
Hans dan Haura sudah resmi berpacaran mereka semakin hari semakin dekat namun tidak ada yang tau mengenai hubungan mereka
termaksud Lily sahabatnya Haura
"Ra kamu diminta untuk datang ke ruangan Pak Hans " kata salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan itu
"Oh iya makasih ya informasinya" ucap Haura yang hanya di balas senyuman oleh si karyawan itu
Haura dengan sengaja membawakan secangkir kopi untuk Hans supaya tidak ada yang mencurigai hubungan mereka
tok ....tok ....
"permisi Pak saya Haura"
"Iya masuk"
"ini kopinya Pak" Haura meletakkan kopi nya dia atas meja Hans
"Bapak minta saya datang ke sini, tapi saya nya di cuekin"
"Kalau lagi berdua Jagan panggil pak, panggil sayang gitu atau Beby" ucap Hans
"Males" jawab Haura ngambek
"Is ngambek Mulu" Hans menarik tangan Haura dan mendudukkan nya di pangkuan nya Hans sambil mencubit pipi Haura .
"Eemm, sakit"
"Abis nya pipi kamu gemesin"
"Masa??"
"Iya sayang ku"
Hans tiba-tiba mencium bibir Haura
"Pak Hans"
"Kan pak lagi" ucap Hans ngambek
"Iya hubby, aku keluar dulu ya nanti ada yang
diam-diam memperhatikan kita "
"Enggak mau masih rindu"
"Iya, nanti kita ketemuan lagi ya hubby " Ucap Haura sambil mengecup bibir Hans dengan sekilas
Saat Haura keluar dari ruangan Hans dia bertemu dengan Erica namun mereka hanya saling diam
"Lihat apa yang akan aku lakukan kepada mu Haura" Ucap Erica dalam hati nya
"Kamu dari mana si Ra?" tanya Lily
"Dari ..."
"Haura, tolong sebentar kemari " panggil pak Al
"Baik pak" jawab Haura dengan semangat karena dia terselamatkan dari pertanyaan Lily
"Liy, kenpa pipi kamu memerah kamu lagi sakit" tanya Haura sambil mengecek suhu tubuh Lily dengan mengunakan tangannya
__ADS_1
"Enggak panas, ko pipi kamu memerah?" tanya Haura kembali
"Aku enggak kenapa-kenapa Ra, udah ah kamu cepat temui pak Al" Jawab Lily sambil mendorong Haura untuk menemui Al
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu" tanya Haura
kepada Al
"Malam ini kamu ada rencana apa enggak?"
"Rencana apa maksudnya pak"
"Maksudnya kamu ada kegiatan apa setelah pulang kerja?
"Emm, pulang terus mandi terus makan, cek ponsel terus kalau udah ngantuk tidur "jawab Haura dengan polosnya
"Selain itu"
"Enggak ada pak, emang ada apa pak bapak mau minta saya untuk lembur"
"Bukan-bukan, saya mau ngajakin kamu untuk melihat saya tanding MMA nati malam" Al memberikan tiket masuk Kepada Haura
"Bapak serius mau ngajakin saya"
"Iya biar saya Tamba semangat tanding nya, kamu mau kan?" tanya Al
"Tentu pak" ucap Haura dengan senang karena dia belum pernah melihat langsung pertandingan MMA selama ini dia hanya menyaksikan melalui televisi
"Ya udah sana kamu kembali bekerja, semangat ya kerja nya"
"Iya pak, bapak juga"
"OMG, bagaimana ini bisa-bisanya aku lupa malam ini aku ada janji mau makan malam sama pak Hans dan jam segini juga mau ke pertandingan pak Al, apa yang harus aku lakukan"Haura yang bingung harus pergi menemui siapa dia berjalan mondar mandir entah sudah berapa kali Lilly yang memperhatikan sahabat nya itu merasa bingung entah apa yang terjadi kepada sahabatnya itu
"Stop, entah sudah berapa kali kamu berjalan mondar mandir" Lily menahan tubuh Haura untuk tidak berjalan mondar mandir lagi
Seketika Haura mendapatkan petunjuk
"Liy kamu enggak sibuk kan, atau kamu lagi ada janji enggak"
"Enggak si, emang ada apa"
"Aku punya tiket, tiket ini gunanya untuk bisa masuk ke dalam gedung pertandingan MMA pak Al "
"Kamu serius Ra mau ngasih tiket itu ke aku"
"Iya,serius"
"Tapi kan Ra pak Al, ngasih tiket ini ke kamu"
"Aku lagi enggak bisa Liy, malam ini ada yang harus aku lakukan please..... mau yaaaaa.. kamu kan sahabat aku yang paling baik, paling cantik paling segala nya" ucap Haura merayu Lily.
