MENELUSURI MEMORIMU

MENELUSURI MEMORIMU
AC SEDANG BERMASALAH


__ADS_3

"Dasar kebo di ajak ngobrol malah tidur, Selamat tidur kakak Joy terima kasih kak Udah menghibur ku" Ucap Lily sambil memandang in Joy yang saat ini sedang tertidur "Ternyata kakak Joy ganteng juga ya kalau lagi tidur"


"Kamu belum tidur ?" Tanya Joy yang membuat Lily sedikit gugup


"Belum bisa tidur kak" jawab Lily


"Enggak nyaman ya tidur di sini, kalau emang enggak nyaman kamu balik aja ke kamar apartemen kamu"


"Nyaman kok kak, nyaman banget malah"


"Yaudah bagus lah kalau begitu, Tidur lah lagi besok kan kerja"


"Yee, kakak lupa besok hari Minggu"


"Oh, iya ya lupa karena ngantuk banget ini jadi enggak ingat besok hari Minggu"


"Ya udah kakak tidur aja lagi, biar aku yang jagain kakak"


"Yakin kamu enggak ngantuk"


"Yakin lah, kalau aku ngantuk pasti aku tidur"


"Ya udah kakak tidur lagi ya, nati kamu nyusul tidur nya Jagan lama-lama ya"


"Iya kak"


****


"Dah..sayang hati-hati di jalan ya nyetirnya pelan-pelan aja ya sayang " Ucap Haura


"kalau pelan-pelan nyetirnya kapan samapi nya sayang"


"Ya enggak terlalu pelan juga lah "


"Iya sayang"


"Ko belum pulang juga" tanya Haura.


"Kamu lupa sesuatu"


"Apa ?, tas aku di sini ko ponsel aku juga ada di dalam tas "


"Bukan itu, Tapi ini " Hans menunjukan bibir nya


"Kenapa bibir nya sakit?"


"Iss bukan, mau cium"


"Oh mau cium mmuuuach.... " Haura mencium bibir Hans sekilas "Udah kan, pulang lah lagi"


"Siap nyonya Bos Hans gavariel gerald"..


Mendengar kata-kata Hans berhasil membuat Haura tersipu malu


"Senyum nya Mansi banget pengen di bawah pulang aja"


"Pak Hans yang terhormat ini sudah jam berapa "


"Ya udah bay...sayang"


Hans memundurkan mobil nya kemudian pergi meninggalkan apartemen Haura

__ADS_1


Setelah Haura melihat mobil Hans sudah jauh Haura berjalan untuk ke kembali kamarnya


Sesampainya nya di kamar dia membunyikan bel kamar apartemen mereka namun tidak ada yang membukakan pintu untuknya.


"Ke mana Lily ya, apa dia sudah tertidur ya?" Ucap Haura Haura sambil memasukkan kode sandi pintu masuk kamar mereka


Pada saat Haura membuka pintu dia melihat tidak ada Lily di dalamnya "Ke mana ni si Lily" Haura mencari ke segala sudut ruang kamar mereka namun tidak menemukan nya "Liy kamu di mana si, Jagan buat aku takut"


Haura mengambil ponsel nya untuk menelfon Lily namun Lily tidak menjawab telfon dari Haura


Kemudian Haura mencoba menelfon kesemua teman, rekan kerja, dan kerabat Lily namun Jawab nya sama saja tidak ada yang mengetahui Lily ada di mana saat ini dan terakhir Haura teringat dengan Joy dia langsung menghubungi nomor telefon Joy


***


Dreett....Dreett....


Mendengar ponsel Joy bergetar Lily hendak ingin mengambil ponsel Joy untuk mengetahui siapa orang yang malam-malam begini menelfon kakak nya itu namun pada saat Lily hendak mengambil ponsel Joy. Joy sudah mengambil ponsel nya terlebih dahulu


"Haura" Ucap Joy


"Haaah, Haura?? enggak usah di angkat kak"


"Sssuutt, kamu diam aja dulu Haura juga adek kakak kasihan dia pasti cemas mencari kamu"


Joy mengangkat telfon dari Haura


"Hallo, Haura"


"Hallo, kak apa kakak tau Lily ada di mana atau izin gitu kepada kakak untuk pergi ke suatu tempat" Tanya Haura


