MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
PINDAH KE RUMAH BARU


__ADS_3

Seminggu kemudian, Hans dan Haura pindah ke rumah impian mereka


"Rumah nys bagus ya sayang" Puji Haura


"Iya dong sayang"


Beberapa saat lamanya Haura memperhatikan pohon-pohon yang hijau di sekitar rumah baru nya itu. Bunga mawar tampak di antara bunga-bunga lain nya yang tumbuh di taman.


Pandangannya kemudian dialihkan ke arah suaminya. Haura tersenyum. Hari-hari sebagai pengantin baru dilaluinya penuh kebahagiaan.


"Oh ya aku hampir lupa. Hari ini aku ada jadwal meeting di kantor Sayang"


"Tapi ini kan hari Minggu sayang".


"Iya sayang tapi ini ada hal penting yang harus di bahas"


Haura tersenyum lalu beranjak dari posisi awalnya dipandanginya langit yang mulai mendung dan matahari pun hampir tertutupi oleh awan yang gelap


"Ya udah terserah aja"


"Dengar in aku ya sayang, aku di tuntut bukan lagi seperti Hans yang dahulu, aku di tuntut untuk menaikkan tiga peran sekaligus . Sebagai seorang suami, sebagai seorang anak dan sebagai CIO di perusahaan yang saat ini aku pegang"


Haura mengerti tidak mungkin dia menahan suaminya tetap tinggal di rumah hanya demi memenuhi keinginan hatinya saja.


Betapa damai dan bahagia hati Haura. Hans begitu memperlihatkan cinta dan ketulusannya dengan sepenuh hati.


Sementara di luar rumah pak Jaka telah siap dengan mobilnya


"Ya udah aku pamit pergi dulu ya sayang"


"Iya sayang, jangan lama pulang ya"


"Iya sayang ku" Ucap Hans sambil mencium kening istrinya itu


Hari pun berlalu dengan cepat jam sudah menunjukkan jam 8 malam


Haura yang mendengar suara mobil suaminya itu langsung keluar untuk menemui nya


"Hay sayang sudah pulang?" Tanya Haura menyambut kedatangan suaminya itu


"Sudah sayang"


"langsung mandi ya sayang setelah itu kita makan malam"


"Iya sayang"


5 Menit kemudian Hans sudah selesai mandi


dia turun dari kamar atas untuk menemui istrinya dan untuk makan bersama


"Udah siap mandi nya"


"Udah dong sayang" Ucap Hans memeluk istrinya


"Makan yuk" Haura menghidangkan makanan yang dia masak tadi di meja makan mereka.


Sambil menyantap makanan malam, mereka berbincang-bincang. mengenai masa depan mereka kelak.


****

__ADS_1


Betapa bahagianya hati Haura. Setiap kali menjelang tidur Hans selalu mencium lembut keningnya dan memberikan kata-kata sayang di telinga nya"


"Selamat Tidur istri ku, terima kasih atas hari ini aku sangat mencintaimu"


Tidak terdengar suara apa pun lagi sepertinya Haura sudah tertidur dengan pulas sepertinya dia sangat kelelahan


Perlahan-lahan Hans melepaskan pelukannya. Dia belum bisa tertidur sejak tadi. Di amati nya wajah cantik istri nya itu alangkah indahnya dan anggun Kurnia Tuhan kepadanya . Tiada cela sedikit pun.


"Maafin aku Haura telah membohongi mu, sebenarnya aku tidak pergi ke kantor tetapi pergi ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan ku" Gumam Hans menyentuh ujung hidung Haura


Fleabeack


Sebelum Hans dan Haura pindah Hans merasakan sakit yang amat sangat di belakang kepala nya namun dia coba untuk bertahan karena tidak mau membuat Haura merasa kan cemas.


Siang itu Hans kepikiran untuk pergi ke dokter untuk memeriksa kesehatan nya dia juga meminta sopir nya untuk tidak memberitahu kepada Haura kemana sebenarnya mereka hendak pergi.


