
Putra mengantar kedua orang tuanya sampai ke mobil. Sarah mencium anaknya terlebih dulu, menciumnya sampai puas.
"Jangan nakal selama Mama tinggal, nurut sama Nenek dan Kakek ya?" ujar Sarah.
"Iya, Mama. Nanti pulang bawa adik ya?" kata Putra.
"Iya, nanti Papa bawakan adik, sekarang lepas dulu dong Mamanya," bujuk Farhan.
Putra pun melepaskan pelukkannya. Sarah naik ke dalam mobil dan Putra melambaikan tangan saat mobil yang ditumpangi orang tuanya mulai melaju. Sarah sendiri sebenarnya tidak tega, tapi mau bagaimana lagi? mengabulkan keinginan suaminya juga ibadah.
"Kita pergi tidak akan lama kok, jangan khawatir soal Putra ya, Mama pasti menjaga anak kita," tutur Farhan.
"Iya, Mas. Aku percaya mama pasti menjaga anak kita dengan baik," balas Sarah.
***
Bali, dengan sejuta keindahan yang membuat semua orang terpana yang kini jadi tujuan Sarah dan Farhan. Mereka akan bermalam di sana untuk beberapa hari. Memuaskan diri setelah berpisah sekian lamanya.
Dan pada saat ini, mereka sudah dalam berada dala pesawat. Sebentar lagi pesawat akan mendarat. Wanita yang biasanya manja dan selalu mengandalkan suaminya pun kini berusaha melakukan apa-apa sendiri selama berada di dalam pesawat.
Dari mulai makan dan minum tak lagi meminta suaminya untuk membantunya menyuapinya. Entah mengapa ada rasa rindu dengan sosok Sarah yang manja. Perceraian merubah jati diri wanita itu. Dan sekarang, Sarah tengah tertidur dengan posisi kepala bersandar di bahu suaminya. Farhan terus mengusap pucuk kepala wanita itu dan sesekali membenamkan sebuah kecupan hangat.
Dan tibalah saatnya pesawat itu mendarat. Farhan membangunkan istrinya dan wanita itu membuka mata.
"Sudah sampai," ucap Farhan sambil mengusap pipi.
"Aku ileran ya, Mas?" tanya Sarah saat suaminya mengusap pipi sampai sudut bibir.
"Tidak," jawab Farhan.
Momen itu membuat Sarah tersenyum, momen di mana yang tak pernah di dapatkan selama dua tahun menjadi istrinya saat dulu. Kini, Farhan membuktikan rasa cintanya pada istrinya itu.
"Terima kasih," ucap Sarah.
__ADS_1
"Terima kasih untuk apa?" tanya Farhan.
"Sudah membalas cintaku yang selama ini bertepuk sebelah tangan," sindir Sarah.
"Maafkan aku yang buta akan cinta dan ketulusanmu selama ini, aku lelaki yang paling bodoh sudah menyia-nyiakanmu." Setelah pengakuan itu terucap, Farhan mencium kening istrinya dan tak lama mereka pun beranjak dari tempat duduknya karena pesawat memang sudah mendarat.
***
Keluar dari Bandara, ada seseorang yang menjemput mereka. Orang suruhan Permana, dan orang itu akan membantu mereka selama berada di Bali. Orang itu nampak sedang memegang sebuah foto, celingak-celinguk melihat orang satu persatu yang keluar dari Bandara. Hingga muncullah sosok yang dicarinya.
"Permisi, dengan Bapak Farhan?" tanya orang itu.
"Iya, saya Farhan," jawabnya.
"Saya Adi, ditugaskan untuk menjemput Bapak dan istri ...," ucap lelaki itu menggantung saat melihat wanita yang baru saja tiba dari belakang.
Farhan langsung merangkul istrinya saat melihat pemuda itu melihat istrinya. Tatapan apa itu? Yang jelas tatapan nanar seorang lelaki pada wanita.
"Ya, sama istri saya," kata Farhan.
Orang suruhan itu berjalan lebih dulu ke mobil yang terparkir di sisi jalan, Sarah dan Farhan mengekor dari belakang. Mobil melaju dan membawa mereka ke sebuah villa yang terdekat dengan pantai.
