MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
ADA APA DENGAN LILY


__ADS_3

"Ya udah yok, aku udah siap ni" Ajak Rara


"Yok" Haura merangkul tangan Rara Sambil berjalan untuk melihat sekitaran apartemen milik Hans itu.


"Wow, apartemen nya gede banget lingkungan nya juga asri, beta ni aku tinggal di sini.


"Iya dong Ra, aku juga Beta tinggal di sini walaupun cuma jadi pembantu.


"Kira-kira yang punya apartemen ini miliki siapa ya ? pasti dia kaya banget ?"


"Kamu enggak tahu kalau apartemen ini, pemilik nya keluarga HartHans"


"Haaaaah, kamu serius?" tanya Haura tidak percaya


"Iya aku serius, makannya aku bilang kamu orang yang beruntung bisa dapatin hati pak Hans" jawab Rara


"Gitu ya"


"Kok kamu kaya enggak senang gitu" tanya Rara yang melihat ekspresi wajah Haura yang tiba-tiba berubah menjadi muram.


"Aku insecure aja, rasa nya aku enggak pantes bersanding dengan pak Hans aku lahir dari keluarga yang tidak mampu sedangkan pak Hans terlahir dari keluarga Milioner" Ucap Haura sambil menundukkan kepalanya pada saat Haura masih menundukkan kepalanya tiba-tiba ada seorang pengendara motor yang dengan sengaja hendak ingin menabrak Haura


Rara yang sadar ada seseorang yang ingin mencoba mencelakai Haura langsung menarik tubuh Haura "Awas Ra"


"Sial... siapa wanita yang sok mau jadi pahlawan ke siangan itu" Ucap si pengendara motor itu


"Kamu enggak apa-apa kan?" tanya Haura


"Aku enggak apa-apa, mending kita balik aja mungkin mereka tau kalau kamu pacaran nya pak Hans makannya mereka mengincar kamu"


"Ya udah yok, tapi ngomong-ngomong siapa mereka?" tanya Haura


"Mereka adalah saingan berat perusahaan pak Hans, mulai dari sekarang lebih baik kamu selalu waspada karena mereka seperti nya mengincar kamu untuk menjatuhkan perusaahan pak Hans" jelas Rara


"Iya Rara aku pasti ingat saran kamu, Maksi ya udah ingatin aku"


"Sama-sama Ibu Hans"


****


Waktu dengan cepat berlalu pagi ini Haura sudah mulai bekerja seperti biasa nya


"Selamat pagi Lily" sapa Haura


"Pagi juga Ra, gimana keadaan kamu udah baikan?"


"Udah kok Liy, tapi ko kamu kaya kelihatan pucat kamu lagi sakit?" tanya Haura kemudian dia memeriksa kepala nya untuk mengecek suhu tubuh Lily " Enggak panas kok, tapi kenpa kamu pucat?"


"Oh, mungkin beberapa hari ini aku sering begadang karena ngerjain tugas kamu, terus kurang minum vitamin juga"


"Oh iya itu kan tugas laporan keuangan bulan lalu dan harus di berikan sekarang juga kepada ibu Erica, Kok bisa ada sama kamu?"


"Waktu kamu pindah dari apartemen ku, kamu ninggalin ini di atas meja rias"


"Hehehe, Makasi ya udah di buatin"


"Iya-iya, udah sana ke ruangan ibu Erica nati kamu di marahin lagi kalau belum ngumpulin laporan"


"Tapi ngomong-ngomong kamu tambah gendut an ya pipi kamu semakin berisi"


"Hah" Mendengar ucapan Haura Lily langsung

__ADS_1


menyentuh pipi nya "Enggak kok, biasa aja"


"Hahaha, kenak tipu dia " Ledek Haura kemudian pergi meninggalkan Lily yang masih kesal dengan ucapan Haura


Tok..Tok...Tok..


