
"Tunggu"
Haura menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menghadap Hans
"Iya pak,ada yang bisa saya bantu lagi" tanya Haura
"Saya mau berbicara sama kamu"
"Maaf pak,saya sedang sibuk" Hans yang mendapat penolakan dari Haura lagsung memeluknya
"Maaf pak, saya harus pergi nanti ada orang yang tiba-tiba masuk dan melihat kita seperti ini mereka akan salah paham lagi terhadap kita" Haura melepas pelukan Hans dan langsung meninggalkan ruangan Hans
"Maaf in aku Ra udah nyakitin perasaan kamu"
Haura tidak mempedulikan ucapan Hans dia pergi begitu saja
"Haura! , ko tumben dia hanya sebentar ke ruangan pak Hans biasannya bisa Berjam-jam apa rencana ku gagal ya " ucap Lily dalam hati nya
"Gimna Ra kamu udah ngasi laporan nya ke pak Hans ?" tanya Lily
"Udah ko Liy" Jawab Haura
"Tapi ko tumben cuma sebentar,biasanya bisa berjam-jam"
"Ngapain di sana lama-lama nati orang-orang pada salah paham lagi, lagian aku enggak punya hubungan apa-apa sama pak Hans"
"Oh gitu ya, ya udah deh kamu lanjut kerja aja lagi"
"Ciee ada karyawan baru ni" goda Al
"Apansi pak Al, kemarin saya berpikir panjang omongan bapak maka nya saya kembali bekerja"
"Bagus lah kalau kaya gitu, berarti kamu pintar"
"Bapak bisa aja"
Melihat kedekatan Haura dengan Al semua orang mulai bergosip lagi tentang dirinya
"Ehh lihat dia mulai tebar pesona lagi, kemarin pak Hans sekarang pak Al iss... dasar perempuan enggak benar" ucap Nia membuat gosip baru
Lily yang mendengar sahabat nya itu di gosip in lagsung menghampiri mereka
"Iri ya, enggak bisa kaya Haura hemm...kalian udah bertahun-tahun kerja di perusahaan ini tapi tidak pernah di pandang oleh para Bos-bos besar sedangkan Haura yang baru kerja di perusahaan ini banyak tu yang ngejar-ngejar dia secara dia cantik natural , menarik, pintar lagi kalian ada enggak seperti dia" nyinyir Lily kepada orang yang menggosipin sahabatnya itu.
"Dih apansi, nyambung aja pergi yok ada yang mau sok jadi pahlawan Bay...." Ucap Nia yang mengajak rekan kerja nya itu untuk segera pergi
"Sok cantik ya Bu"
"Emang cantik situ nya aja yang belum nyadar"
Haura yang mendengar ada keributan lagsung menghampiri Lily
__ADS_1
"Liy kamu ribut lagi sama mereka karena aku ya"
"Udah kamu tenang aja Ra, mulut mereka itu perlu di bawa ke tukang bengkel biar di servis biar enggak berserakan juga di mana-mana"
"Maksi ya Liy kamu selalu belain aku"
"Udah ah makasi mulu, kembali sana kerja"
"Iya bawel" Haura mencubit pipi Lily dan lagsung segera berlari takut Lily membalas nya
jam menunjukkan pukul 12.00 waktu nya istirahat
"Ra kantin yok" ajak Lily
"Bentar ya, aku selain sedikit lagi"
3 menit kemudian.....
