MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
MERAYAKAN HARI KEMENANGAN PAK AL


__ADS_3

Malam itu Lily di antar pulang oleh Al karena Al tidak tega melihat seorang perempuan pulang sampai larut malam sendiri an apa lagi Lily datang ke tempat pertandingan khusus karena dirinya


"Ayok kamu saya antar pulang" ucap Al


"Saya pulang sendiri aja pak" Jawab Lily


"Enggak baik perempuan pulang malam sendirian, lagian kamu berada di sini karena demi melihat pertandingan saya" Ucap Al lagi


"Tapi kan bapak masih sakit" Ucap Lily, padahal dalam hati nya sangat berharap di antar pulang oleh Al


"Saya sudah tidak apa-apa lagi, lagian sopir saya yang bawa mobilnya"


Dengan segerah Lily masuk ke dalam mobil Al


mereka duduk berdua di belakang supir


"Jalan pak ke apartemen Casa garden" pinta Al kepada supirnya itu


"Baik pak" jawab sopir Al


Pada saat dalam perjalanan si pak sopir hampir menabrak seekor kucing, untuk mengindari si kucing si pak sopir mengerem dadak mobil itu yang membuat kepada Lily terbentur ke kursi yang ada di depannya


"Aaaww sakit" Ucap Lily sambil memegang kepala nya


"Mana yang sakit" tanya Al Lily menunjukkan ke arah kepala nya dan Al pun mengelus kepala Lily kemudian meniup nya agar rasa sakit itu tidak terlalu terasa


"Pak Al baik banget, kalau kecelakaan kaya gini setiap hari bareng bapak Al mah enggak apa-apa" Ucap Lily dalam hati nya


"Maaf pak, Bu saya salah saya kurang hati-hati tadi " pak sopir meminta maaf kepada mereka berdua karena merasa dia sudah hampir membuat orang berada dalam bahaya


"Enggak pak, bapak enggak salah nama nya juga kecelakaan yang tidak di sengaja" Ucap Lily memenangkan hati pak sopir yang sedang merasa bersalah.


"Terimakasih Bu atas pengertiannya"


Setiba nya mereka di depan apartemen Lily, ternyata Haura sudah tiba lebih dulu di depan apartemen dia sengaja pulang lebih cepat suapaya tidak ada mencurigai bahwasanya dia baru saja makan malam bersama Hans, Haura sudah mengenali mobil Al jadi pada saat mobil itu sudah tiba di depan apartemen Haura melambaikan tangannya , kemudian Lily turun dari dalam mobil Al yang di susul oleh Al


"Udah lama nunggu?" tanya Lily


"Enggak ko baru aja" jawab nya


"Selamat malam pak Al, maaf pak saya tidak bisa menghadiri acara pertandingan bapak di karenakan saya sedang ada kerjaan mendadak " Sapa Haura dan sekalian meminta maaf karena dia tidak bisa menghadiri pertandingan MMA Al


"Iya tidak apa-apa Haura, pekerjaan lebih itu penting"


"Gimana hasil nya pak,saya yakin pak Al pasti menang" Ucap Haura menebak, Al hanya tersenyum manis dan mengangguk angguk kepala nya tanda tembakan Haura benar


"Wah selamat ya pak Al, bapak memang hebat "

__ADS_1


"Terimakasih ya Haura,kalian udah pada ngantuk enggak saya mau ngajakin kalian untuk ngerayain kemenangan saya apa kalian bisa"


"Tentu pak"


Al mengajak Haura dan Lily ke salah satu kafe yang ada di dekat apartemen mereka, sambil menikmati makan yang telah di pesan, mereka saling bercerita tentang pengalaman kisah cinta keluarga dan sebagainya


jam menunjukkan pukul 12 malam


"Karena ini udah larut malam mari kita pulang"


Al mengantar Haura dan Lily sampai di depan apartemen mereka


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu, Terimakasih sudah mau berpartisipasi terhadap saya"


"Hati-hati di jalan pak, terima kasih udah ngantar saya pulang" ucap Lily, Al hanya menjawab dengan senyuman


