
"Untung aku bisa kabur dari Haura" laki-laki tua itu menghela nafasnya
"Rupanya kamu di sini bangsat, bawa dia dari sini" pinta papa David kepada anak buahnya
Laki-laki tua itu hanya menurut ketika anak buah papa David membawa nya pergi
Setelah samapi di rumah tahanan yang berada di Hutan tetap di lokasi penculikan Haura papa David menjambak rambut laki-laki tua itu kemudian memukulinya dengan tali pinggang nya namun lelaki tua itu hanya tersenyum tidak meringis sedikit pun
Fleabeack (pak Joko)
Pagi itu pak Joko mendengar perbincangan papa David dengan anak buahnya
"Kalian awasi laki-laki tua itu karena saya akan menghadiri pernikahan Hans dan Haura"
"Baik Bos"
"Tenyata hari ini putri ku akan menikah, aku harus bisa kabur dari sini aku ingin melihat nya sekali saja untuk terakhir kali"
Pak Joko juga sudah punya rencana untuk kabur dari tahanan gubuk tua itu, karena papa David masih memberi arahan ke pada anak buahnya dengan segerah pak Joko kabur kemudian memasuki bagasi mobil Papa David
Setelah satu jam perjalanan akhir nya mereka sampai juga di depan pintu masuk gereja
Pak Joko pun segera keluar dari bagasi mobil Papa David
"Haura!" kamu cantik sekali nak, maaf kan Papa selama ini udah jahat sama kamu dan Mama kamu, maafin papa tidak bisa...." Pak Joko menagis sejadi-jadinya sampai tidak mampu berkata satu kata lagi "Maafin papa nak hanya bisa menyaksikan pernikahan kamu dengan jarak seperti ini, papa tahu Kalau kamu sangat membenci Papa dan tidak ingin melihat papa untuk selamanya" Pak Joko membalikkan badannya setelah acara pemberkatan selesai dan segerah kembali bersembunyi di belakang bagasi mobil Papa David sambil dia menagis pula
Acara resepsi pun di mulai pak Joko kembali melihat putri yang dia terlantar kan dulu malam ini terlihat sangat cantik dengan mengenakan gaun pernikahan yang elegan dan mewah
Sebelumnya pak Joko sudah mempersiapkan hadiah yang hendak ia berikan kepada putranya itu
Dengan rasa Taku dan cemas pak Joko memberanikan diri untuk melangkah maju ke depan untuk memberikan hadiah kecilnya itu
****
__ADS_1
"Kamu sudah boleh membunuh ku sekarang, karena aku sudah ikhlas untuk pergi" Ucap laki-laki tua itu yang di ketahui ternyata dia adalah papa nya Haura yang sudah lama mencari keberadaan anaknya itu
"Kamu pikir saya tidak tahu bahwa ternyata Haura adalah anak kamu, makanya kamu kabur untuk datang ke pernikahan nya, iya kan??" tanya papa David dengan suara keras sambil menginjak telapak tangan papa Haura itu yang di kenal dengan sebutan pak Joko
"Dia bukan anak saya"
"Kamu masih enggak mau ngaku, anak kamu Haura harus menderita sampai mati seperti kamu membuat anak saya mati" Ancam papa David "Jaga in dia saya mau pergi jagan samapai kabur lagi, jagan beri dia makan sedikit pun kalau berani-berani nya Kalian beri dia makan kelapa kalian akan saya penggal"
"Baik Pak" jawab kedua anak buah papa David
itu
****
"Sayang aku masih penasaran deh isi kotak ini apa" Ucap Haura kepada suaminya itu
"Ya udah kita buka sama-sama ya sayang, aku juga penasaran"
Hans dan Haura membuka kado pemberian laki-laki tua itu terlebih dahulu
"Bagaimana cara buka liontin ini" Tanya Haura balik
"Ini seperti nya liontin pasangan sayang, jadi harus ada liontin satu lagi biar bisa di buka"
"Seperti nya begitu, ya sudah lah lagian aku juga enggak kenal sama laki-laki tua itu"
Haura kembali meletakan liontin itu ke kota semua kemudian memasukkan ke dalam laci meja riasnya
"Udah malam sayang, bobok yok" Bisik Hans di telinga Haura yang membuat Haura sedikit kegelian
"Sayang geli tahu"
"Masa si?" Hans langsung menggotong tubuh Haura di ranjang apartemen yang bisa mereka tiduri
__ADS_1
Hans menyusuri wajah manis Haura dengan menggunakan telunjuk nya lalu berhenti tepat di bibirnya
"Apa kah ini ingin aku gigit?"
Tatapan Hans berhasil membuat Haura tergoda, mata Haura terpejam saat menyentuh bagian sensitifnya.
Perlahan Hans membuka satu persatu kancing baju tidur milik Haura, hingga memperlihatkan kemulusan tubuhnya
"Sayang, emg!" Haura mengernyit kesakitan saat Hans menggigit leher nya hingga meninggal kan bekas merah, kemudian turun mendaratkan ciumannya di bagian dada setelah Hans melepas semua balutan kain yang ada di tubuh Haura
"Emmm, kenyal..." Ucap Hans menggoda Haura yang membuat wajah Haura memerah dia benar-benar malu meskipun ini bukan pertama kali mereka lakukan.
Ciuman hangat dan lembut di bibir mereka kini berubah menjadi ciuman yang panas dan liar
Sementara Hans melepaskan semua pakaiannya, membiarkan benda pusakanya masuk ke dalam milik Haura, membuat Haura merintih kesakitan.
Serasa jantung mereka memompa darah di sekujur tubuh mereka berdua dengan kuat "Emh.." ******* mereka saling bersahutan
Setelah permainan mereka selesai mereka langsung segerah tidur karena terlalu kelelahan
"Terima kasih sayang" Hans mencium kening Haura dengan penuh ketulusan
"Iya sayang"
"Semoga langsung jadi bayi ya sayang"
"Amin"
"Ya udah bobok yok, ngantuk banget besok pagi harus ke kantor"
"Harus banget ya"
"Iya sayang, ada masalah di perusahaan dan aku harus turun tangan, kamu tenang aja ya sayang aku cepat pulang kok"
__ADS_1
"Iya sayang"
Bersambung.....