Di rumah sakit


Setelah Hans di periksa dokter, dokter berkata


bahwa kesehatan nya mulai membaik bahkan jika sering di bawa terapi ingatan nya segera kembali. Sungguh jawaban yang tidak di inginkan Hans.


****


Hans melihat jam di dinding nya ternyata sudah jam 2 pagi


"Waktu cepat sekali berlalu, dan sekarang sudah jam 2 pagi saja"


"Belum tidur atau terbangun" Tanya Haura tiba-tiba terbangun dari tidurnya


"Ehh.... kamu udah bangun"


"Belum tidur".


"Alasnya belum tidur kenapa?"


"Ingin selalu memandangi mu sedekat ini"


"Masih banyak waktu sayang, sebentar lagi fajar menyingsing tidur lah lagi"


"Masih lama"


"Tidur lah sayang" Haura semakin mendekati Hans dan kini dia menciumi bibir suaminya itu


"Aku sudah mulai mengantuk, terima kasih obat tidur nya sayang"


"Iya sayang" Mengecup bibir suaminya itu lagi dengan singkat


"Aku tahu ke khawatirkan mu Hans, karena aku juga merasa kan hal yang sama" Haura pun kembali tidur dengan pulas


Keesokan harinya mereka berangkat kerja bersama, semua mata tertuju kepada mereka


"Selamat pagi pak, Bu" Sapa seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan nya itu


"Sayang nati temuin aku di ruangan ku ya" Bisik Hans


"Untuk apa"


"Makan bersama"

__ADS_1


"Malu sayang"


"Malu kenapa, semua orang juga tahu kalau kita ini sudah menikah jadi enggak ada yang perlu di cemaskan lagi"


"Baik lah sayang, segera lah masuk ke ruangan mu, semua orang memperhatikan kita"


"Iya sayang"


"Haura!" panggil Al kepada Haura


"Iya pak Al ada yang bisa saya bantu"


"Selamat ya atas pernikahan kamu dengan pak Hans maaf sebelumnya saya tidak sempat datang ke acara pernikahan kamu dengan pak Hans karena pada waktu itu saya sedang berada di luar kota"


"Iya tidak apa-apa pak Al "


"Oh ya kamu tidak lagi sibuk kan, nati di kantin mau enggak aku traktir in makan anggap saja sebagai hadiah pernikahan kalian"


"Boleh juga tu" Jawab Haura, dia lupa sudah ada janji sebelumnya untuk makan siang bersama dengan suaminya.


Jam istirahat pun tiba Hans, Lily dan Al sudah berada di kantin untuk menikmati makanan yang hendak di traktir oleh Al


Di lain hal Hans belum menyentuh makan yang dia pesan sejak tadi dia berusaha menahan lapar nya untuk bisa makan bersama istrinya


"Kamu di mana si sayang, aku bisa mati kelaparan di sini" Gumam Hans kesal


Tidak sabar menunggu istrinya itu lagi Hans keluar sendiri untuk menemui Haura, dia mengecek meja kerja nya tenyata Haura sudah tidak berada di meja nya lagi kemudian dia berjalan ke arah Kanti


"Apa kamu melihat Haura" Tanya Hans kepada Anita


"Ibu Haura berada di sana pak"


"Terima kasih"


"Baik pak saya permisi"


Hans melihat istrinya itu sedang tertawa bahagia dengan laki-laki lain, tatapan nya di penuhi rasa marah dan cemburu dia hendak ingin memukul laki-laki itu namun niat nya di urungkan dia pergi begitu saja meninggalkan mereka


"Haura!" panggil Anita


"Ada apa Nit?"


"Tadi pak Hans cariin kamu, udah ketemu belum sama pak Hans"


"Astaga bisa-bisanya aku lupa, maksi informasi nya Nita"


"Oke"


"Liy, pak Al saya duluan ya ada urusan penting"


"Iya Haura" jawab Al


"Terima kasih atas traktiran nya


"Iya Haura santai aja"


Bersambung.....


****

__ADS_1


__ADS_2