Sarah menghirup udara segar di sana setelah mereka tiba di villa. Farhan memeluknya dari belakan sehingga wanita itu membalikkan tubuh dan saling berhadapan. Sebuah ciuman mendarat di kening. Tanpa permisi, Farhan membopong tubuh istrinya ke tempat tidur. Merebahkan tubuh ramping meski telah memiliki seorang anak.
Tak hanya mandiri, kini Sarah pintar merawat diri. Menjaga tubuhnya agat tetap bagus. Kedua gunungnya masih nampak indah karena selama menyusui ia begitu apik, tak sembarangan mengeluarkannya disaat menyusui. Ada tata cara untuk menjaga tubuh meski memiliki seorang anak. Ilmu itu ia dapat dari bi Ami, wanita yang selama ini menjaga dan merawatnya setelah persalinan.
"Sarah, tubuhmu masih tetap bagus dan kencang. Aku benar-benar wanita idaman," tutur Sarah.
"Idaman kok dibuang?" Penuturan Sarah mengungkit kesalahan suaminya di masa dulu.
"Aku akan menebus kesalahanku, maaf telah membuatmu terluka."
Farhan memperlakukan Sarah dengan lembut sampai wanita berusia tiga puluh tahun itu semakin terbuai. Berawal dari kecupan biasa menjadi luar biasa. Sesapan demi sesapan mendarat di tubuh wanita itu, meninggalkan bekas kemerahan di leher jenjangnya.
__ADS_1
Sarah menjambak rambut lelaki itu saat ia merasakan sesuatunya dihisap dengan lembut.
"Mas ...," lenguhan itu terdengar dari bibir mungil Sarah.
"Ucapkan yang ingin kamu katakan," bisik Farhan melepaskan bibir dari luumatannyaa.
"Aku mencintaimu," kata Sarah.
"Aku juga, sayang."
***
Entah apa saja yang terjadi di antara mereka, sehingga Sarah kini tengah bersembunyi di balik selimut yang tebal, cuaca dingin menambah kenikmatan yang baru saja terjadi di antara dua manusia itu. Sang suami mendekap tubuhnya dari belakang. Rasa puas yang diberikan oleh istrinya membuatnya semakin tak ingin kehilangan wanita itu.
Sesekali, Farhan mencium bahu wanita itu. Tubuh yang sama-sama polos membuatnya ingin kembali menikmati surga dunia.
"Mas, aku lelah," bisik Sarah yang sudah tidak berdaya. Karena barusan ia yang memimpin permainan.
Farhan tersenyum jahil. "Kamu cukup diam saja, dan nikmati apa yang aku lakukan," balas lelaki itu.
Farhan masuk ke dalam selimut, menuju area sensitif istrinya. Membuka kaki wanita itu lebar-lebar.
"Ah, Mas ..." Sarah dibuat tak berdaya, mencengkram sprai kuat-kuat sambil menggeleng-gelengkan kepala dan menggigit bibir bawahnya sendiri. Ia dibuat terbang oleh suaminya.
Jari dan lidah lelaki itu menari manja di area terlarang. Farhan tersenyum bangga saat tubuh sang istri menggelinjang. Tak menunggu lama lagi ia memposisikan diri, membenamkan kepemilikkannya dengan sempurna. Menghujam tubuh wanita itu sampai tubuh istrinya mengikuti pergerakannya.
"Mas, kamu benar-benar membuatku semakin mencintaimu," bisik Sarah dengan nada serak.
Farhan melingkarkan kaki wanita itu di pinggangnya, setelah itu ia mempercepat temponya. Farhan benar-benar tak ada lelah karena ia meminum obat untuk menunjang tubuhnya agar selalu vit.
Sampai pada akhirnya tubuhnya mengerang dan ambruk diatas tubuh istrinya. Kedutan di bawah sana begitu nikmat. Lima tahun menahan diri, menahan rindu menahan sakit karena merasa telah ditinggalkan oleh Sarah dan tak dapat memilikinya kembali.
"I love you," bisik Farhan.
__ADS_1
Sarah tak menjawab karena tak kuasa, ia hanya memberikan sebuah senyuman termanisnya. Lalu memeluk tubuh lelaki itu yang masih menumpu di atas tubuhnya.
Lelah, mereka pun akhirnya tertidur.