Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami
Part 88


__ADS_3

Tak lama, pintu terbuka dan Farah tengah duduk di lantai bersandar di sisi tempat tidur. Posisinya dalam keadaan wajah menelusup di kedua lutut. Mendengar pintu terbuka ia mendongak, yang datang adalah papanya.


"Untuk sekali ini saja nurut, Papa tidak tahu harus mendidik ku dengan cara apa. Mulai saat ini kuliah di rumah, Papa tidak mau dengar alasan apa pun. Kamu itu anak Papa satu-satunya, jangan buat Papa kecewa dengan pergaulanmu. Papa takut kamu salah jalan dan terjerumus." Farhan meletakkan sarapan di atas nakas. "Makan dulu, mungkin orang yang akan membimbingmu sebentar lagi sampai."


Farah terdiam, kenapa papanya lakukan itu? Apa ia tidak mendapatkan persetujuan?


Setelah mengatakan itu Farhan kembali keluar dan mengunci pintu. Farah yang kesal pun akhirnya menangis. Salahnya di mana kalau ia jatuh cinta?


***


Sarah tidak bersuara, suaminya benar-benar mengekang anak gadisnya. Bukan apa-apa, mungkin anak lelakinya sudah bisa menjadi contoh. Namanya celaka siapa yang tahu? Menghamili ya dihamili, pikirnya.


Akhir-akhir ini Farah memang sering pulang terlambat, ia lakukan itu karena tidak mau menyusahkan orang tuanya lagi dan sering membuat mereka kesal. Dan sayangnya, kejadian ini malah membuatnya malah terkurung. Farah terbilang ceroboh, tapi mampu menjaga diri. Selama dekat dengan tuan Akio tanpa disadari oleh kedua orang tuanya perubah itu ada.


Yang tadinya susah bangun tidur, kini lebih rajin. Hanya dua kesalahan yang dilakukan oleh gadis itu, bolos kuliah dan terlambat pulang. Itu hanya dilakukan karena adanya hutang yang harus dilunasi. Itu juga karena ia tidak jujur pada tuan Akio. Andai Farah jujur harus kuliah mungkin lelaki itu akan memakluminya. Nasi sudah menjadi bubur, tuan Akio berpengaruh buruk bagi anak gadisnya, pikir orang tuanya.


Akhirnya, Farah mogok makan.


Sedangkan tuan Akio.


Pria itu sudah menunggu di Bandara, tanggapan lelaki itu, jika Farah datang itu artinya gadis itu serius menerima cintanya. Pasalnya, setelah dari kampung halaman ia akan melamar Farah. Dan pulang kali ini ternyata ia akan menjemput putri semata wayangnya dan akan mengenalkannya pada Farah. Bagaimana pun gadis itu harus tahu siapa dirinya.


Seorang duda beranak satu, lelaki itu serius dengan niatnya. Namun, tuan Akio ingin Farah menerima putrinya juga. Itu mengapa sebelum ia datang menemui orang tua Farah ia harus memperkenalkan diri pada Farah tentang keadaannya.


Tuan Akio terus melihat jam di tangan, terus mencoba menghubungi Farah. Tapi tak ada jawaban bahkan di chat pun tak kunjung membalas. Jangan membalas dibaca pun tidak. Akhirnya, ia tak lagi menghubungi karena harus segera masuk ke dalam awak pesawat. Beranjak sambil menghembuskan napas berat.


"Kamu tidak datang Farah, apa kamu tidak menerimaku karena usia kita terlalu jauh?"


Dengan gontai lelaki itu berjalan.

__ADS_1


***


Satu minggu berlalu.


Farah menjadi pendiam, rasa kecewa pada orang tuanya sudah tidak bisa ia balas. Ia malah sering mengurung di dalam kamar. Farhan jadi serba salah.


"Apa kataku, Farah jangan dikerasin begini 'kan jadinya," kata Sarah. "Restui saja hubungannya dengan tuan Akio, mungkin dengan begitu Farah akan berubah menjadi lebih baik. Kalau kamu takut dengan pergaulannya coba temui tuan Akio dan tanyakan apa dia serius?" kata Sarah.


"Apa kamu setuju dengan hubungan mereka? Tuan Akio lebih pantas jadi besan dari pada menantu, " ucap Farhan.