Haura masih sibuk dengan komputer nya
"Udah belum,aku lapar ni"
"Oke selesai juga, ya udah yok"
Setelah mereka sampai di kantin mereka memesan makanan sesuai dengan selera masing-masing
"Boleh gabung enggak" tanya Al
"Oh Boleh dong pak ,silahkan " jawab Haura
"Liy, pak Al Saya permisi ke toliet dulu kebelet mau buang air kecil"
"Ya udah sana Jagan lama-lama ya Ra" Ucap Lily
"Oke"
Saat Haura meninggalkan mereka berdua Lily dan pak Al hanya saling diam Sedangkan Haura yang hendak ingin pergi ke toilet tidak sengaja bertemu Hans namun Haura tampak biasa aja bahkan dia bersikap seperti orang yang tidak saling mengenal tiba-tiba Hans menarik tangan Haura dan membawa nya ke dalam ruangannya
"Pak lepasin saya" Ucap Haura menolak tapi percuma saja tangan Hans lebih kuat daripada kekuatan tangan nya
"Kenpa kamu mengindari saya" tanya Hans
"Bapak yang bilang sendiri kita enggak ada hubungan apa-apa, terus waktu saya di usik sama semua orang bapak ada di mana saya berusaha menghubungi bapak tapi bapak tidak menjawab telfon saya kan bapak cuma bisa lari dari kenyataan"
"Waktu saya mendapat berita rumor itu saya berusaha mencari kamu untuk mengatasi nya bersama-sama tapi ketika saya sudah menemukan keberadaan kamu saya melihat kamu sedang berpelukan dengan laki-laki lain. Haahhh... sakit rasa nya Ra , saya pergi untuk menenangkan diri mencoba melupakan semuanya mengabaikan telfon dari kamu"
Haura yang mendengar kebenaran itu langsung memeluk Hans
"Maaf kan saya pak" Ucap Haura dalam tangisnya
"Aku juga salah sama kamu aku minta maaf juga ya syang, kamu jangan nagis lagi ya kita akan melalui nya bersama-sama" Hans yang melihat kekasihnya itu mengais berusaha menghapus air matanya kemudian mereka saling berciuman untuk melepaskan rasa rindu
__ADS_1
"Aku merindukan mu, tolong jangan pernah pergi lagi aku enggak bisa hidup tanpa kamu" Ucap Hans sambil memeluk Haura
"Saya juga pak"
"Pak?, kan udah aku bilang kalau kita lagi berduaan Jagan panggil pak panggil sayang gitu"
"Iya deh , Hans sayang hehehehe" Haura tertawa kecil
"Iisss...aku itu lebih tua dari kamu, enggak sopan panggil nama"
"Iya syang ku yang bawel"
***
"Si Ura kenpa lama banget ke toliet ya jangan-jangan ada yang menggangu dia lagi" Ucap Lily dalam hati nya
"Pak saya pamit duluan ya, soal nya Haura enggak balik-balik juga takut nya ada yang usil sama dia"
"Oke Liy, kabarin saya kalau terjadi sesuatu"
"Baik pak, saya permisi dulu".
"Iya Li"
Lily mencoba mencari Haura di segala tempat
namun tidak menemukan nya
"Tinggal ruangan pak Hans apa Haura ada di dalam sana ya, ya udah deh aku nungguin dia di meja kerja nya aja"
****
"Aku mau kembali bekerja, lepasin dong pelukan nya lagian waktu istirahat udah habis nanti ada yang lihat kita lagi"
"Cium dulu"
"Mmuaach, udah kan" Haura mencium pipi Hans
"Bukan di situ"
"Bay... sayang" Haura meninggalkan Hans yang sedang menggarap kan ciuman dari nya
Saat Haura hendak ingin keluar dari ruangan Hans dia perlahan-lahan membuka pintu dan melihat keberadaan di luar ketika dia melihat sudah sepi baru lah dia keluar
"Eh Liy kamu ko Udah di sini aja" tanya Haura
"Iya aku nungguin kamu kembali dari toliet lama banget, kamu dari toilet yang mana ko bisa lama banget"
"Emm itu... itu loh tadi tiba-tiba perut aku mules jadi bolak-balik ke toilet"
"Oh gitu ya, tapi ngomong-ngomong warna lipstik kamu udah pudar aja jam segini, tambah tu warna lipstik kamu biar enggak kelihatan pucat"
__ADS_1
"Hehehe, iya Liy maksi ya"
Haura yang mendengar kata-kata Lily tadi merasa sangat malu