Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami
Part 82


__ADS_3

Tuan Akio terus menggenggam tangan Farah, bahkan kehadirannya menjadi pusat perhatian. Dan Moza sebagai mantan istri dari tuan Akio melihat kedatangannya. Lalu melihat ke arah samping yang di mana ada seorang gadis di sana.


Begitu mesranya tuan Akio menggenggam tangan Farah, sampai Farah merasa ini bukan genggaman biasa. Gadis itu terlalu polos soal cinta, tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang tidak. Bahkan ia menyangka tuan Akio tertarik padanya setelah ia berubah menjadi cantik.


Karena dari pandangan lelaki itu berbeda.


"Inikah rasanya jatuh cinta?" batin Farah. Ia menyentuh dadanya yang bergemuruh.


Karena ada lantunan musik membuat tuan Akio mengajak Farah berdansa. Tuan Akio tidak mempedulikan keberadaan Moza di sebrang sana, padahal raut wajahnya menunjukkan rasa ketidaksukaan.


Tuan Akio meraih tangan Farah dan melingkarkannya di pinggang. Farah semakin tidak menentu, ia menjadi gugup dan hanya menunduk. Tuan Akio meraih dagu gadis itu.


"Jangan menunduk, buat akting kita semakin dilihat seperti seorang kekasih," ucap tuan Akio.


Akting? Oh, ya Tuhan. Tuan Akio ternyata berakting. Kenapa hati Farah merasa sakit saat mendengar pernyataan itu? Bahkan ia tahu jawabannya sejak awal. Semua karena pekerjaan, tapi bolehkah Farah berharap lebih?


Ini pertama kali ia dekat dengan seorang pria, pria matang yang telah berhasil membuka hatinya. Ya, Farah jatuh cinta pada lelaki itu. Ia tidak Terima jika semua ini hanya akting. Farah ingin ini bukan akting.


Dan benar saja, mantan istri dari tuan Akio sangat kesal. Wanita itu langsung pergi meninggalkan pesta. Karena kesal, ia tidak akan mempertemukan anaknya lagi. Bila perlu buat Akio berlutut di hadapannya dan memintanya untuk kembali bersama.


Moza memang menceraikannya, dan wanita itu berharap Akio meminta rujuk. Tapi sayang, tuan Akio tidak melakukan itu karena bukan ia yang ingin bercerai, begitu mudahnya wanita itu menceraikannya bahkan memberikan bukti palsu kepada pengadilan.


Setelah kepergian Moza, tuan Akio pun mengakhiri dansa dengan Farah. Farah tidak tahu apa maksud lelaki itu membawanya ke tempat itu, apa lagi keberadaan Moza yang sebagai mantan istrinya.


Tuan Akio meninggalkan Farah dan ia malah duduk di kursi yang memang sudah disediakan.

__ADS_1


"Apa hanya begini pekerjaanku?" batin Farah. Ia pun akhirnya menyusul dan ikut duduk di samping tuan Akio.


Lelaki itu mengambil sebuah minuman beralkohol tapi dengan cepat Farah mengambilnya.


"Minuman ini tidak baik bagi kesehatan, apa lagi dengan usia Anda seperti sekarang," ucap Farah sambil mengambil gelas itu.


"Ya, kamu benar. Saya memang sudah tua, sampai saya tidak pantas berdampingan dengan wanita lebih muda." Tuan Akio berkata seperti itu karena ia merasa perceraian yang dialami karena perbedaan usia yang sangat jauh.


"Kata siapa? Banyak kok yang begitu, kecuali wanitanya lebih tua, itu jarang terjadi kalau pun ada paling hanya memanfaatkan," kata Farah.


"Kalau pun tua masih tetap Oke kok," puji Farah kemudia.


"Begitu ya?"


"Sudah malam, apa tugasku sudah selesai?" tanya Farah. Ia takut kena omel lagi oleh orang tuanya.


"Iya, kita pulang saja," ajak tuan Akio kemudian.


***


"Saya tidak bisa mengantarmu pulang, oh iya, siapa namamu?" tanya tuan Akio di penghujung perpisahan.


Farah menepuk jidat sendiri, ia kira lelaki yang bersamanya sejak tadi tahu siapa namanya.


"Memang sudah tua, namaku saja tidak ingat," rutuknya.

__ADS_1


"Farah, nama saya Farah. Oh iya, berapa tarifku malam ini? Biar aku bisa menghitung sisa hutangku."


Jumlah servis mobil tidak sedikit, dan ini pasti belum cukup untuk membayarnya. Lagian, ia bukan wanita spesial di mata tuan Akio.


"Nanti pak Anwar yang akan menghubungimu, jika nanti saya butuh bantuan lagi saya akan menghubungimu."


Tibalah taksi di sana, Farah mau pun tuan Akio akhirnya berpisah.


Tiba di rumah, orang tua Farah sudah menunggu kepulangannya. Pasalnya ini sudah larut dan tidak biasanya Farah pulang selarut ini.


"Abis dari mana saja? Baru saja semalam bilang tidak akan buat masalah dan buat Papa jengkel. Kamu itu anak gadis Papa Satu-satunya, jangan buat cemas seperti ini. Lihat, Mamamu sampai ketiduran menunggumu pulang," kata Farhan.


"Maaf, Pa. Tadi abis pergi sebentar sama temen-temen dari acara ulang tahun," jelas Farah bohong.


Ia tidak mungkin mengatakan semuanya, termasuk pembayaran soal mobil tuan Akio yang ia bayar dengan jasanya.


"Sudah sana, tidur."


Farah pun pergi ke kamar dan Farah membopong tubuh istrinya karena tidur.


***


Tiba di kamar, Farah menghempaskan tubuhnya. Menatap langit-langit kamar. Ia malah terbayang wajah tuan Akio, dan berharap lelaki itu akan memanggilnya kembali karena jasa pertolongannya, meski ia tidak mengerti pertolongan apa yang telah ia lakukan untuk lelaki itu. Hanya menemaninya pergi ke sebuah acara dan berdansa sebentar, tanpa ada percakapan penting di sana.


"Ternyata begini ya jatuh cinta," ucap Farah. Lalu ia tertidur dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2