Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami
Part 83


__ADS_3

Jika semua tertidur dengan nyenyak tapi tidak dengan pasangan Fathan dan Arumi. Ternyata, wanita itu tengah ngidam di malam hari. Mau tak mau, sebagai suami yang baik Fathan menuruti yang diinginkan istrinya.


"Ikut," kata Arumi saat suaminya mau pergi.


"Ini sudah malam, tunggu saja ya. Aku tidak akan lama." Fathan harus membujuk istrinya lebih dulu karena ia pergi akan menggunakan motor biar cepat. Tapi sayang, Arumi tetap kekeh ingin ikut.


"Baiklah, pakai jaket ya." Fathan mengambil jaket miliknya dan itu sangat kebesaran di tubuh Arumi yang mungil.


Saat mereka keluar, ternyata Nisa dan Putra pun belum tidur. Entah apa yang mereka lakukan di dapur.


"Mau kemana?" tanya Putra. "Ini sudah malam," ucapnya lagi.


"Pergi sebentar, Kak. Takut anakku ileran," jawab Fathan.


"Biarkan saja, paling mereka cari makan. Bumil biasanya suka ngidam tengah malam begini," kata Nisa. Ia jadi ingin segera hamil jadinya, lucu saja jika ia membayangkan kalau suaminya menjadi suami siaga. Nisa sampai menyentuh perutnya sendiri.


"Aku berangkat dulu ya, Kak," pamit Fathan.


"Hati-hati," ucap Putra.


***


Fathan dan Arumi sudah siap, mereka sudah naik motor.

__ADS_1


"Sudah?" tanya Fathan pada Arumi.


Wanita itu mengangguk. Fathan pun menarik lengan istrinya agar berpegangan. Ia melingkarkan tangan wanita itu di perut nya. Dulu ia memang sering bonceng Arumi, tapi kali ini berbeda. Sampai Fathan berani menyuruh istrinya untuk berpegangan.


Arumi tersenyum dengan sikap Fathan yang terlihat cuek tapi begitu perhatian. Bahkan lelaki itu mengabulkan keinginannya, ya sekarang tengah ngidam makan nasi goreng malam-malam.


Sesekali, Fathan menyentuh lengan istrinya yang melingkar di pinggang, mengusap punggung tangan wanita itu sehingga Arumi mempererat pegangannya. Akhirnya, setelah menempuh hampir lima belas menit mereka pun sampai di tempat jajanan malam.


Arumi dan Fathan turun dari motor, lalu memesan nasi goreng.


"Makan di sini apa di bungkus?" tanya Fathan.


"Di sini aja, pesannya satu aja. Aku mau makan satu piring denganmu," kata Arumi.


"Enak gak?" tanya Fathan.


Arumi mengangguk sebagai jawaban. "Kamu juga makan dong," katanya.


"Iya, aku makan."


Makan pun selesai dan mereka langsung pulang karena tidak ada yang diinginkan lagi oleh bumil itu. Seperti tadi, mereka pulang dalam keadaan Arumi memeluk suaminya. Fathan semakin berbunga-bunga karena kini ia yakin kalau istrinya juga mencintainya.


Sampailah mereka di rumah, Fathan langsung mengajak istrinya tidur karena ini memang sudah larut. Bahkan rumah terlihat begitu sepi seperti tidak ada penghuni. Tiba di kamar, Arumi langsung merebahkan tubuhnya begitu pun juga dengan Fathan.

__ADS_1


Tanpa di duga, ternyata Arumi langsung memeluk suaminya. Entah apa yang dirasakan wanita itu, yang jelas ia ingin sekali disayang dan dimanja. Dengan senang hati Fathan menerima perlakuan istrinya itu, sampai-sampai ia menarik tubuh istrinya untuk semakin merekat.


"Aku boleh tidak...?" Fathan tidak begitu berani mengungkapkan isi hatinya.


"Boleh, kamu boleh melakukan apa pun padaku," pungkas Arumi.


Dan keduanya pun kini saling tatap, ada pancaran tidak biasa dikedua mata mereka. Sehingga Fathan memberanikan diri menarik dagu istrinya dan mendaratkan sebuah ciuman. Yang awalnya ciuman biasa tapi karena Arumi membalasnya jadi semakin dalam dan dalam.


Fathan mengungkung tubuh istrinya, membelai wanita itu dengan sangat lembut.


"Aku akan melakukannya, aku janji tidak akan menyakitinya." Ucap Fathan sambil menyentuh perut Arumi. Lalu ciuman itu berpindah ke perut.


Akhirnya, Fathan dan Arumi melakukan itu yang kedua kalinya. Masih ada nyeri dibagian inti Arumi, sakit tapi disertai rasa nikmat karena Fathan begitu lembut melakukannya. Pinggulnya bergerak maju mundur seakan berirama.


Sampai akhirnya, gerakan itu sedikit dipercepat karena Fathan akan mencapai puncak. Tidak ada permainan karena ia tidak ingin membuat waktu istirahat wanita itu terganggu. Tak menyangka, Arumi pun ikut tersengal karena ternyata wanita itu mencapai puncak.


Karena lelah, mereka pun tidur.


_______


Abis ini part Putra dan Nisa, ditunggu saja ya🤗🤗


Dan jangan lupa mampir di karya temanku yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2