Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami
Part 86


__ADS_3

Setelah kepergian Farhan dan Sarah, Farah pun langsung keluar dari dalam kamar. Gadis itu sedari tadi bersembunyi, ia terpaksa pergi karena malam ini adalah malam terakhir dirinya bersama dengan tuan Akio. Padahal, ia tidak mendapatkan izin dari orang tuanya. Farhan melarang putrinya pergi malam ini karena ia takut putrinya membuat masalah lagi.


Bagaikan maling, Farah mengendap-ngendap. Bahkan ia membuka sepatunya agar tidak terdengar. Yang ia tahu papanya pergi tapi tidak dengan mamanya.


"Kamu mau kemana?" tanya Fathan.


Jantung Farah seakan mau copot, ia mendengus kesal pada saudara kembarnya itu.


"Suuttthhh..." Farah meletakan jari di bibir, menyuruh kakaknya itu untuk diam dan jangan terlalu berisik. "Aku mau pergi, kamu jangan berisik nanti mama tau aku pergi soalnya aku tidak dapat izin malam ini."


"Kalau tidak dapat izin kenapa masih ngeyel? Aku bilang papa tau rasa, emang kamu mau kemana sih?" Tampilan Farah malam ini membuat Fathan bertanya-tanya, ia tak pernah melihat adiknya tampil secantik ini.


"Mau kencan ya? Siapa laki-laki itu, apa aku mengenalnya?" tanya Fathan lagi.


"Tidak, kamu tidak mengenalnya. Awas aku mau pergi takut aku terlambat." Yang Farah ingat adalah malam ini malam terakhirnya bersama tuan Akio, entah mereka akan bertemu lagi atau tidak karena lelaki itu akan pulang ke kampung halamannya.


Farah langsung pergi saja tanpa mendengar omelan Fathan yang terus mengoceh.


"Aku akan pulang sebelum jam 10 malam," teriak Farah.


***


Farah menghubungi tuan Akio, tapi lelaki itu tak kunjung menjawab.


"Cepat sedikit, Pak," titahnya pada supir taksi. "Aku coba telepon pak Anwar deh."

__ADS_1


Nomor pak Anwar malah tidak aktif, Farah hanya ingin memastikan apa pria itu sudah berada di lokasi apa masih di hotel. Ia tak mungkin pergi lokasi tujuan sendirian, apa lagi yang ia tahu malam ini adalah malam penting pertemuannya dengan rekan-rekan bisnis, tanpa ia berpikir bahwa ia akan bertemu orang tuanya di sana.


Farah terlalu fokus bahwa malam ini ia harus pergi menemani lelaki dewasa itu, tidak ada kesempatan baginya lagi. Apa lagi beberapa terakhir ini ia dan tuan Akio cukup dekat. Pria dingin itu sudah mulai bisa diajak tersenyum bahkan bercanda. Tuan Akio juga sudah memberikan tanda lampu hijau.


Farah jadi tersenyum jika mengingat kejadian itu, yang di mana tuan Akio mengelap bibirnya karena makan belepotan. Lelaki itu mulai memberikan perhatian kecil padanya sehingga Farah berpikir bahwa lelaki dewasa itu pun menyukainya seperti dirinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa ia telah jatuh cinta pada tuan Akio.


Lelaki itu harus tahu tentang perasaannya malam ini, sebelum tuan Akio kembali ke Korea lelaki itu harus tahu semua isi hatinya bahwa ia memiliki perasaan, tidak peduli diterima atau tidak yang jelas rasa penasarannya akan hilang setelah menyatakan cinta pada lelaki itu. Bermodal tekat ia akan menyatakan cinta.


Tak lama, sebuah notif masuk. Farah tersenyum saat melihat pesan itu yang ternyata dari tuan Akio. Lelaki itu menyuruhnya menemuinya terlebih dulu. Tuan Akio menunggu di luar restauran.