"Udah enggak usah di lihatin terus, udah pergi ko orang nya" Goda Haura


"Apaan si Ra, ya udah naik yok aku udah ngantuk ni mata ku tinggal 5 Watt lagi"


Setelah mereka tiba di depan kamar apartemen Haura dan Lily melihat Joy sedang berdiri di depan pintu kamar mereka


"Joy" Panggil Lily


"Kalian dari mana aja, ini udah larut malam perempuan baru pulang" Tanya Joy


"Aww sakit-sakit Joy" rengek Haura dan Lily


"Kalian berdua itu tidak hanya sahabat ku tapi aku sudah menganggap kalian sebagai adek-adek ku yang harus aku jaga dan lindungi sebagai seorang kakak harus siaga mengawasi adek-adek nya cuma Klian berdua keluarga ku yang tersisa aku enggak punya keluarga selain Klian" Ucap Joy dengan Nanda sedih yang berhasil menyentuh hati nurani Haura dan Lily


"Eemm cup-cup Jagan sedih" Hura lagsung merangkul Joy dan Lily


"Karena ini udah malam dan besok pagi harus kerja jadi mari kita kembali ke kamar masing-masing dan selamat tidur" Ucap Joy


"Selamat tidur juga Kay Joy " ucap Haura dan Lily dengan serentak


Lily membuka kunci pintu nya sangking ngantuk nya dia kata sandi yang dia masukkan selalu salah.


"Bisa enggak Liy" tanya Haura


"Iya kita coba untuk yang terakhir"


"Aku capek banget Liy aku mau tidur dulu, selamat malam"


"Aku juga Ra, ngantuk banget"


Tidak lama mereka berbicara mereka langsung tertidur dengan lelap

__ADS_1


T**ingnung tingnung**....


"Liy kamu lihat dulu itu siapa yang mencet bel"


"Kamu aja Ra aku masih ngantuk banget"


"Iya sebentar, entah siapa malam-malam begini bertamu".


Pada saat Haura membuka pintu ternyata yang mencet bel dari tadi adalah Joy


"Joy, ada apa malam-malam begini bertamu?"


" malam? ini udah jam 6 pagi Ra, aku ke sini mau nganterin sarapan untuk kalian tadi aku pesan sarapan jadi aku mesan untuk kalian juga.


"Haaaaah" Haura lagsung tersadar dan segerah berlari mengecek jam yang ada di ponsel nya


"Ternyata ini udah jam 6 pagi, Liy bangunan ini udah jam 6 kita harus siap-siap untuk kerja"


"5 menit lagi Ra, nyawaku belum terkumpul"


"Ya udah aku mandi duluan ya, Kak Joy makanan nya di Tarok di atas meja aja ya sebelum nya maksi ya" Joy hanya menggeleng geleng kan kepala nya karena tingka laku Haura dan Lily


Setiba nya mereka di kantor, meriksa kelihatan seperti zombie karena mereka masih menahan ngatuk


Pada saat Haura hendak ingin ke Toilet dia berpapasan dengan Hans.


"Sayang, kenapa kamu seperti zombie?" tanya Hans sambil menertawakan kekasih nya itu


"Aku ngantuk"


"Ko bisa, bukan nya kmaren kita pulang nya cepat seharusnya tidur kamu cukup"


"Kmren ngobrol sama pak Al dulu"


"Ha Dia lagi, sekrang kamu ikut aku "


Hans menarik tangan Haura ke dalam ruangan nya karena kebetulan hari masih terlalu pagi jadi tidak terlalu banyak orang di kantor sehingga Haura tidak terlalui cemas saat Hans menggenggam tangan Haura


"Sekarang kamu tidur di sini" Hans menyuruh Haura tidur di ruang kamar rahasia yang hanya ada khusus di ruangan Hans


"Tapi, Giman kalau ada yang mencari ku"


"Nanti aku yang ngurus sekrang kamu tidur dulu"


Hans mengelus kepala Haura dan mencium kening nya sampai dia tertidur pulas.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2