Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami
Promo Karya


__ADS_3

Hai yang masih setia dengan cerita ini, aku mau ngasih kabar nih, bagi yang punya lapak paizzzooo bisa mampir diceritaku yang ini ya.


Judul : Rahasia Lingerie Merah.


Nama pena : Febyanti.


Bab 1


Kinar meletakkan sebuah lingerie merah yang ia temukan di lemari baju suaminya. Bibirnya tersenyum saat mendapati barang tersebut. Ia mengira itu adalah kejutan untuknya di hari spesial mereka nanti. Happy anniversary yang akan dirayakan hari lusa. Setiap tahun suaminya selalu memberi kejutan padanya, dan besok lusa adalah hari jadinya yang ke sepuluh.


Tak ingin menggagalkan rencana suaminya, Kinar buru-buru menutup kembali pintu lemari itu. Ia pun menyusun dasi yang habis distrika pada tempatnya. Tak lama, suaminya yang bernama Doni itu keluar dari kamar mandi. Pria itu baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.


Kinar tersenyum ke arah suaminya, semakin ke sini suaminya itu semakin romantis. Ia tak menyangka kalau suaminya sampai kepikiran kado sebuah lingerie, rasanya, Kinar menyesal karena akhir-akhir ini ia sibuk dengan pekerjaannya yang sebagai wedding organizer. Bulan ini jadwalnya sangat padat, apa lagi dimusin kawin seperti sekarang. Bahkan hari ini pun ia akan berangkat keluar kota.


"Kamu kenapa?" tanya Doni.


Kinar menghampiri dan memberikan sebuah kecupan di pipi, lalu tangannya menggambar secara abstrak di dada bidang lelaki itu.


"Jangan menggodaku kalau tidak mau bertanggung jawab," kata Doni lagi.


Kinar mengerucutkan bibir, lalu memeluk suaminya. "Aku tunggu di bawah," ucapnya.


***


Kinar menuju ruang makan, dan ternyata di sana sudah ada Anita. Wanita itu adalah sahabatnya, persahabatan yang sudah terjalin sebelum dirinya menikah dengan Doni. Bahkan Kinar menganggap Anita sudah seperti saudara, banyak yang sudah mereka lalui sampai saat ini.


Anita tengah bersama Qiara, anaknya Kinar dan Doni yang kini berusia lima tahun.


"Mama," panggil anak gadis itu.


Anita pun tersenyum saat Kinar menghampiri.


"Ta, nanti aku titip Qiara ya," ucap Kinar.


"Jadi berangkat ke Solo?" tanya Anita.


"Iya, besok juga pulang kok," jawab Kinar.

__ADS_1


Saat mereka berbincang, Doni datang dan sudah terlihat tampan dengan setelan kerjanya. Anita sampai tak berkedip saat melihat pria itu, diusianya yang semakin matang tak melunturkan ketampanan lelaki itu.


"Eh, ada Anita," kata Doni sambil mendudukkan tubuhnya di kursi. Ia duduk di tengah-tengah kedua wanita itu.


"Mau sarapan pake apa, Mas?" tanya Kinar.


"Nasi goreng saja," jawab suaminya sambil melirik ke arah Anita, lalu dengan cepat ia alihkan tatapannya kepada istrinya. "Tidak usah pakai telor," ujarnya lagi.


Kinar pun meletakkan telor dadar itu kembali pada tempatnya. Sesekali Kinar melirik jam di tangan, ia takut terlambat karena ia akan ikut bersama tim WO.


"Mas, aku berangkat sekarang ya, kayaknya Sarah sudah menunggu di depan," ujar Kinar.


Pada saat itu juga, sendok yang dipegang Qiara terjatuh ke lantai dan ke kolong meja, lalu gadis kecil itu mengambilnya. Kejadian itu tanpa disadari oleh Kinar mau pun yang lainnya. Faktanya, sebuah pemandangan yang tak terduga dilihat oleh gadis kecil itu. Untuk yang pertama kalinya ia melihat secara langsung.


Tangan Anita tengah menyentuh paha papanya. Mengusapnya dengan secara perlahan. Lalu, Qiara pun kembali duduk di tempatnya. Gadis itu mendadak diam, biasanya ia akan mengoceh saat ibunya akan pergi. Kali ini tidak karena pikirannya sedang berkelana. Gadis kecil itu sering mendengar dari teman-temannya yang katanya pernah melihat papanya memeluk dan mencium wanita lain di dalam mobil. Karena tak percaya ia pun mengabaikan ucapan teman sekolahnya itu.