"Oke deh Ra "
"Benaran Liy maaci Lily sayang aku "Haura mencium pipi sahabatnya itu Lily hanya bisa pasrah asal sahabat nya itu bahagia
Mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke tujuan masing-masing Haura pergi untuk menemui Hans sedangkan Lily pergi untuk menemui Al
Setelah Haura tiba di tempat yang mereka janjikan sebelum nya Haura melihat Hans sibuk dengan ponselnya Haura berjalan dengan perlahan suapaya Hans tidak sadar akan kedatangan nya tiba-tiba Haura menutup mata Hans dengan kedua tangan nya karena Hans kaget dia memutar tangan Haura sampai Haura berteriak kesakitan
"Sorry-Sorry syang aku enggak sengaja aku kira kamu siapa" Hans lagsung mengelus tangan Haura
__ADS_1
"Sakit" Ucap Haura dengan manja
"Maaf sayang, habis nya kamu ngagetin aku"
"Aku lapar"
"Iya kamu mau makan apa sayang" tanya Hans sambil menyodorkan buku menu kepada Haura
"Yang ini sama ini"
"Oke Mbak, di tunggu ya pesanan nya" ucap pelayan restoran itu yang di balas dengan senyuman manis oleh Haura
****
Saat pertandingan Al akan di mulai dia mulai gelisah karena dia tidak menemukan Haura
"Apa Haura tidak datang" ucap Al dalam hati
"Hay pak Al saya Lily saya sahabatnya Haura karena malam ini Haura tidak bisa datang jadi saya di minta untuk mewakilinya" ucap Lily
"Apa yang membuat dia tidak bisa datang" tanya Al
"Kata nya si pak ada urusan yang harus dia kerjakan"
"Diminta peserta untuk memasuki ring pertandingan karena pertandingan akan di mulai" Ucap pembawa acara MMA
"Saya ke sana dulu"
"Iya pak, semangat ya pak"
"Iya terimakasih"
"Pertandingan akan di mulai dalam hitungan 1.2..3 "
teng teng teng
Babak pertama di mulai belum apa-apa Al sudah habis di pukuli hingga terjatuh dan mengeluarkan darah dari hidung nya entahlah mengapa malam ini Al berbeda dari sebelumnya bahkan Al belum pernah kalah sebelum nya
"Pak Al bangun pak, bapak pasti bisa bapak pasti menang" teriak Lily sambil mengeluarkan air mata saat Al mendengar suara itu dia membuka mata nya dan membayangkan bahwa yang sedang menangisi diri nya adalah Haura Dengan semangatnya Al dengan segera bangkit dan mengalahkan lawan nya itu
hingga dia di nyatakan menang
"Selamat ya pak" Ucap Lily
"Iya terimakasih "
"Sakit ya pak, saya bersihkan luka bapak ya" Lily mengeluarkan K3P yang selalu dia bawa ke mana-mana perlahan lahan Lily membersihkan luka Al
"Aaww sakit"
"Aduh maaf pak, saya akan lebih hati-hati lagi"
Dengan lembutnya dan hati-hati nya Lily membersikan luka Al
"Sudah pak"
"Makasi ya"
"Iya pak" Lily melakukan semuanya itu bukan tidak memiliki tujuan Lily diam-diam menyukai Al sejak dia memasuki perusahaan
Bersambung.....
__ADS_1