"Plisss kak Jagan beritahu Haura" Ucap Lily memohon kepada Joy


"Di mana ka?" tanya Haura kembali


"Di.." pada saat Joy ingin memberitahu keberadaan Lily , tiba-tiba Lily mencium bibir Joy suapaya Joy tidak bisa membuka mulutnya


Joy yang mendapat perlakuan seperti itu seketika hanya bisa terdiam dan pasrah


"Halo kak Joy, kakak masih ada di sana kan" panggil Haura dalam telfon nya namun tidak ada jawaban "Halo kak Joy" mendengar suara Haura dari ponsel nya


Joy segera sadar dan melepaskan ciuman mereka kemudian menjawab Haura yang sedari tadi memanggil nya


"Maaf ya Haura tadi ponsel Kakak terjatuh" Ucap Joy berbohong


"Iya enggak apa-apa kakak, jadi Lily sedang berada di mana kakak" tanya Haura kembali


"Lily tadi menitipkan pesan bahwa ada tempat yang harus dia kunjungi tapi dia tidak memberitahu kemana dia akan melakukan kunjungan" jawab Joy berbohong lagi


"Ya sudah terima kasih atas informasinya ya ka"


"Iya Haura kamu tidak usah terlalu mencemaskan Lily kakak yakin dia pasti sedang baik-baik aja saat ini"


"Iya kakak, selamat malam kak"


"Selamat malam juga Haura"


"Udah puas" Ucap Joy kepada Lily


"Maaf"


"Kamu payah, bukan begitu cara berciuman yang baik" Joy menarik Lily ke dalam pelukannya kemudian mencium bibir Lily dengan penuh gairah

__ADS_1


Lily yang tersadar dengan racun yang ada di dalam tubuhnya itu bisa membunuh siapa saja yang menyentuh tubuhnya apa lagi saat ini mereka sedang berciuman langsung menarik tubuh nya untuk menjauh dari Joy "Hentikan kak Joy, aku enggak mau kakak kenapa-kenapa nati nya".


"Tapi semuanya ini sudah terlanjur Liy, kalau emang aku akan mati aku ingin mati di pelukan mu".


"Jagan gila kak Joy"


"Kamu yang buat aku gila seperti ini Liy"


Joy kembali membawa Lily ke dalam pelukannya kemudian menciumi Lily samapi-samapai Lily menangis tidak tegah jika melihat Joy yang sudah dia anggap sebagi kakak kandungnya sendiri nantinya akan mati karena nya


Joy mengendong Lily ke tempat tidurnya dan meletakkan nya di atas kasur nya


"Kak Joy sadar lah aku ini berbahaya"


"Sttuut..." Joy meletakkan jarinya ke bibir Lily


Kemudian mencium Lily kembali


Dan malam itu menjadi malam yang panjang bagi Joy dan Lily


Sepanjang malam Lily hanya menggenggam erat tangan Joy sambil menangis


"Selamat pagi Liy" Ucap Joy kemudian dia mencium kening Lily


"Pagi juga kak" Balas Lily


"Kakak enggak kenapa-kenapa kan ada ngerasa sakit enggak biar kita langsung ke rumah sakit"


"Enggak ko Liy, mandi bareng yok" ajak Joy.


"Mandi aja sendiri sana, aku masih ngantuk mau tidur lagi"


"Jagan tidur lagi, kakak akan pesan makanan untuk kamu".


Tingnung..... tingnung...


"Siapa si pagi-pagi begini sudah bertamu, ganggu orang aja" Ucap Joy "


"Kak Joy ini Haura"


"Haah Haura?, bagimana ini " tanya Lily


Kedatangan Haura secara tiba-tiba membuat Joy dan Lily panik


"Ya udah kamu sembunyi di kamar mandi aja dulu"


Lily mengutip pakaian nya yang ada di bawah lantai dan membawa nya ke kamar mandi


"Huuff...Iya Ra, bentar ya".


Cklek...


Joy membukan pintu untuk Haura dan mempersilakan Haura untuk masuk ke kamar nya "Ada apa kamu pagi-pagi mencari kakak Ra" tanya Joy


"Kok kakak kelihatan panik gitu, samapi keringatan"


"Ah masak iya, mungkin AC nya ni lagi ada masalah"


Bersambung.......


.

__ADS_1


__ADS_2