
Acara pindahan itu diakhiri dengan makan-makan, dan sekarang mereka semua mulai pamit undur diri, dan menyisakan Farah di sana karena gadis itu tengah menerima panggilan dari tuan Akio. Jadi mau tak mau ia berbohong pada orang tuanya, Farah takut orang tuanya marah dengan nominal yang harus dibayar. Tidak mau merepotkan sehingga ia menyelesaikannya dengan caranya.
"Ma, aku di sini dulu deh. Nanti pulang naik taksi saja," kata Farah.
"Yakin?" tanya Sarah.
"Iya," jawab gadis itu.
"Jangan berulah lagi, pulang jangan nginap," timpal Farhan.
"Iya," jawab Farah meyakinkan.
Dan akhirnya, mereka semua pamit dan meninggalkan Farah di sana. Setelah mereka pulang Farah pun pamit, itu membuat Putra berpikir kalau adiknya telah membohongi orang tuanya.
"Kebiasaan, kenapa tidak izin saja barusan. Kamu mau kemana, hah?" tanya Putra.
Farah pun akhirnya mengatakan semuanya pada kakaknya tentang ganti rugi yang harus dibayar.
"Berapa tagihannya Biar Kakak bayar? Jangan gegabah nanti kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana? Mama sama Papa juga 'kan yang repot, jangan mengecewakan orang tua. Kakak tidak mau kamu seperti Fathan nantinya. Jadi wanita itu harus bisa jaga kehormatan jangan bikin malu keluarga."
Putra jadi menceramahi Farah dan gadis itu menyesal telah cerita pada orang yang salah. Farah 'kan hanya ingin bertanggung-jawab dengan apa yang telah diperbuat tanpa menyusahkan orang tua.
"Nominalnya tidak sedikit, Kak. Mobil itu mobil mewah soalnya, aku tidak mau merepotkan Kakak. Kakak tenang saja aku bisa jaga diri kok, ya udah aku pergi dulu ya. Dadah ... Jangan bilang Papa ya, awas kalau ngadu?!"
Farah akhirnya pamit, entah tugasnya apa hari ini. Yang jelas gadis itu harus segera menemui tuan Akio di kantornya.
***
__ADS_1
Hoek ...
Fathan panik saat istrinya tengah mual-mual, Arumi mabok perjalanan. Akhirnya Farhan menepikan mobilnya terlebih dulu. Arumi tidak biasa naik mobil apa lagi dalam perjalanan jauh.
"Kamu gak apa-apa 'kan?" tanya Fathan.
"Pusing, aku mau naik ojek aja. Gak biasa naik mobil," kata Arumi.
"Tadi pagi gak apa-apa kenapa sekarang begini?" batin Fathan.
"Pakai minyak angin nih. " Sarah memberikan minyak angin kepada Fathan dan pria itu mengoleskan nya di pundak dan di dekat hidung.
Fathan memijat bahunya sebentar merilekskan istrinya semoga dengan begini rasa mualnya akan segera hilang.
Perjalanan sedikit terganggu, detik berikutnya Fathan menyuruh orang tuanya pulang. Lagian, jarak sampai rumah sudah tidak jauh dari sana.
"Yakin mau ditinggal di sini?" tanya Farhan.
Keadaan di bawah pohon besar memang sangat sejuk, angin sepoi-sepoi membuat Arumi merasa betah. Ia jadi rindu keadaan di rumahnya yang terdapat dekat pohon besar. Tiba-tiba saja wanita itu ingin pulang karena rindu rumah.
"Baiklah, kami pulang kalau begitu," kata Farhan. "Kalian Hati-hati ya," sambungnya.
Farhan pulang sementara Fathan dan Arumi pun langsung pergi berjalan kaki menuju lokasi ke rumah Arumi. Sesampainya di sana wanita itu malah ingin bermalam di sana.
"Aku hubungi Papa mama dulu kalau begitu." Fathan meminta izin terlebih dulu, apa lagi ia tidak ingin membuat mereka cemas.
"Gak apa-apa 'kan bermalam di sini, tapi maaf ya rumahnya jelek pasti kamu tidak nyaman," kata Arumi.
__ADS_1
"Di mana aku berada asal bersamamu aku betah-betah saja."
Fathan menarik tubuh istrinya sampai bumil itu duduk di pangkuannya. "Kemana kakakmu, apa kamu selalu sendirian di rumah? Kakakmu bersikap baik 'kan padamu selama ini?"
"Baik, dia jarang pulang dan sepertinya dia juga tidak akan pulang malam ini," jawab Arumi.
Fathan merasa lega, karena dengan begini tidak ada yang mengganggunya karena ia ingin menghabiskan malamnya bersama istrinya. Seakan candu bagi Fathan karena ia bisa merasakan surga dunia dengan orang yang dicintainya.
***
Hari-hari berlalu dengan cepat.
Farah pun hampir setiap hari bertemu dengan tuan Akio karena harus membantu pekerjaan di kantor. Dan hari ini hari terakhir bagi Farah karena hutang itu mulai lunas karena Farah memberikan tarif yang cukup mahal dengan waktu yang diberikan pada tuan Akio.
Dan malam ini, malam terakhir mereka bersama. Lagian, tuan Akio akan kembali pulang ke Korea untuk sementara waktu. Farah tidak ceria dengan kabar itu, itu artinya ia akan berpisah dengan tuan Akio yang Akhir-akhir ini mengisi hari-hari nya.
Malam ini ia harus bisa merebut hati tuan Akio untuk mengurungkan niatnya untuk pulang ke Korea. Ia harus tampil cantik malam ini. Farah akan menemani tuan Akio makan malam. Pria itu mengadakan makan malam sebagai perpisahan bersama rekan-rekan kerja.
Sementara di tempat lain.
Farhan dan Sarah pun sudah siap pergi malam ini, mereka menerima undangan makan malam dari tuan Akio.
"Fathan, mana adikmu?" tanya Sarah.
"Gak tau, Ma. Kayaknya gak ada deh," jawab Fathan.
Sarah mulai sadar kalau Akhir-akhir ini putrinya jarang ada di rumah. Bahkan sering telat pulang kuliah.
__ADS_1
"Ayo, Ma. Tuan Akio pasti sudah menunggu," ajak Farhan.
Dan mereka pun akhirnya pergi ke lokasi yang sudah disiapkan oleh tuan Akio.