tangan Joy dan berkata"Aku pulang aja ya, besok-besok aja kenalin aku ke orang tua kamu"
"Enggak bisa" Joy menarik kembali tangan Lily
dan membawanya masuk ke rumah nya itu
"Hay, Lily apa kabar kamu?" tanya mama Joy
"Baik Tante" jawab Lily dengan canggung
"Ayok-ayok silahkan masuk nak"
"Mah, papa mana?"tanya Joy kepada mama nya itu
"Ada di dalam kamar, ada apa tumben kamu cariin papa kamu?"
"Mah, aku boleh minta tolong enggak panggil in papa ke sini"
"Nah itu papa, baru di omongin langsung nongol orang nya" Ujar mama Joy
"Ada tamu rupanya"
"Pah seperti nya ada yang mau di samapi mereka deh, kelihatan dari mimik wajah mereka" Canda mama Joy
"Mah, pah aku akan menikahi wanita ini" tunjuk Joy kepada Lily
"Apa?" tanya papa Harry tidak percaya dengan ucapan anak nya itu "Kamu sudah gila? bukannya kemaren kamu sudah setuju dengan perjodohan ini"
"Awalnya aku sudah menyetujui perjodohan itu, namun aku sadari aku tidak mencintai Beby aku mencintai Lily dan aku akan menikahi dia"
"Tidak bisa, kamu mau mempermalukan orang tua kamu Kepada keluarga Beby"
"Maaf pah, ini sudah keputusan ku kalau pun kalian tidak menyetujui nya aku tetap akan menikah nya"
"Ada apa ini rame-rame" tanya Hans yang tiba-tiba muncul entah datang dari mana
"Tiru adek kamu, dia anak yang patuh kepada orang tua sekalipun dia tidak pernah mengecewakan kami"
"Pah, biarkan saja kak Hart menikahi wanita pilihannya"
"Kamu kenapa membelah kakak kamu, jelas-jelas kakak kamu sudah menyiyiakan kesempatan untuk menikahi anak orang yang sangat berpengaruh di negara ini, dia malah memilih wanita yang tidak memiliki apa-apa ini" tunjuk papa Herry kepada Lily
Merasa di hina oleh keluarga Joy Lily pergi tanpa mengeluarkan sepatah kata sedangan Joy yang melihat kepergian Lily berusaha untuk mengejar nya
"Lily tunggu" panggil Joy namun tidak di hiraukan oleh Lily
"Ini semua salah papa, apa salahnya nya Hart menikahi wanita pilihannya dulu nya mama juga dari keluarga yang tidak mampu jadi mama tau gimana sakit nya di hina"
"Tapi kan mah" belum selesai papa Herry berbicara mama Joy pergi begitu saja
__ADS_1
"Tuh kan marah" Ledek Hans
****
"Ura" panggil Lily smabil memeluk tubuh Haura dengan erat
"Kamu kenapa?" tanya Haura
"Keluarga kak Joy menolak aku hiks...hiks.." ucap Lily sambil menagis
"Kamu tenang dulu ya, nati kita cari solusi nya"
"Tapi bagaimana kalau orang tua kak Joy tidak akan pernah menerima aku, bagaimana dengan nasib baiy yang ada di kandungan ku"
"Hey, kamu Jagan pikir yang macam-macam dulu belum tentu apa yang kamu pikirkan itu menjadi kenyataan sekarang kamu hanya perlu positif thinking aja ya demi kebaikan baiy kamu" Ujar Haura
"Ra, kamu mau enggak temani aku bertemu dengan orang tua ku di kampung?"
"pastinya lah, kapan ni aku udah enggak sabar mau ketemu sama orang tua kamu soal nya aku kangen banget sama mereka"
"Sekarang bagaimana"
"Setuju, sekrang kita bersiap-siap yok"
Jam menunjukkan pukul 8 malam
Haura dan Lily sudah tiba di kampung Lily
"Mama" Panggil Lily kepada mama nya smabil memeluk nya dengan erat
"Ada apa ini, ke sini tumben enggak ngabarin dulu"
"Iya Tan aku Haura teman kecil Lily"
"Apa kabar kamu?" tanya mama Lily samabil memeluk nya
"Kabar baik Tan" Haura membalas pelukan mama Lily "Tante sendiri gimana kabar nya"
"Baik juga kok nak, silahkan masuk"
"Mah, papa mana?" tanya Lily
"Oh, papa kamu lagi pergi ke undangan kampung sebelah"
Dring..... Dring...
Bunyi notifikasi panggilan dari ponsel Haura
"Hans" ucap Haura dalam hatinya, "Saya jawab telfon dulu ya Tan"
"Iya nak"
"Hallo, ada apa"
"Sayang kamu di mana, aku jemput kamu ya di apartemen soal nya aku kangen sama kamu"
"Maaf banget, tapi aku lagi enggak di apartemen untuk beberapa waktu"
"Kamu sekarang di mana, Jagan coba-coba pergi ninggalin aku ya"
__ADS_1
"Apaan si, aku lagi nemani Lily di kampung nya"
"Aku ke sana ya, Sekalian liburan"
"Jangan"
"Kenapa?"
"Di sini hanya kampung kecil, cari sinyal aja susah"
"Kalau kamu enggak mau ngasi tau alamat nya juga enggak apa-apa aku bisa cari sendiri Lily kan karyawan di perusahaan ku jadi sangat mudah menemukan alamat nya.
"Dasar, terserah deh"
****
"Hans itu Haura ya" tanya Joy
"Iya kak" jawab Hans
"Apa saat ini Lily sedang bersama dengan Haura" tanya Joy lagi
"Iya, Bahakan mereka sedang berada di kampung Lily"
"Bagiamana kalau kita ke kampung Lily juga sekalian minta Restu dari orang tua nya"
"Yee, emang yang di sini Udah dapat restu" Ledek Hans
"Udah deh enggak usah jatuhin kakak sendiri, masih mending dulu kakak ikhlas in Jessica untuk kamu"
"Jessica? siapa dia" tanya Hans penasaran
"Aduh mampus aku, pake keceplosan segala lagi" Ucap Joy dalam hatinya
"Sepertinya aku Ingat nama itu"
"Hah, kamu Serius Hans?"
"Iya soalnya Erica pernah menyebutkan nama itu, tapi siapa dia ya oh iya aku ingat Jessica itu sahabat aku dan Erica"
"Untung dia enggak ingat" ucap Joy lagi dalam hati nya
"Ya udah mending kita tidur, besok pagi kita langsung berangkat ke kampung Lily" Ujar Joy
"Oke kak, tapi sekarang aku manggil nya kak Joy atau kak Hart?"
"Terserah kamu aja"
"Soal nya aku bingung orang-orang manggil mama itu Ibu Joy terus nama Kakak juga kak Joy gimana bisa begitu"
"Dengari baik-baik ya, nama mama itu Joy Juliet Gerald sedangkan nama kakak Hart Joy Gerald jadi terserah aja mau manggilnya apa"
"Oh gitu ya, hehehehe maklum adek mu ini sedang Amnesia"
"Iya-iya, mending kamu tidur sana"
"Ciee sebentar lagi jadi seorang ayah" lagi-lagi Hans meledek Kakak nya itu
"Enggak ada dewasa nya ini bocah, di depan orang lain aja kelihatan berwibawa aslinya seperti seorang anak berumur 17 tahun, semoga aja ingatan mu cepat pulih" Ucap Joy kepada Hans kemudian pergi meninggalkan nya.
__ADS_1