Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami
Part 81


__ADS_3

Dan tibalah tuan Akio dan Farah di kamar hotel.


"Tunggu sebentar, saya ganti baju dulu," ucap tuan Akio.


Sementara Farah hanya bisa menelan saliva susah payah. Tenggorokkannya semakin terasa kering. Air, Farah butuh air. Gadis itu mencari air minum di sana, lalu melihat sebuah kulkas dan membukanya.


Sudah seperti ikan yang kekeringan, Farah minum air dingin cukup banyak dan membuat tubuh terasa ikut beku. Dan sayang, ia tidak bisa keluar karena tuan Akio mengunci pintu itu.


"Apa yang harus aku lakukan? Dia tidak mungkin mengambil keperawananku 'kan?" batin Farah. "Mama, Papa tolong aku," batinnya menjerit.


Tak lama, tuan Akio akhirnya muncul dari kamar mandi. Farah mengerutkan kening, ternyata dugaannya salah. Ia kira lelaki itu akan keluar dalam keadaan tidak memakai baju, tapi ternyata.


Tuan Akio malah terlihat lebih tampan, dengan setelan jas yang begitu semakin memukau. Farah sampai tidak berkedip melihatnya. Tapi akan kemana lelaki itu?


"Ayo, saya sudah siap," ajak tuan Akio lagi.


"Kita mau kemana? Tuan belum menjelaskannya padaku, katanya aku harus membayar tagihan ku dengan cara lain. Apa cara lain itu?" tanya Farah.

__ADS_1


Tuan Akio hampir lupa, akhirnya pria itu menjelaskannya pada Farah dengan susah payah. Awalnya Farah tidak mengerti apa yang diucapkan lelaki itu karena bahasa Indonesia nya belum lancar. Farah hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Saya tidak mengerti," kata Farah.


Tuan Akio menghela napas panjang, ia sudah panjang lebar bercakap tapi gadis itu malah tidak mengerti apa yang diucapkan. Sampai-sampai tuan Akio mencatat semua apa yang harus dilakukan oleh Farah, dan akhirnya gadis itu mengerti.


"Bilang dong dari tadi seperti ini, oke saya akan melakukannya. Tuan Akio hanya minta saya datang saat dibutuhkan? Dan sekarang tugas saya menemani Tuan datang ke sebuah acara gitu? Gitu 'kan?"


Tuan Akio mengangguk dan memperlihatkan ibu jari seolah berkata iya.


"Hmm, baiklah. Sekarang kita kemana?" tanya Farah, ia pun bisa bernapas lega. Ia kira tuan Akio memintanya hal lain, semacam pijat plus-plus begitu.


"Oke, tenang saja. Serahkan itu padaku." Dengan percaya dirinya Farah bisa berubah cantik. Memang pada dasarnya ia sudah cantik, hanya saja ia tidak pernah bermake up karena ia orangnya cuek.


Tuan Akio mengajak Farah ke salon karena ia akan mengajak gadis itu pergi bertemu rekan-rekan kerja termasuk bertemu dengan salah satu mantannya. Farah sendiri tidak tahu siapa tuan Akio, yang ia kira hanya pria bujang lapuk.


***

__ADS_1


Farah terlihat begitu cantik setelah tim karyawan di salon make over dirinya. Tuan Akio sampai tidak menyangka bahwa gadis itu berubah seratus persen. Dari gaya pakaian yang bertolak belakang seperti tadi.


Kini, Farah berubah menjadi feminine.


"Kamu bisa jaga sikap, lebih lembut sedikit dan jangan membuatku malu," ucap tuan Akio.


Farah malah melotot karena ia kira tuan Akio memandangnya si bar-bar. Tapi, ini adalah pekerjaannya sekarang. Mau tidak mau ia harus melakukan perintah itu demi rasa tanggung jawab karena ia telah menabrak mobil lelaki itu.


***


Tanpa terasa hari sudah mulai berubah, langit sudah menunjukkan sisi gelapnya. Dan tuan Akio mengajak Farah ke tempat yang cukup ramai. Kedatangan tuan Akio memang ditunggu-tunggu apa lagi oleh seorang wanita bernama Moza.


Seorang wanita yang telah mengugatnya cerai dengan sehipak. Dan kali ini tuan Akio akan menunjukkan bahwa bukan hanya Moza yang bisa berbuat demikian, rasa sakit hati yang dilakukan wanita itu membuat tuan Akio tidak mudah didekati oleh seorang gadis.


Tuan Akio menunjukkan pada Moza bahwa ia bisa mendapatkan gadis lebih muda darinya. Dan Farah sangat cocok, ia yakin mantan istrinya itu akan merasa terbakar.


Tiba di sana, tuan Akio meraih tangan Farah dan melingkarkan tangannya di lengannya. Farah menatapnya, kenapa ia merasa jantungnya berpacu dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Apa yang aku rasakan? Masa iya aku jatuh cinta pada lelaki dewasa sepertinya?" batinnya.


__ADS_2