Farah langsung menuju lokasi. Tak lama, ia pun sampai di tujuan. Malam ini begitu spesial, Farah dandan abis-abisan. Sehingga ia terlihat sangat cantik. Saat tiba, tuan Akio pun dibuat terpana. Gadis yang ia anggap anak kecil itu terlihat lebih dewasa malam ini. Farah mampu mengimbangi ketampanan tuan Akio malam ini.


Tuan Akio tersenyum manis menyambut kedatangan Farah.


***


"Emang tuan Akio belum menikah?" tanya Farhan. Yang ia tahu lelaki itu sudah menikah bahkan memiliki seorang anak.


"Iya Pak sudah, katanya sudah bercerai satu tahun lalu. 'Kan mantan istrinya tinggal di sini juga katanya," jawab teman rekan kerja Farhan.


Farhan hanya manggut-manggut, ia jadi penasaran siapa wanita yang bersama tuan Akio malam ini. Gadis itu pasti beruntung mendapatkan seorang pendamping seperti tuan Akio. Lelaki yang sangat kaya yang menjadi rekan bisnisnya saat ini.


***


Jantung Farah seakan mau copot, Tiba-tiba lelaki itu menggenggam tangannya saat masuk masuk kedalam restauran yang sudah di booking oleh tuan Akio. Tidak ada angin tidak ada hujan, tuan Akio memperlakukan Farah seperti seorang kekasih pada umumnya.

__ADS_1


Tak hanya menggenggam, lelaki itu melingkarkan tangan Farah di lengannya. Farah tersenyum manis hingga senyum itu kemudian tiba-tiba hilang setelah melihat siapa yang ada di sebrang sana.


"Mama Papa," batin Farah.


Begitu pun dengan Farhan dan Sarah, ia terkejut saat melihat tuan Akio datang bersama seorang gadis yang tak lain adalah anak gadisnya.


Farah sungguh terlalu, gadis itu terus menunduk tak berani melihat ke arah orang tuanya. Farhan hanya bisa menahan emosi malam ini. Ia marah karena anaknya masih tetap pergi tanpa izin darinya.


Sarah mengusap punggung suaminya seakan menenangkan lelaki itu. Ia lebih terkejut saat tuan Akio mengenalkan Farah sebagai pasangan yang artinya mereka sepasang kekasih. Tak pernah Farah cerita tentang lelaki yang tengah dekat bersamanya.


Kenapa berujung dengan menjalin hubungan? Yang Farhan tahu anaknya itu meminta maaf soal kejadian anaknya membuat masalah dengan tuan Akio. Jika tak mengenal malu, rasanya ingin membawa anaknya pulang saat itu juga. Farhan tak ingin menghancurkan acara tuan Akio, apa lagi malam ini adalah malam perpisahan.


***


Farhan akhirnya minta pulang lebih dulu, ia sudah tidak bisa menahan emosi. Ia harap anaknya akan segera pulang.


Farah ketar-ketir takut orang tuanya marah saat ia pulang nanti. Setelah orang tuanya pamit, ia pun minta izin pulang pasa tuan Akio. Karena makan malam pun sudah selesai.


Akhirnya tuan Akio sendiri yang mengantar Farah pulang.


***


Di dalam mobil, tuan Akio meraih tangan Farah lalu mengecupnya. Farah terkejut tapi ia suka karena lelaki itu menunjukkan perasaannya. Tanpa di duga tuan Akio menyatakan cinta, padahal niatnya Farah yang akan lebih dulu menyatakan perasaannya.


Tanpa menunggu lama Farah mengangguk, tapi ia tidak bisa lebih lama lagi bersama tuan Akio, yang terpenting mereka sudah menjalin hubungan. Intinya Farah harus segera pulang. Tuan Akio pun mengantar gadisnya pulang.

__ADS_1


"Besok temui aku di hotel sebelum aku pergi ke Bandara," ucap tuan Akio di ujung perpisahan dengan Farah.


Farah mengangguk, dan langsung saja masuk ke dalam rumah. Rumah nampak mencekam. Ia pulang lebih dari jam sepuluh malam. Farhan dan istrinya menunggu anaknya pulang. Dan muncullah Farah di hadapan mereka.


__ADS_2