Dan kali ini, mau menyangkal pun tidak bisa karena ia melihatnya sendiri. Bayang-bayang yang tak diinginkan hadir dalam benaknya. Gadis kecil itu tidak ingin terjadi sesuatu dengan kedua orang tuanya sehingga yang bisa ia lakukan hanya diam dan tak mengatakan itu pada mamanya.


"Qia, Mama berangkat sekarang ya," pamit Kinar pada putrinya.


Gadis kecil itu menganggukkan kepala lalu kembali melanjutkan sarapannya. Dan Anita, wanita itu langsung menarik tangannya dari bawah sana saat Kinar menghampiri suaminya.


"Hati-hati ...," teriak Doni saat istrinya mulai menjauh.


"Qia sayang, sudah belum sarapannya?" tanya papanya.


"Sudah, Pa," jawab gadis kecil itu.


Anita pun menyentuh kepala anak itu dan mengusapnya sambil tersenyum. Sikap Anita cukup baik selama ini pada keluarga Doni. Entah kebaikan apa yang diberikan oleh gadis itu.


***


Doni mengantar Qiara ke sekolah, termasuk Anita. Wanita itu ikut karena jurusan mereka satu arah. Bahkan terlalu sering ikut bersama karena suatu alasan yang katanya takut kesiangan jika naik angkutan umum. Sebelum Qiara tahu, gadis itu tidak keberatan. Dan kali ini ia tidak begitu suka kepada wanita itu.


"Qia, nanti yang jemput kamu Tante Anita ya, soalnya Papa sibuk dan sepertinya akan pulang malam," kata Doni setibanya di depan sekolah Qiara.


"Tidak usah, Pa. Papa suruh supir aja jemput aku kalau tidak bibi aja," jawab anak itu.

__ADS_1


"Loh kenapa? Biasanya juga Tante yang jemput kamu kalau mama pergi," timpal Anita.


"Itu dulu, untuk sekarang Tante jangan lagi menjemputku!" cetus Qiara.


"Qiara, gak boleh gitu! Itu tidak sopan," protes papanya.


Qiara tidak peduli, gadis kecil itu malah langsung turun dari mobil. Doni menghela napas panjang saat melihat tingkah anaknya.


"Gak apa-apa, Mas. Namanya juga anak kecil," ujar Anita. "Oh iya, acara lusa jadi?" tanyanya kemudian soal perayaan anniversary Doni dan Kinar.


"Jadi," jawab Doni.


"Kalian mau pergi kemana? Apa sudah siapkan kado?" tanya Anita lagi. "Aku bakal kesepian dong kalau Mas pergi." Anita menyandarkan kepala di bahu Doni.


"Kan setiap tahun Mas pergi dan merayakan anniversary dengannya, kenapa kamu mempermasalahkan ini sekarang?"


"Sampai kapan hubungan kita seperti ini?"


"Selamanya akan seperti ini, Anita. Kamu tau aku sudah menikah bukankah kamu sepakat akan hal ini? Jangan minta lebih dari hubungan ini, ini resikonya jika kamu menjalin hubungan dengan pria beristri."


Setelah mengatakan itu, Anita menarik diri. Wajahnya ditekuk karena kesal, kesal karena tidak bisa memiliki Doni seutuhnya. Mobil pun melaju dan saat itu juga Doni merasa ada yang beda dengan kekasihnya itu. Karena tidak ingin wanita itu merajuk, ia pun menepikan mobilnya.


Doni mengambil sesuatu di kursi belakang, lalu memberikannya pada Anita. Wanita itu mengambilnya dan melihat apa isinya. Seketika, gadis itu tersenyum saat tahu apa isinya.


"Kamu nakal ya," ujar Anita seraya tersenyum manja. Ia mengeluarkan isi paperbag dan melayangkannya ke udara. "Aku akan memakainya malam ini, aku akan menunggumu," sambung Anita.


Doni tahu apa yang bisa mengembalikan mood wanita itu, karena Anita sudah tidak merajuk ia kembali mengendarai dan sampailah ditujuan.


"Aku tunggu malam ini, jangan telat ya," kata Anita sebelum turun dari mobil, dan sebuah kecupan menadarat di bibir Doni.


_


_


Pokoknya ditunggu ya, apa lagi bagi yang sudah punya lapak itu langsung cus aja. Dan satu lagi, aku ada cerita karya teman.


Nama pena : Syasyi

__ADS_1


Judul : Benih Yang Kau Tinggalkan



__ADS_2