"Selamat pagi Bu, saya Haura mau memberikan laporan keuangan bulan lalu"


"Iya masuk aja"


"Baik Bu" Dengan perlahan Haura membuka pintu ruangan Erica


"Letak di atas meja saja"


"Baik bu, saya permisi dulu"


"Iya, Jagan lupa tutup pintu nya lagi"


"Baik Bu"


Pada saat Haura sudah keluar dari ruangan Erica dia tidak sengaja bertemu dengan Al


"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Al


"Saya baik-baik aja kok pak, kok bapak tiba-tiba nanyain saya seperti itu" tanya Haura balik


"Emm, karena kamu beberapa hari ini tidak masuk kerja Terus saya dengar juga kamu habis kecelakaan apa benar"


"Benar pak, tapi saya sudah baikan kok"


"Lain kali kamu lebih hati-hati ya" Ucap Al kemudian dia mengelus-elus rambut Haura


"Iya Ra"


"Ciee... ada yang senang di elus-elus kepalanya"


"Astaga pak Hans, ngagetin orang aja kalau aku punya penyakit jantung gimna? bisa-bisa aku mati mendadak"


"Kamu nya aja yang kagetan orang nya "


"Udah ah sana, nati orang-orang pada ngeliatin kita"


"Terus si Al itu mengelus kepala kamu enggak apa-apa gitu"


"Isss, bukan nya gitu pak Hans"


"Udah lah aku pergi aja"


****


"Aduh kepala ku kenapa pusing begini ya" Ucap Lily dalam hati nya


"Kamu kenapa Lily, lagi sakit ?" tanya Hans yang melihat Lily seperti nya sedang Manahan sakit


"Enggak kok pak Hans, Saya permisi ke toliet dulu"


"Kalau kamu enggak sanggup kerja, kamu bisa pulang duluan"


"Iya pak, terima kasih"


"Ada apa?" tanya Haura

__ADS_1


"Seperti nya Lily sedang sakit, mending kamu ikutin dia ke toilet siapa tau nati dia pingsan di sana"


"Iya si tadi aku lihat dia pucat banget, ya udah aku samperin dia dulu"


Di dalam Toilet Haura mendengar Lily sedang mual-mual


"Mmuueekhh...mmuueekhh...."."


Tok...tok..


"Liy ini Haura ,kamu di dalam kan? kamu kenpa? kamu baik-baik aja kan? kalau enggak aku bawa kamu periksa ke rumah sakit ya"


"Aku enggak apa-apa kok Ra, mungkin aku cuma kecapean terus masuk angin"


"Kalau begitu aku temani kamu pulang ya"


Lily membuka pintu toliet itu kemudian berkata" enggak usah Ra, aku bisa sendiri kok lagian kamu kan baru sembuh"


"Kamu yakin" tanya Haura tidak percaya karena melihat kondisi Lily yang saat ini terlihat sangat pucat


"Yakin lah, kan ada taksi yang nganterin samapai depan apartemen"


"Ya udah aku pesan taksi nya dulu ya"


"Iya Ra makasi ya"


Beberapa menit kemudian taksi online yang Haura pesan sudah tiba


"Dengan Mbak Haura ya?" tanya sopir taksi itu


"Iya pak benar, tolong bawa mobil nya pelan-pelan aja ya pak, karena teman saya ini sedang sakit"


"Baik Mbak"


"Maksi ya Ra, aku pulang duluan"


"Iya Liy, Jagan lupa setelah kamu sampai langsung makan, minum, obat terus tidur ya"


"Iya Ra"


****


"Pulang kerja panas-panas begini enaknya langsung mandi" Ucap Joy


Dia mengambil handuk nya lalu memasuki kamar mandi, melepas satu persatu pakaian nya, menyalakan sawer kemudian perlahan membasahi tubuhnya dan menyabuni nya


Menikmati setiap sentuhan air yang jatuh ke Tubuh nya


"Sampai di sini aja pak, ini uang nya" Lily memberikan ongkos taksi nya itu


"Ini balik nya Mbak"


"Enggak usah pak, balik nya untuk bapak aja itu rezeki Bapak"


"Terima kasih banyak ya Mbak"


Lily hanya membalas dengan senyuman manis nya itu


Kemudian dia mulai berjalan memasuki kamar apartemen nya dengan menaiki lift


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2