"Jodoh sudah ada yang mengatur, setuju atau tidak aku lebih bahagia melihat putriku bahagia." Sarah melengos pergi.


Kalau begitu, tidak ada pilihan lain selain bertemu dengan tuan Akio. Bukankah lelaki itu sudah kembali ke Indonesia tadi malam. Farhan tahu karena diam-diam ia mencari informasi mengenai lelaki itu. Sejak tahu ada hubungan dengan putrinya, ia mengorek informasi mengenai perceraian yang dialami tuan Akio.


Ternyata, lelaki itu digugat cerai oleh istrinya. Entah apa penyebabnya sampai wanita itu menceraikan tuan Akio. Kemungkinan lelaki itu masih mencintai mantan istrinya, itu yang ditakutkan Farhan, takut anaknya malah hanya menjadi bahan pelampiasan.


***


"Mama sudah coba bujuk papa, dia akan menemui tuan Akio dan akan menanyakan apa lelaki itu serius denganmu," kata Sarah pada putrinya.


"Telat, Ma. Harusnya minggu kemarin aku datang menemuinya di Bandara untuk kejelasan hubungan kami. Tapi aku tidak datang dan mengecewakannya."


Tuan Akio begitu karena ingin melihat sisi keseriusan Farah, apa lagi ia masih gadis dan memiliki kekasih dewasa tentu akan menjadi pertimbangan. Tuan Akio tidak memaksa, karena cinta yang dipaksa malah berakibat buruk. Kegagalan menjadikan pengalaman bagi lelaki matang itu.


"Makan dulu ya, dari pagi kamu belum makan. Jangan menyiksa diri seperti ini. Mama tidak mau kamu sakit," bujuk Sarah.


"Aku tidak lapar, Ma. Aku ingin sendiri, Mama keluar saja."


"Mama bawakan makanannya ke sini ya." Belum Sarah beranjak, Nisa datang membawakan makanan.

__ADS_1


Wanita cantik itu mendengar Farah merajuk. Ia datang untuk menghibur. Farah lebih terbuka pada kakak iparnya itu


"Biar aku yang bujuk," kata Nisa.


Sarah mengangguk lalu pergi dan membiarkan kedua wanita itu bersama.


Nisa meletakkan nampan di meja, lalu mendekat kearah Farah. Gadis itu langsung menghamburkan tubuhnya di pelukan kakak iparnya.


"Kak, papa jahat. Aku 'kan hanya jatuh cinta, apa salahnya aku mencintai lelaki itu," kata Farah sambil menangis.


"Bukan jahat, mereka tidak ingin kamu seperti ini. Papa mama takut kamu salah jalan. Kamu tahu siapa tuan Akio-mu itu? Sudah tahu tentangnya?" tanya Nisa.


Farah menggelengkan kepala, mau tahu dari mana ia sendiri dikurung dan tidak boleh menemuinya. Akhirnya, Nisa memberitahukan siapa tuan Akio, termasuk seorang dudu dan memiliki seorang anak.


Farah terdiam sesaat, menit berikutnya ia menjawab. "Aku menerima keadaannya, Kak. Cinta tak memandang apa pun kekurangan pasangannya 'kan? Aku hanya merasa ada yang kurang dari hidupku tanpa lelaki itu," terang Farah.


Penuturan itu didengar oleh Farhan sendiri. Akhirnya, Farhan memikirkan perasaan putrinya. Ia membuat jadwal pertemuan dengan lelaki itu dan mengundang makan malam di rumahnya, alasannya sebagai penyambutan lelaki itu yang katanya akan menetap di Indonesia.


***


Tibalah waktunya, tuan Akio menerima jamuan di rumah Farhan. Mereka sudah berbincang setelah makan malam, tanpa diketahui oleh tuan Akio bahwa Farhan adalah calon papa mertuanya.


Farhan juga bertanya mengenai siapa wanita yang kini dekat dengannya. Tuan Akio mengatakan semuanya pada Farhan, sebagai partner kerja tentu tidak ada yang disembunyikan oleh lelaki itu.


Sampai akhirnya, Farhan mantap untuk menerima tuan Akio sebagai menantu.


"Ma, panggil Farah kemari," ucap Farhan pada istrinya.


Sementara tuan Akio terheran-heran saat mendengar nama Farah keluar dari mulut rekan bisnisnya itu.

__ADS_1


__ADS_2