Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami
Part 89


__ADS_3

Sarah langsung saja menemui Farah di kamar. Ternyata gadis itu sudah menggulung tubuhnya dengan selimut. Tidak lagi ada canda dari gadis itu setelah papanya menyita ponselnya. Satu minggu pula ia tidak tahu kabar lelaki pujaan hatinya.


Sarah menyalakan lampu kamar, dan Farah langsung menutup wajah sampai kepala karena silau. Lagi pun, ia tidak mau diganggu. Farah menutup diri, apa lagi ia sempat mendengar kalau orang tuanya akan mengenalkannya pada seseorang dan malam ini lelaki itu ada di rumahnya. Farah sengaja tidak ikut makan malam karena tidak sudi bertemu dengan lelaki itu. Hati dan perasaannya sudah mantap untuk tuan Akio Sun Zhung.


Tidak mengapa seorang duda beranak satu, selama mereka saling cinta dan saling terbuka dan menjaga perasaan masing-masing makan kebahagiaan akan menyelimuti. Mungkin benar apa kata papanya, orang tuanya hanya takut ia akan terjerumus. Maka dari itu, jika kekasihnya telah kembali ingin segera dinikahi.


Bila perlu ia akan bersujud untuk minta restu.


Sarah menarik selimut, tapi Farah pun langsung kembali menarik selimut itu. Sarah seperti sedang membujuk seorang anak kecil yang tengah merajuk.


"Disuruh papa ke bawah, ada yang mau bertemu denganmu," kata Sarah.


"Aku gak mau dijodohin, Ma. Aku hanya cinta sama si Oppa itu. Gak peduli duda juga," telak Farah.


"Dia juga oppa, Farah. Kamu yakin gak mau ketemu sama oppa mu itu?"


Farah langsung membuka selimut dan mendudukkan diri. Ia tahu bagaimana mamanya, wanita itu tidak bisa bercanda seperti ini. Apa yang diucapkan selalu benar adanya.


"Maksud Mama oppa mana? Teman papa itu rata-rata oppa-oppa. Aku maunya tuan Akio."


"Turun saja dan pastikan, dia oppa mu apa bukan?"


Farah langsung saja turun dari tempat tidur, bahkan tidak sempat merapihkan rambut yang acak-acakkan.

__ADS_1


***


Farah mematung di anak tangga. Ia bisa mengenali siapa lelaki yang duduk bersama papanya. Meski hanya punggungnya yang terlihat.


"Oppa," ucap Farah.


Tuan Akio langsung membalikkan tubuh saat mendengar suara yang begitu hafal di telinga. Tidak percaya dengan apa yang dilihat sampai keduanya mengucek mata berkali-kali. Detik berikutnya, senyum itu mengembang di bibir mereka. Ada rindu yang tersimpan sejak satu minggu lamanya.


Tuan Akio sedari tadi mendengar penuturan rekan bisnisnya, yang semakin ke sini, yang dibicarakan itu seperti gadis kecilnya. Dan benar saja, ternyata Farah yang diceritakan ternyata Farah-nya. Si gadis bar-bar yang sudah mencuri hatinya.


Tuan Akio berdiri, dan saat itu juga Farah berlari. Mungkin jika papanya yang tidak menghalangi, tubuh Farah sudah menempel di tubuh Akio.


"Kalian belum halal, jangan bersentuhan," kata Farhan.


***


Malam ini, Farah tidak bisa tidur karena ia menunggu hari esok. Menantikan tuan Akio yang akan kembali dengan tujuan yang berbeda. Tanpa sadar, akhirnya Farah tidur dengan sendirinya.


Keesokan harinya.


Keluarga Farhan sudah kumpul, menanti kedatangan tuan Akio.


Hati Farah sudah tidak karuan. Ini seakan tidak nyata bahwa hari ini ia akan di kamar oleh seorang pria asing dari Korea.

__ADS_1


Dan tak lama, rombongan tuan Akio sampai. Lelaki itu terlihat begitu tampan, dengan membawa bunga sebagai simbol.


Tanpa basa-basi, lamaran diterima karena keduanya memang sudah saling cinta. Farah juga dikenalkan dengan seorang gadis kecil berusia 3 tahun. Sungguh menggemaskan, gadis kecil itu menerima Farah sebagai ibu sambung. Karena sosok kecil itu memang butuh seorang ibu. Dan itu tidak bisa didapatkan oleh dari Moza karena wanita itu masih suka bergaul dengan teman-teman tanpa mempedulikan buah cintanya.


Tuan Akio berharap, Farah mampu menjadi ibu yang baik. Akhirnya, lamaran di terima dan mereka langsung saja menentukan tanggal baik. Namun, sebelum itu tuan Akio harus di sunat terlebih dulu sesuai sariat agama.


Tuan Akio memang sudah lama ingin menjadi seorang mu'alaf dari sejak pernikahan pertama. Dan kali sangat mantap karena Farah yang dicintainya adalah sosok gadis yang terlahir dari keluarga yang cukup agamis.


***


Hari H yang dinantikan akhirnya tiba.


Farah sudah terlihat cantik dengan kebaya dan sanggul nya. Meski hari ini hanya ijab qobul ia begitu bahagia. Rencananya, resepsi akan digelar tiga pasang pengantin sekaligus.


Inilah sosok Farah yang sudah siap dipersunting tuan Akio. Dan gadis itu mengintip calon suami yang baru saja tiba di kediamannya. Saat ia berada di sisi jendela Nisa datang memanggilnya karena untuk mengambil gambarnya.


Dan seperti ini penampakan Farah, gadis itu tersenyum bahagia ke arah kakak iparnya.



Dan ini sosok tuan Akio yang sudah sampai di kediaman Farhan. Rumah yang sudah di dekor seindah mungkin. Padahal, pria itu tengah tegang saat menantikan acara ijab qobul tersebut. Apa lagi masih merasakan cenat-cenut di bagian bawah sana karena tiga hari yang lalu baru selesai disunat.


__ADS_1


__ADS_2